Showing posts with label Uang. Show all posts
Showing posts with label Uang. Show all posts

Tuesday, October 2, 2012

10 Mata Uang Tertua di Indonesia

1. Uang Syailendra (850 M)

Mata uang Indonesia dicetak pertama kali sekitar tahun 850/860 Masehi, yaitu pada masa kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah. Koin-koin tersebut dicetak dalam dua jenis bahan emas dan perak, mempunyai berat yang sama, dan mempunyai beberapa nominal :
* Masa (Ma), berat 2.40 gram; sama dengan 2 Atak atau 4 Kupang
* Atak, berat 1.20 gram; sama dengan ½ Masa, atau 2 Kupang
* Kupang (Ku), berat 0.60 gram; sama dengan ¼ Masa atau ½ Atak

Sebenarnya masih ada satuan yang lebih kecil lagi, yaitu ½ Kupang (0.30 gram) dan 1 Saga (0,119 gram).
Koin emas zaman Syailendra berbentuk kecil seperti kotak, dimana koin dengan satuan terbesar (Masa) berukuran 6 x 6/7 mm saja. Pada bagian depannya terdapat huruf Devanagari “Ta”. Di belakangnya terdapat incuse (lekukan ke dalam) yang dibagi dalam dua bagian, masing-masing terdapat semacam bulatan. Dalam bahasa numismatik, pola ini dinamakan “Sesame Seed”.
Sedangkan koin perak Masa mempunyai diameter antara 9-10 mm. Pada bagian muka dicetak huruf Devanagari “Ma” (singkatan dari Masa), dan di bagian belakangnya terdapat incuse dengan pola “Bunga Cendana”.

2. Uang Krishnala, Kerajaan Jenggala (1042-1130 M)

Pada zaman Daha dan Jenggala, uang-uang emas dan perak tetap dicetak dengan berat standar, walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya. Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi bundar, sedangkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung, dengan diameter antara 13-14 mm.

Pada waktu itu uang kepeng Cina datang begitu besar, sehingga saking banyaknya jumlah yang beredar, akhirnya dipakai secara “resmi” sebagai alat pembayaran, menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak.

3. Uang "Ma", (Abad ke-12)


Mata uang Jawa dari emas dan perak yang ditemukan kembali, termasuk di situs kota Majapahit, kebanyakan berupa uang “Ma”, (singkatan dari māsa) dalam huruf Nagari atau Siddham, kadang kala dalam huruf Jawa Kuno. Di samping itu beredar juga mata uang emas dan perak dengan satuan tahil, yang ditemukan kembali berupa uang emas dengan tulisan ta dalam huruf Nagari. Kedua jenis mata uang tersebut memiliki berat yang sama, yaitu antara 2,4 – 2,5 gram.

Selain itu masih ada beberapa mata uang emas dan perak berbentuk segiempat, ½ atau ¼ lingkaran, trapesium, segitiga, bahkan tak beraturan sama sekali. Uang ini terkesan dibuat apa adanya, berupa potongan-potongan logam kasar; yang dipentingkan di sini adalah sekedar cap yang menunjukkan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Tanda tera atau cap pada uang-uang tersebut berupa gambar sebuah jambangan dan tiga tangkai tumbuhan atau kuncup bunga (teratai?) dalam bidang lingkaran atau segiempat. Jika dikaitkan dengan kronik Cina dari zaman Dinasti Song (960 – 1279) yang memberitakan bahwa di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang, mungkin itulah yang dimaksud.

4. Uang Gobog Wayang, Kerajaan Majapahit (Abad k-13)

pada zaman Majapahit ini dikenal koin-koin yang disebut “Gobog Wayang”, dimana untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Thomas Raffles, dalam bukunya The History of Java. Bentuknya bulat dengan lubang tengah karena pengaruh dari koin cash dari Cina, ataupun koin-koin serupa yang berasal dari Cina atau Jepang. Koin gobog wayang adalah asli buatan lokal, namun tidak digunakan sebagai alat tukar. Sebenarnya koin-koin ini digunakan untuk persembahan di kuil-kuil seperti yang dilakukan di Cina ataupun di Jepang sehingga disebut sebagai koin-koin kuil. Setelah redup dan runtuhnya kerajaan Majapahit di Jawa Timur (1528), Banten di Jawa bagian barat muncul sebagai kota dagang yang semakin ramai.

5. Uang Dirham, Kerajaan Samudra Pasai (1297 M)

Mata uang emas dari Kerajaan Samudra Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad yang berkuasa sekitar 1297-1326. Mata uangnya disebut Dirham atau Mas, dan mempunyai standar berat 0,60 gram (berat standar Kupang). Namun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 Kupang atau 3 Saga). Uang Mas Pasai mempunyai diameter 10–11 mm, sedangkan yang setengah Mas berdiameter 6 mm. Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar “Malik az-Zahir” atau “Malik at-Tahir”.

6. Uang Kampua, Kerajaan Buton (Abad ke-14)


Uang yang sangat unik,yang dinamakan Kampua dengan bahan kain tenun ini merupakan satu-satunya yang pernah beredar di Indonesia. Menurut cerita rakyat Buton, Kampua pertamakali diperkenalkan oleh Bulawambona,yaitu Ratu kerajaan Buton yang kedua,yang memerintaha sekitar abad XIV. Setelah ratu meninggal,lalu diadakan suatu “pasar” sebagai tanda peringatan atas jasa-jasanya bagi kerajaan Buton. Pada pasar tersebut orang yang berjualan engambil tempat dengan mengelilingi makam Ratu Bulawambona. Setelah selesai berjualan,para pedagang memberikan suatu upetiyang ditaruh diatas makam tersebut,yang nantinya akan masuk ke kas kerajaan. Cara berjualan ini akhirnya menjadi suatu tradisi bagi masyarakat Buton,bahkan sampai dengan tahun 1940.

7. Uang Kasha Banten, Kesultanan Banten (Abad ke-15)

Mata-uang dari Kesultanan banten pertama kali dibuat sekitar 1550-1596 Masehi. Bentuk koin Banten mengambil pola dari koin cash Cina yaitu dengan lubang di tengah, dengan ciri khasnya 6 segi pada lubang tengahnya (heksagonal). Inskripsi pada bagian muka pada mulanya dalam bahasa Jawa: “Pangeran Ratu”. Namun setelah mengakarnya agama Islam di Banten, inskripsi diganti dalam bahasa Arab, “Pangeran Ratu Ing Banten”. Terdapat beberapa jenis mata-uang lainnya yang dicetak oleh Sultan-sultan Banten, baik dari tembaga ataupun dari timah, seperti yang ditemukan pada akhir-akhir ini.

8. Uang Jinggara, Kerajaan Gowa (Abad ke-16)

Di daerah Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, berdiri kerajaan Gowa dan Buton. Kerajaan Gowa pernah mengedarkan mata uang dan emas yang disebut jingara, salah satunya dikeluarkan atas nama Sultan Hasanuddin, raja Gowa yang memerintah dalam tahun 1653-1669. Di samping itu beredar juga uang dan bahan campuran timah dan tembaga, disebut kupa.

9. Uang Picis, Kesultanan Cirebon (1710 M)

Sultan yang memerintah kerajaan Cirebon pernah mengedarkan mata uang yang pembuatannya dipercayakan kepada seorang Cina. Uang timah yang amat tipis dan mudah pecah ini berlubang segi empat atau bundar di tengahnya, disebut picis, dibuat sekitar abad ke-17. Sekeliling lubang ada tulisan Cina atau tulisan berhuruf Latin berbunyi CHERIBON.

10. Uang Real Batu, Kesultanan Sumenep (1730 M)

Kerajaan Sumenep di Madura mengedarkan mata uang yang berasal dari uang-uang asing yang kemudian diberi cap bertulisan Arab berbunyi ‘sumanap’ sebagai tanda pengesahan. Uang kerajaan Sumenep yang berasal dari uang Spanyol disebut juga real batu karena bentuknya yang tidak beraturan. Dulunya uang perak ini banyak beredar di Mexico yang kemudian beredar juga di Filipina (jajahan Spanyol). Di negeri asalnya uang mi bernilai 8 Reales. Selain uang real Mexico, kerajaan Sumenep juga memanfaatkan uang gulden Belanda dan uang thaler Austria.

Baca juga: 10 Negara Dengan Mata Uang Berangka Tertinggi dan 5 Bank Paling Tua Di Dunia

Wednesday, April 11, 2012

10 Negara Dengan Mata Uang Berangka Tertinggi

Bisakah anda bayangkan, berapa angka nol yang dimiliki oleh mata uang dengan denominasi (angka tertera) paling tinggi di dunia? Anda bisa mengetahui lewat artikel saya mengenai sepuluh negara di dunia dengan mata uang ber angka tertinggi sepanjang sejarah uang di dunia. Nilai angkanya sangat fantastis, mata uang terendah dari 10 negara ini saja masih memiliki 8 delapan angka nol di uang kertasnya. Hal ini bisa terjadi karena negara-negara tersebut mengalami krisis ekonomi superhebat alias hiper inflasi. Nilai angkanya yang begitu begitu besar membuat mata uang mata uang berikut ini akhirnya menjadi koleksi yang berharga bagi kolektor mata uang seluruh dunia, silahkan di baca….

10. Bosnia
Seratus Juta Dinara

Bosnia Herzegovina mengumumkan kemerdekaannya dari Yugoslavia di bulan Maret 1992, dan mengeluarkan mata uang perdananya berupa Dinara yang berbeda dari Dinara Yugoslavia di bulan July 1992. Mata uang ber anngka tertingginya adalah 100,000,000 Dinara.

9. China
Enam Milyar Yuan

Republik Rakyat China mengalami masa inflasi terparah pada tahun 1948-49. Memaksa bank sentral dari sebuah wilayah regionalnya yaitu provinsi Xinjiang mengeluarkan mata uang ber angka 6,000,000,000 Yuan pada tahun 1949.

8. Danzig
Sepuluh Milyar Mark

Danzig adalah pelabuhan semi otonom wilayah baltik dan merupakan sebuah kota pelabuhan yang dibentuk pada tanggal 10 Januari 1920, kemudian bergabung dengan Polandia sampai sekarang. Pada masa inflasi terburuknya di tahun 1923, Danzig mengeluarkan mata uang ber angka tertera : 10,000,000,000 Mark.

7. Krajina
Lima Puluh Milyar Dinara

Negara ini bergabung menjadi bagian Kroasia pada tahun 1998. Inflasi terburuk yang pernah terjadi membuatnya mengeluarkan uang berangka 50,000,000,000 Dinara pada tahun 1993. Republika Srpska, sebuah negara baru di sebelah Bosnia Herzegovina, juga mengeluarkan mata uang berangka dan bergambar serupa dengan Dinara Krajina.

6. Jepang
Tujuh Puluh Lima Milyar Yen

Jepang mengeluarkan mata uang ber angka tertingginya sesaat setelah Perang Dunia II berakhir, yaitu sebesar 75,000,000,000 Yen.

5. Yugoslavia
Lima Ratus Milyar Dinara

Negara Yugoslavia sekarang hanya tinggal sejarah, namun hiper inflasi yang terjadi mulai tahun 1989 sampai 1994 membuatnya mengeluarkan mata uang tertingginya pada tahun 1993, yaitu sebesar 500,000,000,000 Dinara.

4. Zimbabwe
Seratus Triliyun Dollar Zimbabawe

Sudah banyak yang membahas tentang mata uang Zimbabwe ini, karena ini adalah mata uang tertinggi yang paling baru beredar, di bulan Januari 2009. Angka tertera : 100,000,000,000,000 ZWD.

3. Yunani
Seratus Triliyun Drachmai

Yunani mengalami inflasi paling parah pada tahun 1944. Memaksa negara tersebut mengeluarkan mata uang tertinggi dalam sejarahnya pada tahun 1944, yaitu sebesar : 100,000,000,000,000 drachmai.

2. Jerman
Seratus Triliyun Mark

Inflasi yang sangat buruk di Jerman pada 1923, membuat negara ini mengeluarkan mata uang ber angka/denominasi : 100,000,000,000,000 Mark. Mata uang ini menjadikan Jerman sebagai satu dari negara-negara di dunia yang pernah mengeluarkan uang sebesar satu trilyun, bersama dengan Yunani dan Zimbabwe.

1. Hungaria
Satu Milyar Triliyun Pengo

Inflasi terburuk yang pernah terjadi di dunia dari tahun 1945 sampai 1946 membuat Hungaria mengeluarkan mata uang ber angka tertinggi di dunia. Dikeluarkan pada pertengahan tahun 1946 dengan nilai tertera di uang kertasnya : 100.000.000.000.000.000.000 Pengo (seratus quintillion pengo). Bahkan lebih dari itu! mata uang pengo serupa yang tidak jadi diedarkan tetapi sudah dicetak, memiliki angka tertera : 1000,000,000,000,000,000,000 atau Satu Sextillion Pengo, bisa juga disebut Satu Milliard Billion Pengo!

Baca juga: 5 Bank Paling Tua di Dunia

sumber: http://notifikasiku.blogspot.com/2012/04/10-negara-ini-sempat-mengeluarkan-uang.html