Showing posts with label Animasi. Show all posts
Showing posts with label Animasi. Show all posts

Saturday, February 16, 2013

5 Film Animasi dengan Pendapatan Terbaik di Dunia

Berikut adalah Film-film animasi dengan pendapatan yang tinggi :

1.Shrek 2

Dirilis pada tahun 2004, Shrek 2 mendapat total hasil kotor US $ 920.665.658. Film ini sangat populer di seluruh dunia, yang juga memiliki band-band musik seperti Crows , Shrek 2 adalah produksi DreamWorks

2.Finding Nemo

Finding Nemo yang diproduksi oleh Disney, dan dirilis pada tahun 2003, peringkat kedua dalam daftar 10 film teratas animasi dengan pendapatan terbaik, mendapatkan jumlah kotor US $ 864.625.978 .

3.The Lion King

The Lion King, produksi Disney peringkat keempat, dirilis pada tahun 2004, membuat jumlah US $ 783.841.776. Film ini Lion King sangat populer yang bahkan serial TV yang sangat populer.

4.Ice Age: The Meltdown

Yang satu ini adalah produksi dari 20th Century Fox Animasi.. Ice Age: Meltdown ini dirilis pada tahun 2006, membuat pendapatan kotor $ 651.564.512.

5.Kung Fu Panda
http://www.didunia.net/
Kung Fu Panda yang diproduksi oleh DreamWorks, dirilis pada tahun 2008, penghasilan US $ 631.908.951, peringkat keenam dalam daftar Top 10 Film Animasi dengan pendapatan Terbaik. Kung Fu Panda memiliki anggaran produksi sebesar $ 130 juta, namun diterima hampir lima kali lipat di seluruh dunia.

Baca juga, 10 Film Animasi Tradisional Disney Terbaik

Wednesday, November 14, 2012

10 Film Animasi Tradisional Disney Terbaik

Pada zaman dahulu kala, sebelum komputer ditemukan. Manusia membuat film animasi dengan menggambar tokoh-tokohnya di kertas putih kosong. Bak tongkat sihir, tangan-tangan terampil para animator menghidupkan cerita dongeng dengan gambar-gambar indah.

Walt Disney dianggap sebagai pelopor seni animasi yang menyajikan kita karakter mulai dari Miki Tikus, Donal Bebek, Paman Gober, dll. Namun, selain tokoh-tokoh kartun nan lucu itu, Disney juga menyuguhkan kita film-film animasi panjang (feature length animation) hasil kreasi keajaban tangan-tangan animatornya.

Syahdan, mulai 1995, Disney merilis Toy Story yang dibuat Pixar. Sejak itu era keemasan animasi komputer dimulai. Sejak Toy Story, lebih banyak film animasi yang dibuat dengan komputer ketimbang gambar tangan.

Nah, menengok puncak box office dua pekan terakhir, ada fenomena menarik. Film animasi gambar tangan alias animasi tradisional The Lion King, yang aslinya rilis 1994, dirilis ulang dalam format 3D. Hasilnya, selama 2 pekan The Lion King (3D) merajai puncak box office mengalahkan film-film yang dibintangi Brad Pitt, Morgan Freeman, maupun Robert DeNiro.

Memperingati kembalinya kedigdayaan animasi tradisional Walt Disney di puncak box office, kami merating 10 film animasi tradisional Disney yang menurut kami terbaik.

10. Pocahontas, 1995



Sepanjang sejarahnya, Walt Disney melahirkan para putri-putri ikonik dengan dandanan khas mereka: cantik, kulit putih dengan rok mengembang. Karena seringnya Disney memberi gambaran putri cantik berkulit putih, banyak yang menganggapnya melanggenggakan hegemoni kulit putih atas kulit lain. Gambaran cantik seorang putri versi Disney dianggap sebagai gambaran ideal. Selain versi Disney, dianggap tidak cantik. Disney kemudian sadar atas kritik itu.

Setelah berkali-kali mengangkat kisah dongeng Barat, Disney beralih ke cerita yang mengangkat kaum minoritas sebagai tokoh utamanya. Pocahontas, rilis 1996, menggambarkan sosok putri dari suku Indian, kaum minoritas di Amerika Serikat. Tentu, putri Pocahontas tidak berkulit putih ataupun mengenakan korset dan rok yang mengembang. Kisah pertemuan orang kulit putih dengan kulit berwarna di tanah Amerika ini dianggap medium yang pas untuk menjelaskan perbedaan dan toleransi. O ya, Anda menonton Avatar karya James Cameron tempo hari? Ada kemiripan kisahnya dengan Pocahontas, bukan?

9. Lady and the Tramp, 1955 

Lady and the Tramp, 1955

Tentu, saat menyebut film ini orang langsung teringat momen saat dua anjing tengah duduk berdua menyantap spaghetti sambil mendengar lantunan lagu “Bella Notte”. Ketika menyantap mie yang sama, dua sejoli berwujud anjing, Lady dan Tramp tak sengaja berciuman. Momen itu dianggap sebagai salah satu momen paling romantis sepanjang sejarah perfilman.

Tapi, tahukah Anda, saat Walt Disney melihat porongan kasar adegan itu, ia tak menyetujuinya. Untungnya ia berubah pikiran. Lady in the Tramp diangap sebagai momen saat Disney kembali ke penceritaan sederhana tanpa berambisi mengadaptasi novel atau dongeng populer. Hasilnya, Disney tetap mampu memikat penonton semua umur dari setiap generasi. Ditonton lagi, oleh generasi sekarang maupun yang akan datang, film ini tetap memikat.

8. Tarzan, 1999

Tarzan, 1999

Tarzan menjelang milenium baru versi Disney tidak hanya bergelantungan dari pohon satu ke pohon lain, maupun berteriak kencang memanggil binatang-binatang lain. Ia lebih sering bergerak lincah bak pohon adalah papan luncur. Buat saya, meski dalam bentuk animasi, Disney mengisahkan legenda Tarzan ke bentuknya paling mendekati aslinya.

Sosok Tarzan yang diasuh kera sejak bayi—karena itu ia sering dijuluki Manusia Kera—membuatnya memiliki bahasa tubuh bak kera. Tarzan, misalnya, jarang terlihat berdiri tegak lurus, lebih sering bergerak tak ubahnya simpanse. Di luar orisinalitas itu, Tarzan versi Disney adalah kisah sempurna tentang pencarian jati diri anak manusia. Apalagi tabahan musik-musik merdu Phil Collins, menjadikan film ini makin menawan.

7. The Little Mermaid, 1989 

The Little Mermaid, 1989

Selama dua puluh tahun setelah kematian Walt Disney, studio film itu mencapai titik membosankan. Film-film animasinya tak lagi pas disebut klasik. Pena animator Disney sedang tumpul setelah ditinggal penciptanya. Syahdan, ketika Disney ditangani Jeffrey Katzenberg (sekarang bos DreamWorks) Disney bangkit. Film ini menandai kebangkitan kembali Disney.

Studio itu mengali dongeng klasik Barat dan menemukan kisah putri duyung karya Hans Christian Andersen untuk ditafsir ulang, diceritakan kembali bagi penonton generasi sekarang. Hasilnya, Disney menemukan formula klasik yang kemudian jadi pegangannya selama betahun-tahun untuk membuat film animasi: cerita dongeng yang ringan, paduan desain klasik dan kontemporer, serta sajian lagu-lagu pop yang bakal disuka semua usia, tua dan muda.

6. Cinderella, 1950

Cinderella, 1950

Salah satu kehebatan film animasi Disney adalah ketika Disney mengangkat cerita dongeng, orang mengira versi Disney adalah versi asli dongeng tersebut. Bahkan, banyak yang mengenal cerita dongeng pertama kali dari versi yang dibuat Disney. Begitu pula yang terjadi pada dongeng Cinderella. Kebanyakan orang tak tahu seperti apa cerita aslinya kecuali yang disajikan Disney.

Kisah anak tiri yang disiksa ibu dan saudara tirinya itu, serta kemudian datang ke pesta dansa bertemu sang pangeran, lalu meninggalkan sepatu kacanya tak lekang dimakan waktu meski sudah ditonton berkali-kali. Lebih dari 60 tahun, Cinderalla versi Disney telah mengisi narasi warga bumi atas kisah klasik itu di setiap generasi. Tak heran, kita kemudian percaya kalau cerita Cinderella ya yang versi Disney. Lainnya hanya adaptasi. Sayang memang, tapi mau bagaimana lagi.

5. The Lion King, 1994

The Lion King, 1994

Film animasi ini dianggap menjiplak cerita Kimba The White Lion karya pelopor manga-anime Jepang, Osamu Tezuka. Memang susah untuk tidak menganggapnya demikian. Namun, bukan berarti The Lion King tak berkualitas. The Lion King adalah animasi dengan kualitas layaknya film epik. Kisahnya pun terasa terlalu dewasa untuk ditonton anak-anak. Bahkan ada nuansa tragedi Shakespeare di dalamnya.

Seekor singa pewaris tahta disalahkan atas kematian ayahnya, lalu pamannya yang jahat—otak sesungguhnya yang menyebabkan kematian itu—mengambil alih kekuasaan. Sang singa kemudian terusir dan hidup bebas hingga ia harus kembali lagi merebut tahtanya dan menemui takdirnya sebagai penguasa rimba. The Lion King tak hanya berisi tingkah kartun nan lucu maupun lagu-lagu indah, tapi juga tentang kematian dan perebutan tahta.

4. Snow White and Seven Dwarfs, 1937

Snow White and Seven Dwarfs, 1937

Ini film animasi yang memulai segalanya. Ya, inilah film animasi panjang pertama. Sekarang orang menganggapnya sebagai film animasi yang imut tentang putri yang tinggal di hutan bersama kurcaci-kurcacinya. Padahal, butuh pengorbanan besar bagi Walt Disney mewujudkan film animasi ini. Film ini butuh waktu pembuatan 3 tahun, menghabiskan AS$ 1,5 juta, hampir bikin perusahaannya bankrut.

Andai, film ini flop, hampir pasti Disney bakal menutup studio animasinya. Tapi, yang terjadi, Snow White jadi film paling sukses tahun 1938. Saat pertama hadir, Snow White dianggap sebuah revolusi bagi film animasi yang dimasa itu lebih berupa tontonan pendek lucu berisi gambar dan musik. Snow White tak hanya lucu, tapi juga mengandung drama tragedi Yunani di dalamnya. Saat Snow White makan apel beracun banyak anak-anak masa itu ketakutan, menangis dalam bioskop.

3. Fantasia, 1940

Fantasia, 1940

Walt Disney bukan penemu film animasi. Tapi, ia membawa teknologi sinema ini ke ranah seni yang tak pernah digapai manusia lain sebelumnya. Salah satu pencapaiannya adalah Fantasia. Ide dasar Fantasia sederhana saja: ambil musik-musik klasik yang dikenal orang, dan padukan dengan gambar-gambar animasi. Film ini kemudian dicatat, seperti dikutip RottenTomatoes, sebagai sebuah landmark di bidang animasi yang pengaruhnya terus terasa hingga kini. Lewat tokoh Miki Tikus yang dikenal manusia sejagad, lewat film ini Disney meneguhkan posisinya tak hanya sebagai sineas, tapi juga seniman.

2. Beauty and the Beast, 1991

Beauty and the Beast, 1991

Beauty and the Beast adalah film animasi pertama yang bertengger dengan terhormat di deretan nominasi Film Terbaik Academy Awards. Sebelumnya, film ini menjadi film animasi pertama yang meraih gelar Film Terbaik (Komedi atau Musikal) di ajang Golden Globes. Maka, kualitas film ini tak perlu lagi dipertanyakan. Beauty and the Beast segera jadi klasik sejajar dengan film-film klasik cerita putri Disney lain seperti Snow White, Cinderella, maupun Sleeping Beauty.

Tentu, bukan Disney pencipta dongeng si cantik dan si buruk rupaini, melainkan dongeng Prancis karya Jeanne-Marie Leprince de Baumont. Namun, sentuhan tangan dingin animator Disney mebuat kisah ini lebih dekat bagi warga dunia. Tidak seperti karakter putri-putrinya terdahulu yang berpangku tangan menanti pangeran tampan, Belle adalah seorang perempuan mandiri (banyak yang menganggapnya karakter feminis). Belle rela berkorban menggantikan ayahnya yang disandera makhluk buas. Belle juga kemudian juga memenangkan hati sang makhluk buas itu dan mengubahnya jadi pangeran tampan.

1. Pinocchio, 1940 

Pinocchio, 1940

Film ini dipilih situs majalah Time sebagai nomor wahid dari 25 Film Animasi Terbaik Sepanjang Masa. Kami setuju, makanya menempatkannya di posisi puncak versi kami juga. Pinocchio, karya kedua Disney setelah Snow White, diangkat dari novel karya Carlo Collodi tahun 1883, dicatat Time telah memberi plot dasar pengisahan bagi film-film animasi lain sesudahnya. Happy Feet, Kung Fu Panda, atau Tangled berutang pada Pinocchio dari segi tema cerita.

Kisahnya adalah sebuah cerita klasik coming-of-age film, kisah pencarian jati diri. Kita mengikuti petualangan akbar Pinocchio, sesosok boneka kayu ingin menjadi manusia: ia bertemu jangkrik, diculik, dimakan ikan paus, hingga bertemu peri baik hati. O ya, siapa yang tak ingat pesan moral film ini untuk jangan berbohong (kalau berbohong, hidungmu akan memanjang), atau anak-anak nakal yang bernasib jadi keledai. Hebatnya Disney, segala pesan moral itu tak terasa menggurui. Kita terhibur oleh petualangan Pinocchio dan tak bosan menontonnya berkali-kali lagi.

Baca juga, 8 Penyiar Berita Indonesia Yang Mirip Tokoh Animasi

Thursday, October 25, 2012

7 Animator Indonesia Yang Hebat

Terpesona dengan The Amazing Spiderman, Avatar, aksi robot di Transformer dan baju besi Iron Man, atau mungkin menunggu peluncuran The Hobbit, kisah lanjutan Lord of The Rings? Daftar di atas hanya beberapa dari deretan film yang dihasilkan oleh tangan animator dari: Indonesia!

Siapa saja mereka dan apa karyanya yang mendunia?

1. Christiawan Lie

Biasa dipanggil Chris Lie, lulusan ITB dan peraih beasiswa full bright di Savannah College of Art and Design, Amerika Serika ini menjadi salah satu animator di beberapa film terkenal seperti Transformer 3, GI Joe, dan Spiderman 4.

Selain animator, Chris Lie juga dikenal sebagai komikus hebat. Petualangannya di Amerika dimulai tahun 2005 saat mengikuti kompetisi action figure GI Joe. Karyanya terpilih sehingga dilibatkan dalam pembuatan GI Joe Sigma 6. Sumbangsihnya untuk Indonesia juga bisa dilihat pada komik Baratayuda yang meraih penghargaaan sebagai cerita dan komik anak terbaik di Anugerah Komik Indonesia 2011.

Sekarang ia mendirikan Caravan Studio di Indonesia.

2. Rini Triyani Sugianto

Sejak kecil jadi penggemar komik Tintin hingga berlanjut ketika lulus dari Academy of art University, San Fransisco, ia dipercaya ikut terlibat dalam pembuatan The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn.

Dia juga mengerjakan film animasi lain seperti The Avenger. Berkat kepiawaiannya, ia ditarik oleh Weta Digital, rumah produksi yang menggarap film Tintin. Perusahaan ini juga yang menggarap animasi film semacam Avatar, King Kong, Lords of The Ring, dan X-Men: First Class.

Saat ini, Rini sedang fokus dengan animasi pada film yang akan segera dirilis, The Hobbit.

3. Andre Surya

Melalui kecerdasannya mengolah efek film, lulusan DKV Universitas Tarumanegara ini bisa ikut terlibat dalam film Star Trek, Terminator Salvation, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Iron Man 2, hingga Transformers: Revenge of the Fallen.

Setelah berkecimpung di kancah global selama 10 tahun, kini ia kembali ke Jakarta mendirikan studio EnspireStudio. Karya teranyarnya The Escape meraih Best short Competition-Award of Merit di Amerika Serikat, serta Best Short Animation pada festival film di Los Angeles.

4. Marsha Chikita Fawzi

Ingat Upin-Ipin? Marsha Chikita Fawzi yang akrab dipanggil Kiki ini punya kiprah di dalamnya. Sebagai putri bungsu pasangan Ikang Fawzi - Marissa Haque, awalnya ingin kuliah seni murni di ITB tetapi ditentang orang tua, sehingga beralih memilih Multimedia University di Malaysia.

Sekarang Kiki kembali ke Indonesia membuat perusahaan animasi. Ia berharap Indonesia akan punya intelectual property (IP) yang sangat bercita rasa tanah air. Layaknya Upin-Ipin merupakan IP Malaysia karya Las' Copaque Production.

5. Griselda Sastrawinata

Pindah ke Amerika Serikat saat kelas 2 SMA lalu melanjutkan pendidikan di Art Center College of Design, Pasadena. Ia kemudian diterima bekerja di studio animasi Dreamwork. Karya-karya perusahaan ini bisa dilihat seperti Kungfu Panda, Madagascar, dan Monster Aliens Inc.

6. Wira Winata

Lulusan Nanyang Polytechnic, Singapore dan Art Centre College of Design yang awalnya menyelesaikan film animasi The Little Red Plane sebagai final project untuk kelulusan di Art Center. Siapa sangka, kini dengan perusahaan yang didirikan, Shadedbox, ia merambah dunia animasi di kancah global.

7. Pamela Halomoan

Karya Pamela telah dinkmati masyarakat Singapura, Amerika, Inggris, hingga Turki. Ia menciptakan karakter Wolly, babi lucu yang menarik perhatian pengunjung saat dipamerkan di Game Toy Comic Convention di Singapura.

Itulah 7 bukti kehebatan orang Indonesia. Walau mungkin, belum ada dukungan pemerintah yang lebih intens pada kemajuan dunia kreatif (bandingkan dengan pemerintah Malaysia yang selalu mengadakan kompetisi animasi untuk menumbuh-kembangkan industri ini - dikutip dari pernyataan Marsha Chikita Fawzi), nyatanya secara individual atau "basis massa" tetap berjuang demi Indonesia.

Baca juga, 8 Penyiar Berita Indonesia Yang Mirip Tokoh Animasi

Tuesday, February 7, 2012

8 Penyiar Berita Indonesia Yang Mirip Tokoh Animasi

1. Grace Natalie (TV One) dan Rinoa Heartilly (Final Fantasy VIII)
blog-apa-aja.blogspot.com
Rinoa diklaim sebagai salah satu tokoh tercantik dalam sejarah dunia video game. Kekasih dari Squall Leonhart ini tak hanya memiliki kecantikan yang luar biasa, namun juga sangat cerdas dan memiliki kemampuan untuk bertarung melawan musuh-musuh kejam dalam dunia Final Fantasy. Kemiripan antara Grace dan Rinoa terletak pada bentuk mata dan wajahnya yang sama-sama berkarakter oriental. Jika Rinoa adalah Tokoh Game Wanita Terfavorit di abad 20, maka Grace Natalie adalah Anchor Wanita Terfavorit 2008 versi blog News Anchor Admirer.

2. Isyana Bagus Oka (RCTI) dan Higurashi Kagome (Inuyasha)
blog-apa-aja.blogspot.com
Kagome adalah tokoh utama wanita dalam serial manga berjudul Inuyasha. Dalam cerita itu, diceritakan bahwa Kagome merupakan reinkarnasi dari biksu wanita yang memiliki kekuatan untuk melindungi "Shikon No Tama" dari siluman-siluman jahat. "Shikon No Tama" sendiri adalah sebuah batu permata suci yang diyakini mampu memberikan kekuatan luar biasa bagi pemiliknya. Selain sama-sama memiliki bentuk rambut yang bergelombang, Kagome dan Isyana juga sering menampilkan ekspresi wajah yang memiliki kesan "berani" dan "pantang menyerah".

3. Cheryl Tanzil (Metro TV) dan Fa Mulan (Mulan)
blog-apa-aja.blogspot.com
Banyak ahli sejarah yang meyakini bahwa Fa Mulan adalah salah satu wanita pertama yang memperjuangkan emansipasi wanita. Sebagai wanita Cina tradisional, Mulan justru lebih memilih mengangkat senjata ke medan perang untuk menaklukkan bangsa Hun, alih-alih tinggal di rumah dan menanti calon suami. Bagi saya, Cheryl Tanzil adalah bentuk manusia dari tokoh kartun Fa Mulan. Bentuk bibir, wajah, mata, alis dan pembawaannya benar-benar sangat identik dengan tokoh kartun buatan Walt Disney tersebut.

4. Shinta Puspitasari (TV One) dan Jill Valentine (Resident Evil)
blog-apa-aja.blogspot.com
Tak banyak wanita, bahkan dalam dunia game, yang memiliki profesi seperti Jill. Jill adalah pasukan khusus tim "Umbrella Army" yang bertugas untuk mengeliminasi satu kota yang seluruh penghuninya telah berubah menjadi zombie. Dengan bersenjatakan senjata-senjata berat seperti Shotgun, Mine Thrower, Grenade Launcher, hingga Rocket Launcher; Jill tak hanya harus membunuh zombie-zombie "normal", melainkan juga zombie superkuat berukuran raksasa yang disebut Nemesis. Belakangan ini, Shinta memilih model rambut pendek yang mirip dengan potongan rambut Jill Valentine. Selain itu, cat rambut yang dipilih Shinta (coklat gelap menjurus ke ungu) juga sangat identik dengan warna rambut Jill. Yang lebih penting, Shinta dan Jill memiliki aura "tegas", wibawa tinggi, serta tatapan mata menusuk yang bahkan mampu membuat gentar para Zombie.

5. Kania Sutisnawinata (Metro TV) dan Katara (Avatar the Legend of Aang)
blog-apa-aja.blogspot.com
Katara adalah seorang wanita dari suku kuno di kutub utara yang memiliki kemampuan sebagai Waterbender (Pengendali Air). Singkat kata, Katara mampu menggerakan air sebagai suatu alat untuk bertempur. Kemampuannya semakin berkembang sehingga akhirnya ia pun menjadi guru bagi Aang sang Avatar. Walaupun penampilan Katara dan Kania cukup jauh berbeda, namun Mrs. Kania "Supercool" Sutisnawinata memiliki pembawaan "tenang", "dingin", dan "stabil" yang mutlak diperlukan oleh seorang Waterbender. Siapa tahu Kania bahkan memiliki kemampuan untuk mengendalikan air :D

6. Indy Rahmawati (TV One) dan Eiko Carol (Final Fantasy IX)
blog-apa-aja.blogspot.com
Eiko merupakan satu-satunya "Summoner" yang tersisa dalam dunia Final Fantasy IX. "Summoner" adalah orang yang dikaruniai kemampuan khusus untuk memanggil Guardian Force (Roh Pelindung) dari dunia lain seperti Odin, Phoenix, Bahamut, Ifrit, ataupun Shiva. Yang paling mirip antara Indy dan Eiko adalah model rambutnya yang ujungnya melengkung ke depan. Selain itu, keduanya juga sama-sama lucu, imut, dan murah senyum.

7. Eva Julianti (Metro TV) dan Nico Robin (One Piece)
blog-apa-aja.blogspot.com
Tak seperti tokoh kartun wanita yang biasanya cerewet, cengeng, dan lemah; Nico Robin justru sangat cool, penuh pertimbangan dan sangat kuat. Karena telah memakan buah setan, Robin memiliki kemampuan untuk memperbanyak jumlah tangannya, memunculkan tangan-tangan itu dari dalam tanah, dan menggunakannya untuk mengalahkan musuh. Penampilan dan pembawaan Eva Julianti sangatlah mirip dengan Nico Robin, terutama saat Eva membawakan acara "Metro Realitas".

8. Rahma Sarita (TV One) dan Princess Jasmine (Aladdin)
blog-apa-aja.blogspot.com
Jasmine adalah seorang putri dari negara Arabia yang akhirnya jatuh cinta pada Aladdin. Selain memiliki wajah beraksen Arabic seperti Princess Jasmine, penampilan Rahma Sarita yang selalu berkesan anggun dan mewah membuatnya sangat layak untuk disejajarkan dengan seorang putri istana.

Sumber: http://terselubung.blogspot.com/2012/02/8-penyiar-berita-indonesia-yang-mirip.html