Showing posts with label pencak silat. Show all posts
Showing posts with label pencak silat. Show all posts

Wednesday, June 13, 2012

Introduction To Madjapahit Silat

 

Guru Suzanne Luna Spezzano adalah murid dari Dan Inosanto, praktisi beladiri tersohor asal Filipina yang menguasai berbagai ilmu beladiri, termasuk silat ala Filipina. 

Dalam video ini Anda bisa belajar bagaimana teknik Silat Madjapahit, mulai dasar hingga aplikasi berpasangan.

 CD 1
Chapter 1: Warm Up
Chapter 2: Ground Mobility and Evasion Techniques
Chapter 3: Ground Kicks
Chapter 4: Evasive Footwork
Chapter 5: Partner Kicking Drills
Chapter 6: Takedowns
 
CD 2:
Chapter 7: Ground vs Stand -Up
Chapter 8: Stand-Up vs Ground
Chapter 9: Takedown Sumbrada
Chapter 10: Silhig Series ( Backsweep)
Chapter 11: Karasak Series( Shield)
Chapter 12: Combinations

Harga 2 CD Rp 60 ribu
 


Thursday, January 12, 2012

Pukulan Cimande Pusaka

Cimande adalah salah satu aliran pencak silat Jawa Barat yang sangat terkenal, tidak hanya di Indonesia tapi juga mancanegara. Seperti halnya pencak silat Cimande, menjadi seni beladiri yang disukai masyarakat barat. Bahkan sudah banyak bule yang menjadi pelatih pencak silat, di antaranya William Sanders yang di video ini akan mengajarkan bagaimana jurus-jurus Cimande tersebut.

Video ini hanya bisa diputar di komputer. 
Harga Rp 30 ribu


Monday, December 26, 2011

Kalasag Kuntao Silat

 

Seni beladiri pencak silat juga berkembang di Filipina. Kabarnya, beladiri tersebut dibawa dari Indonesia. Seperti halnya Silat Kuntao yang diajarkan Roberto Torres dalam video terdiri 3 (tiga) volume. Volume pertama (Fundamental) mengajarkan teknik dasar, Volume kedua jurus (Sayas/Form) dan Volume ketiga (Buno/Grappling) teknik menjatuhkan lawan.

Harga 3 Volume Rp 90 ribu

 

Friday, June 10, 2011

Ground Combat Silat

  
Steven Benitez yang pernah belajar silat Sunda, Jawa dan Minang, kemudian meramu ketiga teknik silat tersebut dan mendirikan Perguruan Wali Songo. 
Dalam video ini, Benitez mengajarkan teknik-teknik silat dalam posisi di bawah (ground), mulai teknik dasar,  jurus, hingga aplikasinya.

Harga Rp 30 ribu
 

 

Wednesday, November 10, 2010

Pencak Silat Gagak Lumayung

Pencak Silat Gagak Lumayung adalahg salah satu perguruan pencak silat asal Jawa Barat. Video ini merupakan dokumenter Pergelaran Pencak Silat Gagak Lumayung dalam rangka memperingati ulang tahun perguruan tersebut.

Menarik untuk disimak, tentunya dapat menambah wawasan kita tentang seni budaya tradisional Indonesia.


Harga Rp 30 ribu
Silakan Pesan DI SINI


Monday, November 8, 2010

Pencak Silat Garis Paksi

Pencak Silat Garis Paksi adalah lembaga pewarisan dan pengembangan pencak silat khususnya aliran silat Jawa Barat dan Banten. Adalah Gending Raspuzi, praktisi pencak silat asal Bandung yang memotori lembaga pelestari budaya tradisional.

Dalam video ini, Kang Gending yang merupakan salah seorang pelopor majalah seni beladiri di Indonesia, memperkenalkan beberapa gerakan dasar pencak silat antara lain kuda-kuda, bentuk hindaran, tangkisan. Bagus dipelajari bagi mereka yang ingin mengenal tentang pencak silat.


Harganya cuma Rp 30 ribu
Silakan pesan di SINI 



Wednesday, October 20, 2010

Pencak Silat Introduction

Pencak silat sudah dikenal masyarakat dunia. Sebab itu tak heran jika sekarang sudah banyak orang luar Indonesia yang menguasai pencak silat. Para warga asing ini tidak hanya belajar tapi juga kembali mengajarkan pencak silat di negaranya, sehingga beladiri asli Indonesia ini semakin luas perkembangannya.

Nah, salah satu guru pencak silat tersebut adalah Bob Dubljanin, warga Jerman, yang pada video ini mengenalkan beberapa gerakan dasar pencak silat. Mulai dari gerak dasar, hingga aplikasi berpasangan. Tentunya video ini sangat bermanfaat bagi promosi pencak silat, khususnya di luar negeri.


Oke, video ini hanya seharga Rp 30 ribu
Klik saja Pesan di sini

Friday, October 1, 2010

BUNGA RAMPAI PENCAK SILAT

Trimakasih buat Bang Ochid untuk eBook-nya, semoga ini bisa menambah khasanah yang berharga buat Pecinta Seni Beladiri Indonesia.

***



Alhamdulilah, akhir nya eBook pertama saya selesai juga. eBook pencak silat ini berjudul BUNGA RAMPAI PENCAK SILAT, saya tujukan khusus nya bagi masyarakat umum yang ingin mengetahui apa dan bagaimana pencak silat. Bagi teman-teman penggiat silat, apalagi kalangan pendekar, tentu saja isi buku tidak terlalu diharapkan dapat menambah pengetahuan, sebab saya pun masih dalam tahap belajar. (Ochid - Aj)

DOWN LOAD GRATIS:
rasyid-aj.com atau www.waroengsilat.com

Thursday, August 12, 2010

Tangtungan Project: Nabila, None Jakarta dalam Pencak Silat Gerak Gulung Budidaya

"Gerakannya sederhana tapi mematikan..." Jakarta, kasakusuk.com

"Gerakannya sederhana tapi Mematikan..." Kalimat ini tercetus spontan dari mulut Nabila, finalis None Jakarte Utara 2010, saat berlatih Jurus Perempuan dari Perguruan Pencak Silat Gerak Gulung Budidaya selama tiga hari, sejak Sabtu hingga Senin (6 - 8/8) kemarin bersama Tangtungan Project dan rekan-rekan dari Perguruan Gerak Gulung Budidaya.

Tak mudah Bagi Tangtungan Project untuk mencari host bagi program dokumenter pencak silat tradisional ini. Tak banyak yang tertarik untuk mau menjadi host saat mengetahui bahwa program ini adalah mengenai pencak silat, dengan berbagai alasan mereka. Ada beberapa yang mau datang dan mencoba melihat bagaimana program ini sebenarnya, tapi kemudian menghilang tidak bisa dihubungi lagi.

Setelah diundur beberapa kali, di saat-saat terakhir akhirnya Tangtungan Project beruntung menemukan seseorang yang cocok dan tertarik menjadi host program ini. Nabila adalah seorang mahasiswi Arkeologi tingkat akhir Universitas Indonesia, mungkin hal ini pula yang menyebabkan ketertarikannya untuk mengetahui apakah sebenarnya pencak silat tradisional itu, apalagi setelah mengetahui bahwa Gerak Gulung Budidaya adalah salah satu amengan dari kerajaan Padjajaran.

Sangat menyenangkan bekerja dengan Nabila, tak ada satupun kata capai atau keluhan yang keluar dari mulutnya. Perempuan cantik ini tampak selalu bersemangat dan terus penasaran dengan jurus-jurus yang dilatihnya, setiap kali yang terlontar hanyalah kata-kata “kok bisa sih…?”

Beberapa kali di banting Nabila tidak pernah mengeluh dan langsung berdiri lagi. Bahkan lokasi pengambilan gambar yang sulit, menembus hutan kecil naik hingga ke puncak bukit, melalui sungai dengan batu-batu yang tajam tidak menyurutkan langkahnya, Nabila tidak pernah terlihat capai sekalipun. “Gile tuh perempuan…” tutur Eka Duyungson, salah satu rekan sambil berjalan terengah-engah. (arief baskoro/bam)


sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4986771

Wednesday, January 20, 2010

Karambit

Sudah pernah nonton film Merantau kan? Nah, Anda pasti ingat dengan senjata yang satu ini. Ya, dalam salah satu adegan, Iko Uwais yang berperan sebagai jagoan di film itu memperagakan teknik pencak silat menggunakan karambit.

Karambit adalah senjata tajam tradisional Indonesia yang sejak dulu dipelajari di sejumlah perguruan pencak silat tanah air. Bahkan beberapa perguruan silat negara tetangga, macam Malaysia dan Filipina juga memasukkan karambit dalam kurikulumnya.

Kali ini Steven Tarani, wong Bule dari Amrik, yang merupakan murid (alm) Herman Suwanda, guru pencak silat Mandemuda (Jawa Barat), memaparkan apa itu karambit dan bagaimana menggunakan senjata tersebut plus aplikasi dalam beladiri.

Terdiri 3 Volume
Harga Rp 90 ribu

Advance Combat Silat

Pencak silat sebagai warisan budaya nusantara, sudah dikenal di mancanegara. Salah satu bukti, bisa dilihat pada video ini.

Beberapa pesilat bule, didampingi seorang pesilat tanah air, memperagakan teknik pencak silat Minangkabau mulai dari gerak langkah sampai aplikasi beladiri.

Visualisasinya bagus dan menarik. Sangat pas bagi Anda yang ingin mempelajari pencak silat.


Mau lihat?
Video ini cuma Rp 30 ribu

Gratis ongkos kirim!
Silakan pesan di sini

Thursday, September 10, 2009

Silat Muslim Zulfikari

Silat muslim Zulfikari adalah seni beladiri yang dikembangkan Shaykh Taner Ansari, pemimpin tarikat Qadiri Rifai yang berpusat di Amerika Serikat. Shaykh Taner Ansari yang kelahiran Turki ini senang belajar ilmu sufi dan seni beladiri.

Soal beladiri, ia belajar hingga ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di pulau Jawa, khususnya Jawa Barat, ia mempelajari pencak silat aliran Cimande. Aliran inilah yang kemudian mendominasi gerakan Silat Muslim Zulfikari.

Perguruan Silat Zulfikari sendiri dibentuk sejak 2003 dengan dua pelatih utama Guru Mushtaq Ali and Guru Hassan Ali Brandt Smith. Nama Zulfikari diambil dari nama pedang Ali bin Ali Thalib, sahabat sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Catatan: video ini produk lama, jadi kualitas gambar tidak sejernih video produk baru.

Mau lihat bagaimana bentuk silat ini?
Harga VCD-nya cuma Rp 25 ribu.
Silakan pesan di sini

Pencak Silat Minangkabau

Pencak silat Minangkabau alias Silek Minang termasuk seni beladiri tua di Indonesia.
Dalam video ini Anda bisa melihat atraksi beladiri yang diperagakan sejumlah pesilat, baik peragaan tangan kosong maupun bersenjata.

Catatan: video ini bukan tutorial tetapi demonstrasi teknik, kualitas gambar lumayan.

Harga video cuma Rp 30 ribu
pesan di sini

Monday, September 7, 2009

Silat-Filipina

Silat Filipina. Mungkin begitu tepatnya. Seni beladiri ini bersumber dari beladiri tradisional Filipina dan pencak silat Indonesia. Kemudian menjadi salah satu khazanah seni beladiri di negara jiran tersebut.

Pada video ini diperagakan gerakan dasar silat dan teknik berpasangan untuk pembelaan diri. Menarik untuk disimak dan dipelajari.

Harga vcd Rp 30 ribu
Kalau mau pesan, klik di sini

Monday, August 31, 2009

Pencak Silat Mande Muda

Inilah salah satu perguruan pencak silat di Indonesia yang menembus tanah Amerika. Seni beladiri asal Jawa Barat beraliran Cikalong ini dikenalkan ke negeri Paman Sam oleh salah seorang generasi penerus Mande Muda, (alm) Herman Suwanda.

Pada video ini Guru Herman memperagakan teknik-teknik dasar Mande Muda beserta aplikasi untuk beladiri berpasangan. Dibuat di Indonesia namun dengan penjelasan lisan menggunakan bahasa Inggris, mungkin maksudnya sebagai media promosi dan pembelajaran di Amerika Serikat.

Meski Guru Herman meninggal dalam usia muda, namun Mande Muda telah dikenal banyak orang di luar negeri. Salah seorang penerusnya adalah sang istri yang asli Amerika Serikat.

Catatan: video ini produk lama jadi kualitas gambar tidak secerah produk baru.

Ingin belajar Pencak Silat Mande Muda? Videonya seharga Rp 25 ribu
Pesan langsung di sini

Tuesday, August 19, 2008

Sejarah Silat dan Peranannya Sebagai Alat Perjuangan Bangsa

Merdeka!! Dirgahayu Republik Indonesia !!

Pencak silat tidak diragukan lagi merupakan salah satu budaya bangsa yang sangat berperan dalam sejarah perjuangan bangsa ini dari sejak jaman kolonialisme sampai jaman perang kemerdekaan. Jaman dahulu Beladiri merupakan identitas suatu bangsa yang menunjukan kemampuan dan daya tahan bangsa itu ketika mengalami gangguan atau bahkan memperluas daerah kekuasaan


Awal mula
Sejarah mencatatat bahwa manusia mengembangkan kemampuan beladiri untuk bertahan hidup, kemampuan beladiri ini sudah ada sejak zaman dahulu kala. Beberapa aliran kuno di nusantara memiliki hikayat dan metos bagaimana aliran itu di ciptakan yang sebagian besar nenek moyang kita belajar beladiri kepada binatang atau mengikuti tingkah polah binatang (seperti pada mitos silat cimande, silat bawean, silat melayu). Sebagian besar di lukiskan belajar pada tingkah binatang seperti monyet, macan, ular dan burung.
Beladiri pada perkembangannya digunakan pula sebagai alat untuk memperluas kekuasaan dan mempertahankan kedaulatan kelompok masyarakat yang pada akhirnya pemahaman dan penguasaan beladiri dan kesaktian menjadi sarat untuk menentukan posisi sosial dan politik di masyarakat kala itu. Demikian pula dengan kerajaan - kerajaan di nusantara dimana beladiri ini di ajarkan di lingkungan terbatas dan tidak di ajarkan secara bebas kepada masyarakat umum.
Tercatat kerajaan kerajaan seperti Sriwijaya dan Majapahit kala itu memiliki bala tentara yang sangat cakap dalam berperang dan ahli dalam beladiri sehingga bisa memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas pada jamannya. Demikian pula dengan kerajaan Sunda Pajajaran yang tercatat pernah mengalami pertikaian dengan Majapahit pada kasus Puputan Bubat dimana tercatat dalam sejarah semua pengiring putri Pajajaran bertempur sampai darah penghabisan dengan menggunakan paling tidak 7 jurus silat yang di kuasai para pasukan Pajajaran kala pertempuran Bubat terjadi.


Pengajaran silat
Pencak silat mulai berkembang dan melembaga sebagai salah satu mata pelajaran pada masa itu hanya di ajarkan di lingkungan keraton dan lembaga mandala. Di keraton dan istana silat diajarkan pada lungkungan keluarga istana, penggawa sampai pasukan perang. Sedangakan di mandala, silat dan ilmu kebatinan di ajarkan para pendeta dan rohaniawan kala itu, rakyat jelata tidak bisa belajar beladiri begitu saja. Ada status social dan ada aturan yang membatasi penyebaran ilmu beladiri dan kanuragan pada masa itu.
Pada masa awal islam masuk ke bumi nusantara kebiasaan pengajaran beladiri di wiyatamanda ini dilanjutkan, dengan mengajarkan juga silat dan beladiri di lingkungan pesantren guna membantu penyebaran agama islam kala itu. Sehingga akhirnya rakyat bisa mendalami pencak silat ini dan peranan pesantren dan kerajaan islam kala itu sangat besar dalam membantu penyebaran silat di nusantara.
Kebiasaan ini melekat sampai sekarang, budaya solat dan silat masih di pegang teguh pada silat betawi dan Sumatra, kebiasaan berlatih silat di halaman surau setelah shalat isya sampai jam 24 malam menjadi hal yang biasa. Keterikatan antara guru dan murid disimbolkan dengan pengangkatan anak sasian pada silat minang, dimana murid di angkat sebagai anak dari guru. Istilah "lahir silat mencari kawan dan bathin silat mencari tuhan" menjadi sangat popular di tanah minang. Bahkan tinggal di surau dan bersilat sudah merupakan ‘Live Style' bagi para pemuda minang kala itu.

Masa kolonialisme
Silat mulai digunakan sebagai alat perjuangan ketika masa kolonialisme, dimulai dengan pengusiran pasukan Portugis dari Batavia oleh pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahilah, tercatat puluhan ribu pasukan dari mataram, Cirebon dan sekitarnya bergerak guna menghalau pasukan Portugis dari Batavia.
Belum lagi perjuangan masyarakat Banten dalam mengusir Belanda yang menghasilkan kebudayaan Debus. Kebudayaan ini dulu di gunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri pasukan Banten dalam melawan pasukan Belanda. Pertempuran antara Banten dan Belanda ini berakhir setelah Belanda melakukan politik adu domba yang mengakibatkan ratanya istana kerajaan Banten.
Perjuangan melawan kolonialisme tidak luput dari penggunakaan silat sebagai alat untuk membela bangsa kala itu, tercatat pertempuran yang paling besar dalam sejarah kolonialisme belanda adalah perang Diponegoro yang menyebabkan kebangkrutan dari VOC.
Kyai Mojo yang merupakan guru sekaligus penaset spiritual Pangeran Diponegoro berhasil ditangkap oleh Belanda dan di buang ke daerah Tondano di Sulawesi utara. Di Tondano ini beliau tinggal di daerah Jaton (Jawa Tondano) beserta para pengikutnya yang kemudian mengajarkan pelajaran agama dan beladiri pada masyarakat sekitar yang sampe saat ini masih dilestarikan dan dikenal dengan Silat Tondano yang sampai sekarang masih di kembangkan dengan nama "Perguruan Satria Kyai Maja".

Pada masa kolonialisme pengajaran silat di awasi dengan ketat karena di anggap membahayakan keberadaan penjajah kala itu, intelegen sangat memperhatikan siapa saja yang bisa silat dan mengajarkan silat kepada masyarakat dianggap membahayakan dan di jebloskan kepenjara. Ini sangat berpengaruh pada pola pengajaran pencak silat, sehingga pengajaran silat beladiri mulai sembunyi sembunyi dan biasanya di ajarkan dalam kelompok kecil dari rumah ke rumah pada malam hari.
Belanda juga memanfaatkan para jawara dan ahli silat yang mau bekerja sama dengan belanda untuk menjadi opas dan centeng guna menjaga kepentingan para meneer dan tuan tanah kala itu, sehingga tidak jarang terjadi pertikaian dan pertempuran antara para jawara silat ini dengan para pendekar pembela rakyat jelata. Kisah pitung menjadi satu legenda yang terkenal di masyarakat Betawi karena keberaniannya melawan para jawara dan kompeni guna membantu rakyat yang lemah.
Karena pengawasan sosial ini pulalah, maka mulailah di kembangkan silat seni dan ibingan, guna menutupi kesan silat sebagai beladiri, Atraksi ibingan silat ini sangat terkenal dan di tunggu tunggu oleh masyarakat. Orang bisa melihat atraksi silat di upacara perkawinan atau khitanan bahkan pasar malam tanpa di ganggu oleh pihak keamanan pada saat itu karena di anggap sebagai hiburan.
Disinilah mulai di kenal istilah silat kembagan (atau kembang) yang biasanya di tujukan pada silat ibingan dan silat buah yang di tujukan pada silat sebagai beladiri.

Kesadaran Nasionalisme
Dimulai dengan adanya kesadaran politik baru pada awal abad XX dan kebijaksanaan belanda yaitu Etische politiek, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat lewat berbagai program khususnya pendidikan, Peningkatan peranan desa dan di bentuknya polisi desa. Memilik pengaruh pada pola pengajaran silat pada masa itu, silat sudah mulai di ajarkan di sekolah sekolah dasar (desascholen), bahkan kalangan yang dekat dengan belanda seperti priyayi, amtenaren, KNIL bahkan marechausse pasukan khusus Belanda kala itu.
Berjalan dengan timbulnya rasa nasionalisme, maka timbul pula pertetangan di kalangan para pengajar pencak silat (perguruan) pada saat itu tentang siapakah yang berhak mempelajari silat ini. Bolehkah silat di ajarkan pada kaum bangsawan, amtenaren atau hanya untuk bumi putra? Kesadaran akan nasionalisme ini semakin menguat ketika pada tahun 1915 di buka kesempatan untuk mendirikan organisasi politik bagi kalangan bumi putra, pengajaran silat menjadi salah satu materi yang diajarkan di setiap organisasi ini. Seperti pada perkembangan awal Syarikat Islam di daerah Jawa yang diikuti oleh berdirinya persaudaraan Setya Hati oleh Ki Ngabehi Surodiwiryo yang menyebabkan Belanda sangat mengawasi perkembangan perguruan ini karena memiliki pengikut dan murid yang banyak sekali. Ki Ngabehi Surodiwiryo ini melatih para murid MULO yang pada akhirnya banyak yang menjadi tokoh nasionalis.
Termasuk juga mantan Presiden Sukarno yang Tercatat pernah belajar silat kepada Ua Nampon di Bandung, ini menunjukkan betapa silat sangat berperan dalam meningkatkan rasa kepercayaan diri dan keberanian dalam membela kebenaran.


Masa Penjajahan Jepang
Pada masa penjajahan jepang mulanya menghawatirkan silat di gunakan untuk melawan jepang, namun ternyata tidak di semua tempat terjadi perlawanan terhadap Jepang (sang saudara tua). Akibatnya silat berkembang cukup baik di beberapa daerah bahkan pemerintah jepang yang pada saat itu selain membawa budaya beladirinya ke tanah air seperti karate, judo dan jujitsu. Mereka belajar silat dari para pendekar kita sehingga terjadi pertukaran budaya. Tentara PETA (pemuda pembela tanah air) di ajarkan beladiri Jepang guna berperang melawan Sekutu. Silat mengalami masa militerisasi karena menjadi bagian dari pendidikan militer. Pengajaran silat dilakukan kepada tentara Dai Nippon dan pasukan peta dengan disiplin militer yang sangat ketat.


Masa Perjuangan Kemerdekaan
Silat menjadi bagian yang tidak bisa di pisahkan dalam perang fisik melawan Sekutu dan Jepang, Sebagai salah satu contoh adalah hasil pendidikan PETA yang dienyam oleh I Gusti Ngurah Rai selama pendidikan di Jawa Barat yang kemudian di ajarkan secara sembunyi - sembunyi kepada pasukannya, pendidikan silat ini sangat berpengaruh dalam perjuangan bahkan pada bentuk silat khas Bali. Silat Bali sekarang banyak di pengaruhi oleh aliran silat dari Jawa Barat.
Pasukan Hisbullah yang di bentuk di pesantren Buntet Cirebon selain mendapatkan pelatihan yang berat selama Pendidikan PETA, para tokoh ulama dan jawara pergabung dalam pasukan ini guna melawan penjajahan Belanda. Pasukan Hisbullah yang di kenal dengan pasukan Hizbullah Resimen XII Divisi I Syarif Hidayat ikut juga bertempur pada tanggal 10 November di Surabaya, dan berperan serta aktif ketika terjadi gencatan senjata dalam perjanjian Renville.

Penutup
Demikian sekilas tentang perkembangan silat dan kaitannya dalam perjuangan bangsa, masih banyak lagi peranan silat dalam membangkitkan semangat juang para pejuang dan pendekar dalam membela kemerdekaan bangsa ini semasa revolusi fisik dulu. Mudah mudahan tulisan ini membangkitkan rasa nasionalisme dan kecintaan pada budaya tanah air khususnya silat yang merupakan warisan luhur dari budaya bangsa kita.


tulisan ini sudah di muat juga di
- http://www.nagapasa.multiply.com/
- http://www.wikimu.com/

KESAN NEGATIF PENCAK SILAT??

Merdeka!! Dirgahayu Republik Indonesia !!

Saya kerap mendapatkan pertanyaan menyangkut Pencak Silat, yang menurut saya seolah telah menjadi anggapan umum dan menjelma menjadi image yang melekat pada Pencak Silat. Tulisan berikut ini mencoba menjelaskan dan berusaha menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut.

1. Pencak Silat = mistik, gaib dan tidak ilmiah?

Pertanyaan pertama yang sering dilontarkan adalah : mengapa pencak silat kental sekali nuansa mistiknya? Apakah pencak silat, atau belajar silat harus mengikuti program mistikisasi juga?

Jawaban saya adalah tegas : TIDAK! Silat adalah silat; mistik/ilmu gaib adalah soal lain lagi. Kalau kita berbicara tentang silat, maka yang kita bicarakan adalah teknik-teknik jurus, langkah, menyerang dan bertahan. Semua itu sangat, sangat jelas dan kasat mata. Silat adalah permainan fisik, satu-satu nya unsur kebatinan di dalam silat adalah melatih hati nurani untuk selalu rendah hati, tidak sombong, dan mendekatkan diri pada sang pencipta serta tentu saja mempererat silaturahmi. Unsur-unsur yang terkandung dalam pencak silat adalah gerakan fisik (di sini kita berbicara tentang jurus/olah gerak). Mulai pertama kali kita belajar silat, yang kita latih adalah gerak badan secara menyeluruh. Melatih langkah dan jurus agar lincah dan refleks, melatih kuda-kuda agar kokoh, melatih aplikasi untuk bertahan dan menyerang. Bahkan melatih pernafasan untuk membangkitkan tenaga (dasar) dan/atau menguatkan otot-otot tubuh adalah aktivitas fisik semata.

Lalu kenapa cap mistik melekat di silat?

Apakah karena adanya pesilat yang kebal? Debus?

Pukulan yang bisa menghanguskan musuh, dll?

Semua hal tersebut jelas-jelas bukan pencak silat. Kemampuan itu dilatih tersendiri bagi yang berminta menguasainya. Bukankah hal-hal yang beraroma mistik/metafisika juga terdapat di negara lain..?

Sekali lagi, pencak silat sama sekali bukan mistik. Kemampuan seorang pesilat yang bisa mengalahkan musuh (dalam pertarungan bebas) dengat sangat cepat dan mudah, sehingga seolah-olah seperti hipnotis/ilmu gaib, disebabkan pesilat tersebut telah mencapai taraf yang sangat tinggi dalam ilmu nya bukan karena mistik nya. Semua itu bisa dicapai asalkan kita berlatih dengan ikhlas dan tekun.


2. Pencak Silat identik dengan kekerasan?

Saya sama sekali tidak mengerti dengan pertanyaan ini, dan dari mana asal muasal nya. Terakhir kali pertanyaan ini diajukan pada waktu saya diwawancarai oleh salah satu penyiar radio swasta di Jakarta.

Jawaban saya singkat dan sederhana saja : adakah satu jenis bela diri di dunia ini yang tidak menggunakan kekerasan? Walaupun gerakan jurus Tai Chi begitu lemah gemulai, siapa yang menyangkal efek dari pukulannya yang bisa mematikan. Begitu juga dengan Aikido yang menitikberatkan pada unsur pengalihan tenaga lawan dan menjatuhkan lawan, tetap saja kental nuansa kekerasannya dan bisa mematikan. Hal yang sama berlaku untuk semua jenis bela diri, tak terkecuali pencak silat. Jadi sepanjang masih disebut ilmu bela diri, unsur kekerasan nya adalah pasti ada.

3. Pencak Silat kampungan?

Siapapun orang nya yang menekuni pencak silat tradisional pasti mahfum bahwa pencak silat bukan lahir di perkotaan modern dan baru-baru saja di abad millenium ini. Pencak silat telah berusia berabad-abad dan lahir dari olah cipta, karsa dan rasa yang sangat kental dengan nilai-nilai luhur budaya tradisional nenek moyang kita. Nilai-nilai, kaedah, dan filosofi silat tidak bisa begitu saja di modern kan mengikuti perkembangan jaman. Kesan kampungan ini tidak bisa dielakan bila sudut pandang kita terpaku pada kisah masa lalu, dongeng-dongeng dan tayangan film atau sinetron. Bahwa orang yang berlatih pencak silat terkesan kumuh, seragam hitam-hitam yang menyeramkan dan kadang bertelanjang dada sudah tidak relevan lagi untuk saat ini. Perguruan-perguruan silat yang lahir sejak jaman kemerdekaan hingga saat ini telah memakai seragam yang beraneka warna, desain yang menarik dan berlatih di tempat terbuka pada pagi dan siang/sore hari.

Kalau masih terkesan kampungan juga, itu hanya cap yang dipaksakan untuk merendahkan nilai pencak silat. Sebagai bagian dari seni dan budaya tradisional, Pencak silat hidup subur di kampung-kampung, atau desa-desa. Masyarakat berlatih silat, mendalami nilai-nilai luhur pencak silat, kaedah dan filosofi silat apakah itu kampungan??

Komunitas Sahabat Silat yang bernaung dalam Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia adalah para penggila silat yang mempunyai misi mengembangkan dan melestarikan silat tradisional Indonesia. Menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam nya. Mereka terdiri dari berbagai macam profesi, ada seniman, profesional, usahawan, wartawan, Pegawai Negeri, dan lain-lain. Mereka berpakaian rapi bahkan kadang berlatih silat dengan kostum warna-warni, hem dan pantalon, celana training dan kaos/T-shirt. Jauh sekali dari kesan norak dan kampungan.


Sekian,

Wassalam


Tulisan ini diambil dari Blog seorang Sahabat Silat: princeofbatavia.multiply.com
trimakasih sebesar2nya buat Gan Ochid....

Tuesday, June 3, 2008

Silaturahmi antar perguruan pencak silat di Batam

Setelah beberapa kali mengadakan kegiatan latihan bersama dengan perguruan pencak silat lain, Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Batam mengundang beberapa perguruan pencak silat yang ada di Kota Batam dalam acara silaturahmi bertempat di rumah Sekretaris Pengcab Perisai Diri Batam pada hari Minggu tanggal 30 Maret 2008. Acara ini dihadiri beberapa perwakilan perguruan pencak silat, diantaranya yaitu Perisai Diri, Tapak Suci, Asad, Pagar Nusa, Bintang Surya, Himssi, Satria Muda Indonesia dan Setia Hati Terate. Kalau latihan bersama yang telah dilaksanakan sebelumnya hanya diikuti dua perguruan pencak silat saja, maka direncanakan latihan bersama mendatang dapat diikuti oleh banyak perguruan pencak silat sekaligus.



Sebagaimana yang diinformasikan oleh Sekretaris Pengcab IPSI Batam dalam pertemuan tersebut, perguruan pencak silat yang telah terdaftar di IPSI Cabang Batam ada 24, yaitu :
1. Perisai Diri
2. Himssi
3. Asad
4. Setia Hati Terate
5. Setia Hati Organisasi
6. Satria Muda Indonesia
7. Pagar Nusa
8. Bintang Surya
9. Cempaka Putih
10. Domas
11. Merpati Putih
12. Pandawa
13. Dikapasita
14. Walet Putih
15. Kera Sakti
16. Tapak Suci
17. Sapu Jagad
18. Telago Biru
19. Empat Bambu
20. Sport Silat
21. Budi Suci Ranah Minang
22. Budi Suci Melati
23. Budi Suci Asmaul Husnah
24. Silaturahmi

Selain untuk menambah wawasan dan mempererat tali persaudaraan antara sesama pesilat, latihan bersama yang direncanakan akan diadakan sebulan sekali ini juga menjadi sarana silaturahmi dan koordinasi bagi para pengurus perguruan pencak silat yang ada di Kota Batam. Pertukaran informasi diharapkan menjadi lebih mudah dengan pertemuan yang dilaksanakan secara rutin dan periodik seperti ini. Diusulkan juga untuk mengajarkan rangkaian gerak TGR (Tunggal, Ganda dan Regu) kepada para pesilat.

Selain membahas latihan bersama, Sekretaris Pengcab IPSI Batam yang turut hadir dalam pertemuan ini menginformasikan bahwa akan segera diadakan Muscab III 2008 IPSI Kota Batam yang diagendakan pada akhir bulan April 2008. Selain memilih dan menetapkan Ketua Pengcab IPSI Batam masa bakti 2008-2012, dalam Muscab nanti juga akan dibahas rencana realisasi padepokan pencak silat di Batam. Agenda Musda IPSI Kepulauan Riau direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Nopember 2008 mendatang.

Selain Muscab dan Musda, agenda kegiatan pencak silat tahun 2008 yang belum dilaksanakan antara lain yaitu penataran wasit-juri, kejuaraan pencak silat Sijori (Singapore, Johor dan Riau), Popda Kepulauan Riau, dan sebagainya. Seorang atlet silat Perisai Diri dari SMP Al-Azhar yang meraih Juara I Kelas C Putra dalam seleksi Popda di even Kejuaraan Pencak Silat Pelajar se-Kota Batam yang diadakan di SMAN 3 Batam pada tanggal 16-17 Februari 2008 yang lalu, akan diterjunkan dalam Popda Kepulauan Riau yang akan digelar di Kota Tanjungpinang pada bulan Juli 2008 mendatang. (forsilatbatam)


Wednesday, April 30, 2008

Pendekar Perempuan dari Tanah Pasundan




Sekilas tak ada yang istimewa pada sosok nenek ini. Tua, ringkih, dan terkesan sudah tak bertenaga. Namun, jangan salah sangka nama perempuan tua itu sudah tersohor di jagat persilatan sebagai pendekar besar. Dia adalah Raden Eni Rukmini Sekar Ningrat, guru besar Perguruan Pencak Silat Panglipur.


Di balik ketuaanya Eni Rukmini masih menyimpan tenaga seorang pendekar pencak silat. Ia pun tak pernah gentar jika harus berhadapan dengan orang muda. Menurut Eni Rukmini, kepada SCTV yang menemuinya belum lama berselang, makna dari kekuatan pencak silat bukan pada tenaga besar namun pada rasa.

Sebagai seorang guru besar pencak silat, Eni Rukmini memang memiliki latar belakang keluarga pendekar. Ayahnya adalah Abah Aleh, pendiri dan pencipta jurus jurus ampuh pencak silat panglipur. Ia mulai dipercaya memimpin perguruan pada 1950. Saat itu sang ayahanda berpandangan dibalik kelembutan dan kecantikan anak bungsunya tersimpan potensi luar biasa dalam hal ilmu pencak silat dan ilmu kepemimpinan.

Pandangan Abah Aleh ternyata benar. Dibawah kepemimpinan Eni Rukmini, Perguruan Pencak Silat Panglipur semakin berkembang pesat. Bahkan dikenal hingga ke mancanegara. Karena itu tak sedikit warga negara asing berguru kepadanya.

Kini usia Eni Rukmini telah mencapai 93 tahun. Itu artinya ia telah memimpin Perguruan Pencak Silat Panglipur selama 58 tahun. Baginya pencak silat adalah tarikan dan hembusan napas. Pencak silat adalah desiran aliran darah ditubuhnya dan jurus jurus panglipur adalah denyut nadinya.

Karena itu pula Eni Rukmini tak pernah merasa lelah untuk menurunkan ilmunya. Ia tak segan turun sendiri ke padepokan sederhananya hanya untuk menyaksikan dan memastikan anak didiknya telah berlatih dengan tekun. Ada harapan besar dijiwanya. Harapan tentang makna jiwa kesatria, jiwa kasih sayang, dan jiwa pengabdian. Dan harapan ini ia tumpukan pada murid-murid perguruannya. Di usia yang telah senja Eni Rukmini mengaku hanya ingin berbuat sesuatu yang bisa memberi arti tentang pewarisan nilai nilai kebajikan dan warisan budaya

Sumber: SCTV - puterapanas

Thursday, April 24, 2008

Ini Betawi Punye Silat

BERBICARA mengenai cabang olahraga pencak silat, Jakarta dikenal sebagai gudangnya. Sejak dahulu di Jakarta banyak ditemukan alairan-aliran pencak silat yang sangat popular di penjuru Nusantara, bahkan dunia.

Salah seorang legenda pesilat (jawara) Betawi yang selalu menjadi buah bibir masyarakat adalah Si Pitung, jagoan yang antikolonialisme.

Mengenang pencak silat Betawi tidak terlepas dari sejarah perkembangan dan dinamika Jakarta tempo doeloe. Sejak dahulu Jakarta sudah menjadi kota kosmopolitan tempat di mana pertemuan berbagai ragam budaya, suku bangsa, hingga bangsa lain seperti Arab, Melayu, India, China, Portugal, Belanda, dan lain-lainnya.

Sejak Sunda Kelapa dikuasai oleh pasukan Demak yang dipimpin Fatahillah (1527), lahirlah Jayakarta, yang saat ini setiap tahun diperingati sebagai hari jadi kota Jakarta pada tanggal 22 Juni. Perjalanan panjang sejarah Jakarta berimpilikasi pada masyarakat yang mendiaminya.

Menurut Antropolog Universitas Indonesia, Yasmin Zaki Shahab, diperkirakan etnis Betawi terbentuk sekitar tahun 1815-1893. Oleh sebab itu orang Betawi sebenarnya terhitung sebagai pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lainnya yang sudah terlebih dahulu hidup di Jakarta seperti orang Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, dan Melayu.

Betawi memang terkenal dengan tokoh-tokoh persilatan hingga aliran jurus (maenan) yang digunakan seperti Cingkrik, Gie Sau, Beksi, Kelabang Nyebrang dan merak Ngigel, Naga Ngerem, dan sebagainya.

Keragaman aliran silat Betawi turut diwarnai oleh latarbelakang silat dari daerah lain, seperti silat aliran Sahbandar, Kuntao (China) dan beberapa aliran silat dari Sunda. Proses asimilasi mendapatkan nama aliran ataupun perkumpulan baru. Nampaknya ciri khas dan latar belakang betawi tetap kuat mewarnai gerakan jurus-jurusnya.

Seperti Mustika Kwitang yang berdiri Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, salah satu tokohnya adalah H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Ilmu silat Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria.

Akulturasi Ilmu Silat dari China dengan Betawi bukan hal yang aneh misalnya silat Beksi, atau bek (Pertahanan) dan Sie (Empat) yang artinya pertahanan empat arah. Tiga pendekar Beksi (H Gozali, H Hasbullah, dan H Nali) dan seorang China bernama Ceng Ok, mengembangkannya di Betawi (Jakarta). Diperkiraan, aliran Beksi merupakan Silat Betawi yang paling luas penyebarannya di Jakarta saat ini.

Kemajemukan ini pula yang menyebabkan terjadinya pertukaran seni, budaya, adat istiadat hingga ilmu bela diri yang berkembang saat itu atau yang lebih populer dengan istilah "Maen Pukulan" (silat).

Silat diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16 di mana masyarakat setempat (Jayakarta) pada masa itu sering mempertunjukkan seni silat di saat pesta perkawinan atau khitanan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa silat tidak hanya berfungsi sebagai ilmu bela diri namun sudah menjadi suatu produk sosial, seni budaya yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

Pencak Silat telah mewarnai kehidupan masyarakat Betawi, di mana silat atau maen pukulan adalah hal yang wajib dipelajari. Silat Betawi terkenal dengan aliran-alirannya yang merunut pada asal kampung atau daerah perkembangannya.

Hal ini menurut antropolog Parsudi Suparlan, "bahwa masyarakat betawi dalam pergaulannya sehari-hari, lebih sering menyebut dirinya berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, orang Tanahabang, atau orang Rawabelong".

Karena pada saat itu, kesadaran sebagai masyarakat Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu belum begitu mengakar. Baru pada tahun 1923 Moh Husni Thamrin dan tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkumpulan Kaum Betawi di masa Hindia Belanda, menyadarkan segenap orang Betawi sebagai sebuah golongan (kelompok etnis sebagai satuan sosial dan politik yang lebih luas) sebagai golongan orang Betawi.

Betawi memang dikenal memiliki banyak cerita dan kenangan di dunia pencak silat. Konon kabarnya di Jakarta terdapat ratusan aliran silat. Si Pitung atau Sabeni dari Tanahabang hanyalah dua kisah dari sekian banyak legenda superioritas jawara-jawara Betawi zaman silam. Di tengah-tengah masyarakat Betawi pun muncul semacam keyakinan, bahwa memperdalam pencak silat adalah salah satu upaya memelihara warisan leluhur.

Si Pitung yang menjadi kisah heroisme jawara Betawi zaman silam adalah pesilat dari aliran Cingkrik (www.silatindonesia.com). Pitung berasal dari kampung Rawabelong, Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, belajar silat dan mengaji dari H Naipin.

Kepandaiannya bermain silat menjadikan Pitung cukup terkenal karena keberaniannya untuk membela rakyat kecil, dengan cara "merampok" orang Belanda. Pitung memberikan hasil rampasannya tersebut kepada orang-orang miskin yang membutuhkan.

Demikian dikemukakan Margreet van Till (Belanda) dalam makalah/disertasinya, In Search of si Pitung, the History of an Indonesia Legend (1996), sepak terjang Pitung menjadikan dia sebagai incaran Belanda. Karena penghianatan kawan seperguruannya, Pitung ditembak mati oleh Schout Van Hinne terjadi pada 16 Oktober 1893. Ia lalu dibawa ke rumah sakit dan esoknya meninggal dunia (17 Oktober).

Beritanya dimuat dalam Hindia Olanda (edisi 18 Oktober 1893), pada usia yang muda, sehingga menurut cerita, Pitung belum sempat berkeluarga.

Kisah Pitung adalah kisah jawara aliran silat Cingkrik Betawi. Konon, selain Cingkrik, Betawi juga masih memiliki sekitar 300 aliran silat. Namun data yang kini terdapat di PPS Putra Betawi dari ratusan aliran silat Betawi, kini hanya tersisa 50 aliran. Cingkrik adalah salah satu yang masih bertahan.

Permainan silat Cingkrik dikenal dengan cukup khas sebagai silat betawi pada umumnya. Perkembangan silat cingkrik ini pun telah membias ke pelosok-pelosok kampung Betawi, sehingga aliran ini memiliki banyak turunannya (aliran).

Salah satu turunan antara cingkrik dan Cimande adalah aliran Cingkrik Goning, yang merupakan silat Betawi warisan dari Engkong Goning yang merupakan pejuang kemerdekaan dari wilayah Kedoya.

Ilmunya kemudian diturunkan kepada Usup Utay, yang kemudian menurunkan kepada mantunya yaitu Tb Bambang. Silat Cingkrik secara umum terbagi dua, yaitu Cingkrik Goning dan Cingkrik Sinan. Perbedaannya ialah Cingkrik Sinan menggunakan "ilmu kontak" sementara Cingkrik Goning hanya mengandalkan kelincahan fisik. Cingkrik selalu berusaha untuk masuk dan mengunci lawan, jadi tidak banyak berlama-lama bertukar pukulan atau tendangan.

Cingkrik sangat mengandalkan kekuatan tenaga dalam. Salah satu aliran silat tertua di Betawi ini bernaung di bawah organisasi silat Persatuan Pencak Silat (PPS) Putra Betawi, organisasi yang didirikan pada tahun 1972.

Gagasan membentuk wadah bagi silat aliran betawi muncul dengan tujuan mempersatukan pesilat Betawi. Wadah ini menjadi semacam forum komunikasi bagi pesilat Betawi, agar dapat terus mempertahankan warisan budaya leluhur tersebut.

Menurut data dari Silat Indonesia.com, saat ini terdapat lebih 50 aliran atau perguruan silat yang bernapaskan silat Betawi, dan memang tidak semua aliran silat ini bisa dijangkau seketika. Harus ada proses sosialisasi dan pendekatan yang berkelanjutan, inipun beberapa silat yang bernaung dibawah Putra Betawi mulai menghilang dari Jakarta.

Proses penelusuran guna menghidupkan beberapa perguruan dilakukan melalui beberapa cara, antara lain Kejuaraan Internal Silat Betawi dan melalui Festival Silat Betawi. Tujuannya adalah untuk memantau perkembangan silat betawi agar tetap hidup walaupun tidak sepopuler pada masa lalu. (yanweka-silatindonesia.com)