Inspirasi film Kickboxer

Monday, May 26, 2008

Inspirasi film Kickboxer

Salam kesatria dan salam pendekar!

Seni bela diri Muay Thai tentu sudah tidak asing dan bagi pencinta film action tentu Muay Thai mungkin mengingatkan anda terhadap film Jean Claude Van Damme di pertengahan tahun 90an yaitu Kickboxer.

Saya ingat betul film itu karena di salah satu adegan Kickboxer, sang protagonis berlatih menguatkan tulang keringnya dengan menendang pohon pisang yang membuat saya ”ngilu” membayangkan prospek latihan tersebut belum lagi ”fight scene” antara Van Damme melawan karakter yang bernama ”Tong Po” di bagian akhir film yang berlokasi di bawah tanah dan menggunakan sarung tangan yang dibungkus kaca dan beling!

Namun dalam suatu kesempatan berkunjung dan berlatih di satu sasana Muay Thai di Thailand saya menemukan bahwa dalam seni bela diri Muay Thai terdapat satu gaya unik yang dinamakan ”Muay Boran”.

Menariknya Muay Boran ini gerakannya sedikit mirip dengan Silat walaupun secara teknis praktisi Muay Boran umumnya lebih sering menggunakan lutut dan sikut mereka sebagai senjata pamungkas dalam pertarungan tangan kosong dan bersenjata.

Dalam perjalanan ini saya pun menyempatkan diri untuk bertanya-tanya langsung ke juara Muay Thai Christian Daghio yang juga ikut aktif melestarikan seni Muay Boran di klub latihannya di Pattaya.

Berikut hasil interview saya dengan beliau yang semoga bermanfaat dalam mengembangkan perspektif latihan seni bela diri anda, salam pendekar dan salam kesatria!

Ueno

  1. Christian ceritakan latar belakang anda di seni bela diri?

Saya pertama kali menekuni seni bela diri melalui latihan Kung Fu. Dan setelah saya mendapatkan sabuk hitam, saya memutuskan untuk mencoba Muay Thai. Namun sayangnya pada waktu itu Muay Thai belum ada di kampung saya di Itali akhirnya saya pun hijrah ke Thailand untuk mencari instruktur kurang lebih 15 tahun yang lalu

  1. Dan ceritakan tentang gaya bertarung anda?

Gaya bertarung saya untuk seorang fighter Muay Thai sebenarnya agak unik, begini... dulu waktu pertama kali saya berlatih Muay Thai pelatih saya mengatakan bahwa postur tubuh saya tidak cocok untuk bertarung ala Muay Thai klasik. Walhasil saya pun sebagai seorang fighter lebih aktif, agresif dan cenderung menyerang terlebih dahulu.

  1. Bagaimana dengan rutin latihan anda saat hendak bertanding?

Tergantung ya... tapi biasanya sih dua minggu sebelum bertanding saya akan berlatih setiap hari enam sampai tujuh jam.

  1. Apa yang membuat Kombat Village berbeda dengan kamp-kamp atau klub Muay Thai lainnya?

Metode belajar kami saya rasa sangat baik. Maksud saya adalah umumnya di kamp-kamp Muay Thai yang tradisional dari pengalaman saya dalam pengajarannya tidak detail. Belum lagi masalah budaya... dan tidak adanya pembedaan antar satu murid yang baru dengan yang ahli. Hal ini tentu berbahaya bagi praktisi yang hanya ingin mencoba namun bila dihadapkan dengan praktisi yang sudah ahli saya rasa tidak pas. Dan satu hal yang saya banggakan di sini adalah tidak adanya senioritas. Disini juara lokal, regional dan nasional semua sama. Semangat kekeluargaan pun juga saya pupuk (Sebagai informasi karena eratnya rasa persaudaraan dan kekeluargaan konon di kamp ini barang yang tertinggal apapun itu bentuknya tidak akan hilang karena di jaga secara kolektif; teman saya dari Australi yang kehilangan perhiasan berliannya yang jatuh saat latihan tidak tersentuh hampir satu hari penuh hingga akhirnya teman saya sendiri yang menemukannya kembali)



  1. Pertandingan mana saja yang cukup berkenang buat anda?

Pertama kali saya bertanding di Thailand untuk memperebutkan sabuk juara. Saya begitu gugup!

  1. Sebagai petarung menurut anda nilai-nilai atau aspek apa saja yang penting bagi seorang petarung?

Semangat, power dan teknik. Menurut saya ketiga aspek ini tidak bisa di balik

  1. Apakah hal ini juga yang anda cari saat seseorang mendatangi anda untuk minta diajarkan?

Tentu, ketiga hal ini yang menjadi acuan saya saat seseorang ingin belajar sebagai petarung profesional di kamp saya. Sebagai pelatih saya sangat jujur dengan murid-murid saya. Saya akan berkata apa adanya bila memang orang tersebut ingin menjadi juara. Bila memang teknik ybs. tidak baik begitulah! Bila memang dia karena suatu alasan atau faktor belum pantas untuk bertanding saya juga akan mengatakannya.


  1. Bagaimana dengan rencana anda ke depan?

Pacar saya sejujurnya sudah meminta saya untuk berhenti bertanding, namun saya masih ingin bertanding untuk beberapa tahun lagi. Walaupun saya sudah memikirkan untuk berhenti. Dan prinsip saya adalah melewati setiap pertandingan secara maksimal itu saja.





0 comments:

Post a Comment