Showing posts with label SENI BELA DIRI. Show all posts
Showing posts with label SENI BELA DIRI. Show all posts

Thursday, November 1, 2012

Aikido 合気道

Aikido (Bahasa Jepang: 合気道, aikidō) adalah salah satu seni beladiri asal Jepang yang diciptakan oleh Morihei Ueshiba ( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei), yang banyak bagiannya berasal dari ilmu beladiri Daito Ryu Aiki-Jujutsu.[1] Daito Ryu Aiki-Jujutsu diciptakan pada era modernisasi Jepang yang berlangsung sekitar tahun 1800-an.

Pengajaran Aikido saat ini telah dapat ditemukan di seluruh belahan dunia dan dalam beberapa aliran, dengan penafsiran dan penekanan yang berbeda-beda atas ajaran Ueshiba. Namun, kesemuanya tetap mewarisi berbagi teknik yang sama, dan sebagian besar tetap mempertahankan keperdulian terhadap aspek keselamatan bagi pihak yang menyerang.

Sejarah


Morihei Ueshiba, penemu Aikido.

Aikido diciptakan oleh Morihei Ueshiba ( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei, 14 Desember 1883-26 April 1969, disebut juga sebagai ousensei 大先生、翁先生 " guru besar"), yang diformulasikannya sejak akhir 1920-an sampai dengan 1930-an. Ueshiba menyusun dan mengembangkan Aikido dari berbagai koryu (seni beladiri/seni pedang lama) menjadi suatu seni beladiri yang unik. Dojo pertama Aikido didirikan di Tokyo dan saat ini masih ada dan bernama Aikikai Hombu Dojo.

Ueshiba menginginkan Aikido tidak hanya sebagai perpaduan seni beladiri, tetapi juga ekspresi falsafah pribadinya yang bersifat damai dan universal. Seumur hidupnya, Ueshiba dan murid-muridnya telah menyebarkan Aikido dengan cara mendidik dan menciptakan praktisi beladiri ini di seluruh dunia. Ueshiba meninggal pada tanggal 26 April 1969 karena penyakit kanker, namun Aikido tetap berkembang pesat setelah kematiannya.

Etimologi dan filsafat



Kanji Aikido
Aikido menekankan harmonisasi dan keselarasan antara energi ki (気, prana) individu dengan ki alam semesta. Kata "aikido" berasal dari tiga huruf kanji:

  • 合 - ai - bergabung, menyatukan, menyelaraskan
  • 気 - ki - roh, energi kehidupan
  • 道 - dō - jalan, cara
Seni beladiri ini juga menekankan pada prinsip kelembutan dan bagaimana untuk mengasihi serta membimbing lawan. Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak menangkis serangan lawan atau melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi "mengarahkan" serangan lawan untuk kemudian menaklukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan.

Tehnik


Diagram ikkyō, atau "teknik pertama" Aikido.

Berbeda dengan beladiri pada umumnya yang lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fisik dan stamina, Aikido lebih mendasarkan latihannya pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. Teknik-teknik yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, kuncian, lemparan, bantingan. Sementara teknik-teknik pukulan maupun tendangan dalam praktiknya jarang digunakan. Falsafah yang mendasari Aikido, yaitu kasih dan konsep mengenai ki, membuat Aikido menjadi suatu seni beladiri yang unik. Secara umum Aikido dapat golongkan sebagai beladiri kuncian dan pergumulan (Inggris: grappling).

Dalam Aikido ini juga tidak mengenal sistem kompetisi atau pertandingan, seperti beladiri-beladiri lainnya. Namun sistem kompetisinya lebih bersifat embukai (peragaan teknik).
Aikido juga mendapatkan pengaruh dari seni beladiri tradisional Jepang Kenjutsu dan Jujutsu. Pengaruh Kenjutsu tampak dalam pengaturan gerakan gerakan atau langkah langkah kaki. Sedangkan pengaruh Jujutsu tampak dalam penggunaan teknik kuncian dan lemparan.
Hingga saat ini Aikido juga banyak memiliki banyak cabang-cabang "teknik" (Inggris: style) yang juga memperkaya teknik-teknik yang tidak meninggalkan teknik dasarnya. Aliran Nisyo misalnya lebih menekankan style teknik-tekniknya kepada pedang (bokken) dan tongkat (jo). Sedangkan aliran Iwamalebih menekankan teknik-tekniknya kepada kecepatan dalam mengatasi serangan lawan (nage).

Sistem tingkatan

                                                                                        tingkat sabuk warna tipe
                                                                                        kyū Ceinture blanche.png putih mudansha
                                                                                        shodan Ceinture noire.png hitam yūdansha

Sistem tingkatan yang harus dilalui oleh seorang praktisi Aikido hampir sama dengan yang digunakan oleh seni beladiri asal Jepang lainnya, yaitu sistem Kyu (mudansha, tidak memiliki dan) untuk tingkat dasar dan Shodan (yūdansha, memiliki dan = ahli) untuk tingkat mahir.
Praktisi yang berada di tingkat kyu 6 sampai kyu 4 menggunakan tanda berupa sabuk yang berwarna putih, sementara praktisi yang mencapai tingkatan kyu 3 sampai 1 menggunakan sabuk berwarna cokelat. Adapula dojo yang menerapkan sabuk kyu 6 sampai 1 tetap berwarna putih. Shodan adalah tingkatan yang selanjutnya; praktisi yang mencapai tingkatan ini ditandai dengan sabuk yang berwarna hitam serta aksesoris tambahan berupa celana panjang bernama hakama. Celana seperti ini biasa dipakai oleh para samurai pada zaman dahulu.

Saturday, October 27, 2012

Pencak Silat


PENCAK SILAT

Seorang pendekar sedang memperagakan silat dengan pakaian.
Pencak Silat atau Silat (berkelahi dengan menggunakan teknik pertahanan diri) ialah seni bela diri Asia yang berakar dari budaya Melayu. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura tapi bisa pula ditemukan dalam berbagai variasi di berbagai negara sesuai dengan penyebaran suku Melayu, seperti di Filipina Selatan dan Thailand Selatan. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, saat ini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh.
Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa), adalah nama organisasi yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam untuk mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara.


Sejarah
Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas,[1] yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisional mereka sendiri. Dalam Bahasa Minangkabau, silat itu sama dengan silek. Sheikh Shamsuddin (2005)[2] berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat. Bahkan sesungguhnya tidak hanya itu. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kebudayaan Melayu (termasuk Pencak Silat) adalah kebudayaan yang terbuka yang mana sejak awal kebudayaan Melayu telah beradaptasi dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, Arab, Turki, dan lainnya. Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu. Sehingga, setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan yang dibanggakan. Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah pendekar silat yang terhebat.[3] Hal seperti itu juga yang terjadi di Jawa, yang membanggakan Gajah Mada.
Perkembangan dan penyebaran silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum Ulama, seiiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan pencak silat yang pengaruhnya masih dapat kita lihat hingga saat ini. Kala itu pencak silat telah diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau-surau. Silat lalu berkembang dari sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. Disamping itu juga pencak silat menjadi bagian dari latihan spiritual.[2]

Istilah dalam Pencak Silat
   Sikap dan Gerak
Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.

   Teknik
Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Praktisi biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.

   Jurus
Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.

Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:

   Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.
   Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
   Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.
   Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regU.

Bentuk pencak silat dan padepokannya (tempat berlatihnya) berbeda satu sama lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan. Banyak aliran yang menemukan asalnya dari pengamatan atas perkelahian binatang liar. Silat-silat harimau dan monyet ialah contoh dari aliran-aliran tersebut. Adapula yang berpendapat bahwa aspek bela diri dan olah raga, baik fisik maupun pernapasan, adalah awal dari pengembangan silat. Aspek olah raga dan aspek bela diri inilah yang telah membuat pencak silat menjadi terkenal di Eropa.
Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa pokok-pokok dari pencak silat terhilangkan, atau dipermudah, saat pencak silat bergabung pada dunia olah raga. Oleh karena itu, sebagian praktisi silat tetap memfokuskan pada bentuk tradisional atau spiritual dari pencak silat, dan tidak mengikuti keanggotaan dan peraturan yang ditempuh oleh Persilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat sedunia.

Tingkat kemahiran
Secara ringkas, murid silat atau pesilat dibagi menjadi beberapa tahap atau tingkat kemahiran, yaitu:

   Pemula, diajari semua yang tahap dasar seperti kuda-kuda,teknik tendangan, pukulan, tangkisan, elakan,tangkapan, bantingan, olah tubuh, maupun rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI
   Menengah, ditahap ini, pesilat lebih difokuskan pada aplikasi semua gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan disini akan mulai terlihat minat dan bakat pesilat, dan akan disalurkan kepada masing-masing cabang, misalnya Olahraga & Seni Budaya.
   Pelatih, hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan pengalaman di tahap pemula, dan menengah akan membuat pesilat melangkah ke tahap selanjutnya, dimana mereka akan diberikan teknik - teknik beladiri perguruan, dimana teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang dipercaya, dan mampu secara teknik maupun moral, karena biasanya teknik beladiri merupakan teknik tempur yang sangat efektif dalam melumpuhkan lawan / sangat mematikan.
   Pendekar, merupakan pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh perguruan, mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.

Kung fu 功

Kung fu atau gongfu (功夫, Pinyin: gōngfu) adalah ilmu bela diri yang berasal dari Tiongkok. Akan tetapi, arti kata Kung fu sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih luas, yakni sesuatu yang diperoleh dalam jangka waktu yang lama dan dengan ketekunan yang tinggi. Dengan demikian, seorang ahli masak yang hebat pun dapat dikatakan memiliki Kung fu yang tinggi.
Selain kata Kung fu, istilah Wushu dan Kundao atau Kuntao juga sering dipakai untuk menyebut ilmu bela diri dari Tiongkok tersebut. Ilmu Kung fu yang sudah menyebar ke Asia Tenggara (terutama Indonesia) pada masa lalu disebut Kuntao, demikian menurut Donn Draeger dalam bukunya yang berjudul Weapons and Fighting Arts of Indonesia. Akan tetapi istilah Kuntao tersebut sudah sangat jarang dipergunakan pada masa sekarang ini.

Perkembangan

Pada awal mulanya, istilah Ilmu atau kemampuan Bela Diri dalam masyarakat Tiongkok adalah Ilmu Silat atau Wushu, dan bukan "Kungfu". Istilah Kungfu pada masa lalu tidaklah sepopuler seperti saat ini. Kungfu sendiri lebih menunjuk kepada suatu keahlian dan keuletan yang khusus dan teruji unggul, misalnya keahlian memasak, keahlian bercocok tanam, dan lain-lain. Istilah Kungfu menjadi populer setelah seorang legenda ilmu bela diri, yakni Bruce Lee mempopulerkan istilah Kungfu di belahan dunia Barat. Tersentak dengan kemampuan, kecepatan dan kekuatan Sang Legenda, istilah Kungfu menjadi sangat populer dan identik dengan Ilmu Bela Diri Tiongkok (China) hingga kini.
Ilmu bela diri Kungfu pada mulanya berkembang dari kebutuhan dan kemampuan manusia untuk bertahan hidup, baik untuk membela diri dari berbagai jenis serangan binatang buas, berburu untuk mendapatkan makanan, maupun untuk berperang melawan kelompok manusia lain yang dianggap menjadi ancaman terhadap keamanan hidup mereka. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang obat-obatan dan tubuh manusia di Tiongkok kuno - serta perang saudara yang berkepanjangan, Seni Bela Diri Kungfu pun berkembang pesat dan menyebar luas, sehingga membawa banyak kontribusi dan memengaruhi cikal bakal berbagai jenis ilmu bela diri di Asia, seperti Karate, Kempo, Pencak Silat dan lain sebagainya.
Kungfu mempunyai sejarah dan merupakan tradisi ilmu bela diri yang sangat panjang, ketat, teruji dan efektif sejak 5.000 tahun yang lalu, bersamaan dengan munculnya aliran kepercayaan Dao (Taoisme) yang kemudian berkembang menjadi agama yang memiliki kekhususan sendiri. Pada tahun 2.500-an mulai bermunculan berbagai aliran Kungfu yang melegenda hingga kini, dimulai dari Kuil atau Vihara Shaolin (Siaw Liem Sie), Wudang (Butong), Omei (Emei-Gobi), Kun Lun, Hua San, Thian San, Khongtong dan lain-lain. Secara umum, terdapat 100 lebih aliran Kungfu dan ribuan jurus serta berbagai jenis ilmu yang unik dan aneh, mulai dari yang paling keras dan ganas (external arts) hingga ilmu yang paling lembut dan ringan seperti kapas (internal arts). Berbagai aliran dan ilmu yang masih eksis hingga kini adalah Hung Gar, Lohan, Ngo Cho, Pek Ho, Eng Jiaw, Qin Na, Wing Chun, Tai Chi Quan, Hsing I, Ba Gua, Yi Quan, Fan Zi Quan, Chang Quan dan lain-lain.

Akhirnya seiring dengan semakin pesatnya kemajuan dan keterbukaan negara Tiongkok, berbagai jenis dan aliran ilmu bela diri Kung fu berangsur-angsur digabung dan distandarisasi menjadi suatu bentuk olahraga yang dapat dipertandingkan secara internasional, yang saat ini dikenal sebagai Wushu atau "Seni Tempur".

Sanda/Sanshou

 Sanda atau Sanshou (Mandarin: 散手; pinyin: sǎnshǒu; "tangan bebas") adalah seni beladiri yang berakar dari Kungfu. Sanshou dikembangkan oleh angkatan bersenjata China sebagai standard kurikulum beladiri di akademi militer. Sanshou menggabungkan teknik-teknik kungfu, gulat, dan tinju dalam penggunaannya.

Wing Chun 詠春

Wing Chun (mandarin: 詠春; pinyin: yǒng chūn; secara harfiah berarti "nyanyian musim semi" atau mandarin : 永春; secara harfiah berarti "musim semi abadi"), juga dieja sebagai Ving Tsun atau Wing Tsun adalah seni bela diri Cina dan bentuk bela diri yang mengkombinasikan penyerangan dan pergulatan dan spesialisasi di pertarungan jarak dekat.

Sejarah

Sejarah Wing Chun lebih banyak diceritakan turun temurun dari guru ke murid, tidak ada catatan resmi mengenai siapa dan kapan diciptakan. Menurut versi Ip Man, Wing Chun diciptakan oleh Ng Mui pada masa pemerintahan Kaisar Kangxi (1661-1722), Dinasti Qing. Setelah dihancurkannya Kuil Shaolin di Fujian oleh pasukan Qing, kepala biarawati Ng Mui mengungsi ke Gunung Daliang (大涼山) di perbatasan antara Yunnan dan Sichuan. Suatu hari, dia melihat pertarungan antara ular dan burung bangau, kemudian Ng Mui mengambil pelajaran dari mengamati pertarungan antara kedua hewan itu dan mengkombinasikannya dengan kungfu Shaolin kemudian menciptakan kungfu dengan gaya baru. Ng Mui sering membeli tahu dari seorang tukang tahu bernama Yim Yee (嚴二). Yim Yee mempunyai seorang anak perempuan bernama Yim Wingchun (嚴詠春) yang dipaksa menikah dengan Jenderal militer setempat. Ng Mui mengajari Yim Wingchun ilmu kungfu barunya untuk menyingkirkan Jenderal setempat itu untuk selamanya dan akhirnya berhasil. Yim Wingchun kemudian menurunkan ilmunya kepada Leung BokChao (梁博儔), suaminya sendiri. Pemakaian nama "Wing Chun" dimulai pada saat itu.

Karakteristik

Wing Chun adalah sebuah bentuk seni bela diri yang sangat unik, spesialisasi pada pertarungan jarak dekat, memakai pukulan cepat dan tendangan dengan pertahanan yang ketat serta ketangkasan gerak kaki untuk mempercepat gerak maju. Wing Chun yang efektif dapat dicapai dengan kordinasi antara serangan dan pertahanan yang serentak dan serangan balik. Dari hal tersebut Wing Chun menjadi suatu ilmu bela diri yang baik dalam hal pertahanan diri. Seorang murid harus belajar untuk mengantarkan jumlah energi yang tepat dengan keadaan santai. Guru Wing Chun yang baik akan mengajarkan muridnya untuk mengatasi keadaan dengan mengatur posisi dan mengelak daripada menghadapi langsung. Gaya Wing Chun meliputi tendangan, menangkis, serangan beruntun, tinju, menjebak dan mengontrol teknik sebagai bagian dari pertarungan itu sendiri.

Latihan Dasar

Kuda Kuda

Kuda-kuda (English :Stance) dianggap sebagian besar praktisi beladiri modern sebagai sesuatu yang kuno dan kurang berguna, namun sebenarnya banyak aspek yang terkandung di dalam latihan kuda-kuda. Kuda-kuda dalam beladiri internal adalah aspek Di (Bumi), dalam teknik tenaga dalam kuda-kuda sangat dibutuhkan dalam aspek Tenaga Bumi. Latihan Kuda-kuda banyak fungsinya, asalkan kita mengetahui dengan jelas bagaimana kondisi Kita saat melakukan Kuda-kuda.
Cara yang paling gampang adalah visualisasi energi Chi kita sebagai Cahaya Putih. Kalau kita ingin memperkuat Kaki kita, lakukan aliran Chi ke Kaki, begitu juga kalau mau ke tangan. Kalau ingin memencarkan Chi ke seluruh tubuh, maka lakukanlah pernapasan biasa, dan tahan di Dan Dian (pusat energi Chi, terletak 3 jari tangan kanan di bawah pusar ) lalu sebarkan ke seluruh tubuh.
Kuda-kuda yang dilakukan yang banyak ditentang oleh praktisi modern adalah efektivitasnya dalam pertarungan. Pertarungan maupun teknik beladiri mengalami banyak sekali perubahan dan transformasi serta evolusi. Dimana dulu pertarungan memakai tenaga, sekarang lebih ke teknik. Banyak praktisi beladiri konservatif yang selalu mempertahankan bentuk kuda-kuda saat mereka Fighting. hal ini memengaruhi efektifitas dan efisiensi gerakan mereka sendiri. Dimana sekarang standing style dari kebanyakan beladiri lebih fleksibel daripada pemakaian kuda-kuda.
Seperti salah satu evolusioner Kungfu Wing Chun, Alm. GM. Bruce Lee ( Lee Siao Lung ) pernah menganalisis berbagai beladiri. tercatat beberapa beladiri dianalisis beliau dan diimplementasikan serta diokulasi ke dalam Wing Chun yaitu Taekwondo, Karate Kempo, Jujutsu, Thai Chi, FMA, dll. Menurut Beliau, Kuda-kuda besar, akan menghasilkan tenaga yang besar, namun kecepatannya akan melambat. Begitu juga kuda-kuda yang kecil akan menghasilkan tenaga yang kecil, namun cepat. kuda-kuda bentuk sedang yang diajarkan Beliau adalah hasil analisis terbaik menurut beliau.
Pelatihan pertama adalah latihan Kuda-kuda tetap atau kuda-kuda netral (neutral stance). Dalam teknik ini, dilatih kekuatan jari kaki, telapak Pisau kaki , samping kaki, paha, tulang belakang, tulang ekor, kestablian, serta kordinasi otot. Kuda-kuda ini bila terus dilatih akan meningkatkan teknik fleksibilitas teknik langkah, sehingga badan semakin ringan. Bentuk kuda-kuda depan (front stance) bertumpu pada kaki belakang, bentuknya mirip dengan kuda-kuda San Zhan / Sam Chien, disebut juga kuda-kuda tipu atau kuda-kuda kucing (dalam bahasa Jepang disebut Neko Ashi Dachi).
Ada 3 macam pergeseran kuda - kuda dalam wing chun (mandarin : Hang Ma) diantaranya :
1. Hang Ma di tempat ( One Spot Body Movement Step )
Pada style ini, Hang Ma menitik beratkan pada salah satu titik di salah satu kaki. dimana pusa pergeseran paling besar adalah di pinggang. pada Hang Ma ini, sangat ditekankan pada rotasi pada pinggang. Hang Ma ini sangat berguna pada pertarungan, dimana kita bisa langsung memutar badan ke arah lain tanpa bertukar tempat. Contoh, saat kita sedang menghadapi lawan di sebelah kiri, maka jika ada penyerang dari sebelah kanan, kita langsung beralih ke sebelah kanan, begitu juga saat posisi depan dan belakang.
2. Hang Ma maju dan mundur satu kaki ( Same Leg Body Movement Step )
Pada style ini, kita bisa bergerak dalam kondisi menyerang, dimana seperti style pada beberapa macam beladiri, waktu kita maju, kaki depan maju dahulu, waktu mundur, kaki belakang mundur duluan, waktu ke kiri, kaki kiri duluan, dan waktu ke kanan, kaki kanan duluan.
3. Hang Ma Ganti Kaki ( Change Leg Body Movement Step )
Pada style ini kita bisa bergerak menyerang, bertahan ataupun melakukan serangan sembari bertahan. Sebenarnya masih ada satu lagi posisi kaki, yaitu posisi berdiri satu kaki, namun kebanyakan posisi ini hanya untuk latihan atau pun pada posisi tertentu. latihan posisi ini sangat berguna saat bertarung di tempat yang tidak rata. aplikasi latihan ini akan bermanfaat saat kita melatih teknik kedua yaitu Chum Kiu dan latihan tenaga Biu Gee.

Cabang Wing Chun


Garis keturunan enam generasi pertama Wing Chun
Wing Chun memiliki banyak cabang karena biasanya masing - masing guru mempunyai beberapa murid yang akhirnya menyebar ke penjuru dunia. Begitu juga halnya dengan Leung BokChao memiliki tiga orang murid yaitu Leung Yeetai, Wong Wahbo dan Dai Fa Minkam.
Cabang - cabang Wing Chun yang ada diantaranya :
  • Ip Man
  • Yiu Kai
  • Jiu Wan
  • Gulao (Desa Koo Lo)
  • Pan Nam
  • Yuen Kay-San
  • Nguyễn Tế-Công (Wing Chun Vietnam 永春)
  • Keluarga Cho
  • Hung Fa Yi / Hung Suen Wing Chun Kuen
  • Pao Fa Lien
  • Fut Sao (Tangan Buddha)
Dari semua cabang Wing Chun yang ada, cabang Ip Man lah yang paling terkenal dan berkembang pesat sampai mancanegara.

Cabang Ip Man


Samuel Kwok (kiri) dan Ip Ching (kanan) mempraktekkan jurus "Chi Sau"
Ip Man sangat dihormati oleh instruktur bela diri lainnya di Foshan dan Hong Kong. Dia adalah orang pertama yang mengajar Wing Chun kepada khayalak ramai. Setelah kematiannya, kebanyakan dari muridnya membentuk perguruan Wing Chun sendiri. Karena Yip Man sangat terkenal, kisah kehidupannya dan Wing Chun dibuat menjadi film layar lebar diantaranya Ip man 1, Ip Man 2 dan The Legend Is Born – Ip Man.
Murid terkemuka dari Ip Man diantaranya adalah Lun Gai, Gwok Fu, Leung Sheung (梁相), Lok Yiu (駱耀), Chu Shong-tin(徐尚田), Wong Shun Leung(黃淳樑), Wang Kiu (王喬), Yip Bo Ching (葉步青), William Cheung, Hawkins Cheung, Bruce Lee, Lo Man Kam, Wong Long, Wong Chok, Law Bing, Lee Shing, Ho Kam-Ming, Moy Yat, Duncan Leung, Derek Fung (馮平波 Fung Ping Bor), Chris Chan (陳成 Chan Shing), Victor Kan, Stanley Chan, Chow Sze Chuen, Tam Lai, Ip Ching, Ip Chun, Lee Che Kong, Kang Sin Sin ( Kwong Sun Sun )dan Leung Ting (梁挺).
Salah satu praktisi Wing Chun dari cabang Ip man adalah Samuel Kwok, yang diturunkan dari Ip Ching dan Ip Chun, kedua putera Ip Man. Samuel Kwok menyebarkan Wing Chun sampai ke mancanegara seperti Inggris, Amerika, Eropa, Singapura, Australia, Indonesia dan Afrika.

Cabang Yiu Kai

Yiu Kai belajar Wing Chun dari ayahnya seperti halnya murid dari Chan Wahshun, Ng Chungsok.
Muridnya yang terkemuka diantaranya adalah Leung Keung, Wai-Po Tang. Ayah dari Yiu Kai adalah Yiu Choi (dieja Yoo Choy pada tahun 1920an',30an'40an'50an' & 60an'). Cabang Wing Chun Yoo-Choy (Yiu-Choi) disebut dengan 'Arus tangan ular'.

Wing Chun Indonesia

Wing Chun di Indonesia

Perguruan Wing Chun di Indonesia didominasi oleh aliran Ip Man. Di Jakarta dan Jawa terdapat beberapa komunitas dan perguruan yang dimotori oleh murid-murid dari Alm. Kang Sin Sin, tokoh wushu Indonesia yang merupakan murid Ip Man. Samuel Kwok juga membuka kelas Wing Chun Ip Man dengan khusus menunjuk Deddy Corbuzer sebagai dutanya. Ada juga Perguruan lain yang cukup besar adalah Naga Putih, yang mengajarkan Wing Chun sebagai bagian dari kuntao shaolin selatan. Di luar Jawa, terdapat beberapa perguruan beraliran ip man seperti Wing Chun Kungfu Academy Indonesia, salah satu pendirinya adalah Suwanto Lim yang berdomisili kota Medan, Sumatera Utara.

Praktisi Wing Chun

Praktisi Wing Chun yang terkenal :
  • Ng Mui
  • Yim Wingchun
  • Leung Jan
  • Leung Bik
  • Chan Wahshun
  • Ng Chungsok
  • Ip Man
  • Ip Chun
  • Ip Ching
  • Bruce Lee
  • Kang Sin Sin
  • Samuel Kwok
  • Suwanto Lim
  • Master Wong
  • Chen Wie Hong

Jeet Kune Do 截拳道


Jeet Kune Do (截拳道;atau JKD Bahasa mandarin 'Jié quán dào (baca: ciekh jien tao) Indonesia: Berarti Cara menahan serangan) adalah nama yang di berikan oleh artis bela diri Bruce Lee untuk konsep beladirinya dengan langsung, gerakan klasik dan langsung non. Karena cara gaya bekerja mereka percaya pada gerakan minimal dengan efek maksimum dan kecepatan ekstrim. Sistem ini bekerja pada penggunaan yang berbeda 'alat' untuk situasi yang berbeda. Situasi ini dipecah ke dalam rentang (Menendang, Meninju, Menjebak dan Bergulat), dengan teknik lancar mengalir antara mereka. Hal ini disebut sebagai "gaya tanpa gaya".
Tidak seperti seni bela diri yang lebih tradisional, Jeet Kune Do tidak tetap atau bermotif, dan merupakan filsafat dengan pikiran membimbing. Itu bernama untuk konsep intersepsi, atau menyerang lawan saat ia akan menyerang. Namun, nama Jeet Kune Do sering dikatakan oleh Bruce Lee menjadi hanya sebuah nama. Dia sendiri sering disebut sebagai "Seni mengungkapkan tubuh manusia" dalam tulisan-tulisannya dan dalam wawancara. Melalui studinya Bruce mulai percaya bahwa gaya telah menjadi terlalu kaku, dan tidak realistis. Ia menyebut kompetisi seni bela diri dari hari "berenang tanah kering". Dia percaya bahwa pertempuran adalah spontan, dan bahwa seorang seniman bela diri tidak bisa memprediksi itu, hanya bereaksi untuk itu, dan bahwa seorang seniman bela diri yang baik harus "Jadilah seperti air" dan bergerak mulus tanpa ragu.


Tentang Jeet Kune Do

Jeet Kune Do (JKD) merupakan kreasi Bruce Lee dari perjalanaan panjangnya dalam dunia bela diri .[rujukan?] Dia tidak hanya belajar kung fu wingcun, tapi juga belajar tinju anggar, karate, arnis, jujitsu, judo. Dari berbagai macam beladiri tersebut kemudian dipadukan dan disederhanakan sehingga terbentuklah sebuah seni beladiri yang praktis dan mudah di kuasai seseorang yang mau belajar dengan tekun. JKD merupakan seni beladiri yang mengutamakan karakter dan kemampuan diri sendiri, jadi setiap praktisi JKD diharapkan untuk menjadi dirinya sendiri. Tiada misteri dalam jeet kune do karena gerakanya sangat mudah dipahami sederhana ,langsung, dan tidak klasik.
Bruce Lee menginginkan untuk menciptakan seni beladiri yang tak terbatas dan bebas. Kemudian dalam perkembanganya, Jeet Kune Do di ciptakan bukan hanya untuk menjadi petarung yang lebih baik, namun juga sebagai seni untuk pengembangan diri. untuk menggambaran pandangannya itu, di th 1971 pada artikel majalah Black Belt, Lee mengatakan
“biarkan itu dipahami untuk sekali ini dan seterusnya bahwa saya tidak menemukan gaya yang baru, mencampur atau memodifikasi. Saya sama sekali tidak menetapkan jeet kune do dalam bentuk aturan yang jelas oleh hukum yang membedakan(mencirikan) bentuk ini atau metoda itu . sebaliknya, saya berharap untuk membebaskan teman teman saya dari pembudakan gaya, pola dan doktrin”.
—Bruce Lee
Jeet Kune Do tidak hanya mendukung kombinasi dari berbagai aspek gaya yang berbeda, tetapi juga telah mengubah banyak aspek yang diadopsi dan di sesuaikan dengan kemampuan seorang praktisi. dan JKD mendukung para praktisi untuk menterjemahkan berbagai teknik untuk dirinya sendiri, dan mengubahnya untuk tujuan mereka sendiri. Sebagai contoh, lee hampir selalu meletakan tangan yang kuat di depan dan yang lebih lemah di belakang, dengan sikap kuda kuda seperti ini, ia menggunakan tehnik dari tinju, anggar, dan Wing Cun. Seperti halnya anggar posisi sperti ini disebut sebagai “posisi siap siaga”. Lee menggabungkan posisi ini dalam JKDnya, seperti yang dia rasakan ini menjadikan mobilitas yang terbaik. Lee merasakan bahwa tangan yang dominan atau terkuat haruslah di depan karena akan bekerja lebih banyak. Lee meminimalkan penggunaan sikap yang lain kecuali ketika keadaan menjamin aksinya. Walaupun posisi “siap siaga” itu adalah posisi yang baik, ini bukan berarti hanya terpaku pada satu bentuk itu saja. Lee mengakui bahwa pada saat yang lain posisi yang lain harus digunakan.

Prinsip Jeet Kune Do

Dalam Jeet Kune Do. Dia yakin bahwa pertarungan sebenarnya adalah yang dibuktikan sendiri dan akan membawa kesukseskan bertarung jika memahami:

4 macam teknik bertarung

4 macam teknik bertarung (The "4 Combat Ranges") yaitu:
  1. Tendangan
  2. Pukulan
  3. Menjerat (Trapping)
  4. Gulat (Grappling)

Prinsip "menahan"/mencegat

Lee yakin bahwa ketika lawan melakukan serangan pada seseorang dia harus bergerak kearah lawanya. Ini membuka sebuah peluang untuk menghadang serangan atau gerakan itu. dan cegatlah serangan itu dengan tanpa banyak kata dan sandi ( karena gerakan yang tak terduga tidak akan dipedulikan atau diketahui lawan)

5 cara menyerang ("5 Ways of Attack")

adalah kategori serangan yang membantu para praktisi Jeet kune do mengorganisir tempo pertarunganya dan termasuk bagian serangan dari JKD, yaitu
  1. serangan satu sudut (Single Angular Attack) (SAA) dan ini megarahkan pada satu lawan (Single Direct Attack)(SDA).
  2. menghentikan serangan dengan tangan, ini adalah pengembangan penghentian serangan kaki dengan penggunaan teknik jeratan atau kuncian untuk membatasi lawan memfungsikan anggota badanya.
  3. serangan progresif tidak langsung (Progressive Indirect Attack (PIA).Menyerang satu bagian tubuh lawan di ikuti oleh serangan pada bagian tubuh yang lain dengan maksud membuka pertahanan.
  4. serangan kombinasi(Attack By Combinations (ABC). Ini menggunakan serangan beruntun dengan maksud menggunakan banyak serangan untuk melemahkan lawan.
  5. serangan dengan pancingan (Attack By Drawing (ABD). Ini menciptakan sebuah peluang dengan posisi siap untuk menyerang balik.

Gerakan

praktisi JKD disarankan untuk tidak memboroskan waktu atau gerakan. Ketika masuk suatu pertarungan praktisi JKD yakin bahwa sesuatu yang paling sederhana adalah yang terbaik.
  • Mencegat pukulan dan tendangan
Maksudnya mencegat serangan lawan dengan sebuah serangan sebagai ganti dari blokiran. Keahlian beladiri ini adalah yang tersulit dipelajari. Srategi ini bisa juga merupakan karakteristik dari beberapa seni bela diri lain.
  • Elakan yang bersamaan dengan pukulan
Ketika menghadapi suatu pertarungan; serangan di elakan atau di belokan dan serangan balasan dikirimkan bersamaan pada saat yang bersamaan. Tidak sekedar menghentikan pukulan namun lebih efektif dari pada blokiran dan serangan balasan yang dilancarkan kemudian. Ini juga di pelajari dari beberapa seni bela diri cina.
  • Bukan tendangan tinggi
Praktisi JKD yakin mereka hendaknya mengarahkan sasaran tendanganya pada tulang kering lawan, lutut, paha dan bagian tengah. Target tersebut adalah yang terdekat dengan kaki, lebih stabil dan lebih sulit untuk di lindungi. Walaupun sepertinya semua prinsip JKD tidaklah saklek , jika sasaran pada kesempatan tersebut terbuka; bahkan target bagian atas pinggang seseorang dapat diambil pada situasi menguntungan tanpa merasa terhambat oleh prinsip ini.

Tiga Bagian Penting Jeet Kune Do

Praktisi Jeet Kune Do yakin bahwa teknik harus berisi sifat sebagai berikut:
  • Efesiensi - sebuah serangan yang mengena sasaran.
  • Langsung - melakukan secara sungguh sungguh (senyatanya) sebagai cara belajar.
  • Simpel – berpikir dengan cara sederhana tanpa banyak gaya,cas cis cus yang tidak perlu.

Be like water (Jadilah layaknya air)

Lee yakin bahwa sitem beladiri harus sefleksibel mungkin. Dia sering menggunakan air sebagai sebuah perumpamaan untuk menjelaskan mengapa flesibilitas adalah sifat yang sangat dibutuhkan dalam seni beladiri. Air memiliki fleksibilitas yang tak terbatas. Dia dapat terlihat transparan namun disaat yang lain dapat menyembunyikan sesuatu dari penglihatan. Dia dapat terpecah dan mengalir kesegala arah, bergabung di sisi yang lain, atau dia dapat menyusup kesegala sesuatu, dia juga dapat mengikis batu yang keras dengan tetesan lembut padanya atau dapat mengalir melewati kerikil kerikil kecil. Lee yakin bahwa sistem seni beladiri harus memiliki sifat tersebut.

Prinsip Berlatih

Untuk melatih diri anda sendiri, anda harus berlatih dengan tekun. tidak ada jalan lain. "anda harus menendang ataupun memukul dengan tenaga yang terkonsentrasi" inilah yang sering dikatakan Bruce Lee. "Jika anda tidak melatih diri dengan konsep yang hampir menyamai dengan keadaan sebenarnya. anda mungkin tak dapat menguasai ilmu ini atau anda akan membutuhkan waktu yang sangat lama sekali. Jadi jika anda harus menendang , anda harus membayangkan apa yan anda tendang itu sebagai lawan anda yang sebenarnya. Benar benar berkonsentrasi, layangkanlah tendangan ataupun pukulan dengan 100 persen. Inilah satu satunya jalan agar anda menjadi seorang ahli seni beladiri yang baik."
karenanya kemauan saja tidak lah cukup, kita harus melakukannya.

Taekwondo

Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olahraga bela diri asal Korea yang juga populer di Indonesia, olah raga ini juga merupakan olahraga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia dan juga dipertandingkan di Olimpiade. Taekwondo di Indonesia semakin populer sejak dipromosikan secara besar-besaran oleh Saseong Nim Daxon Joetandi (Dan VII Kukkiwon), seorang bankir profesional yang terkenal sebagai pemegang sabuk hitam termuda di Indonesia sejak berumur 7 tahun.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).



Tiga materi dalam latihan

  1. Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
  2. Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
  3. Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan kaki.

Filosofi sabuk pada Taekwondo

tingkatan sabuk pada taekwondo
  • Putih melambangkan kesucian, awal/dasar dari semua warna, permulaan. Di sini para taekwondoin mempelajari jurus dasar (gibon) 1
  • Kuning melambangkan bumi,disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.Mempelajari gibon 2 dan 3. Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dahulu.
  • Hijau melambangkan hijaunya pepohonan, pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 2). Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dahulu.
  • Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari taeguk 4). Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dahulu.
  • Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari taeguk 6). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu dahulu. Maksud dari matahari adalah tingkaran di mana seorang sabuk merah memberi kehangatan atau dalam arti denotasi mulai memberi ilmu atau bimbingan.
  • Hitam melambangkan akhir, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan. Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 9. Juga melambangkan alam semesta.

Terminologi Tae Kwon Do

  1. Sabeum = Instruktur
  2. Sabeum Nim = Instruktur Kepala
  3. Seonbae = Senior
  4. Hubae = Junior
  5. Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do
  6. Muknyeom = Meditasi
  7. Kihap = Berteriak dari dalam perut
  8. Dobok = Seragam Tae Kwon Do
  9. Ti = Sabuk Latihan
  10. Oen = Kiri
  11. Oreon = Kanan
  12. Joonbi = istirahat
  13. Agamso = Istirahat tangan dibelakang
  14. Sijak = Mulai
  15. Kalryeo = Stop (Sementara)
  16. Keysok = Lanjutkan
  17. Keuman = Selesai
  18. A Nee = Tidak
  19. Yee = Ya
  20. Eolgol = Sasaran atas (Kepala)
  21. Moumtong = Sasaran tengah (Badan/Ulu Hati)
  22. Arae = Sasaran bawah (Pinggang kebawah)
  23. Kyungrye = Hormat
  24. Chariot = Mempersiapkan Diri
  25. Nici= Sekian
  26. Belci Ki Manisi = Tempat Istirahat
  27. Menicip = Pengawas Taekwondo
  28. Dobeon = Dua Kali
  29. Sambeon = Tiga Kali
  30. Illjang = Satu
  31. Yeejang = Dua
  32. Samjang = Tiga
  33. Sahjang = Empat
  34. Ohjang = Lima
  35. Yukjang = Enam
  36. Chiljang = Tujuh
  37. Paljang = Delapan

Pukulan, Tendangan, dan Tangkisan

Pukulan

  • Yeop Jireugi = Pukulan Samping
  • Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
  • Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
  • Pyojeok Jireugi = Pukulan dengan Sasaran
  • Momtong Jireugi = Pukulan Mengarah ke Tengah (Pukulan Mengarah ke Ulu Hati)
  • Are Jireugi = Pukulan ke bawah
  • Oreon Jireugi = Pukulan Dengan Tangan Kanan Yang Dilakukan Sambil Menendang (ap chagi)
  • Eolgol Jireugi = Pukulan ke Atas (Pukulan Mengarah ke Kepala)
  • Hengek = Menunduk
  • Joonbi = Siap

Tendangan

  • Ap Chagi = Tendangan depan ke arah perut menggunakan kaki depan
  • Dollyo Chagi = Tendangan dari arah samping
  • Yeop Chagi = Tendangan samping menggunakan pisau kaki
  • Dwi Chagi = Tendangan belakang
  • Twieo Dwi Chagi = Tendangan belakang yang dilakukan sambil melompat
  • Twieo Yeop Chagi = Tendangan samping yang dilakukan sambil melompat
  • Goley/nare chagi = Tendangan ganda
  • Sip Chagi An Chagi = Tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki
  • Penriyti Chagi = Tendangan keliling.
  • Dwi Hurigi = Tendangan berputar melalui belakang.
  • Del'o chigi = Tendangan mencangkul ke arah kepala menggunakan tumit

Tangkisan

  • Aremagi = Tangkisan ke arah bawah untuk menangkis tendangan
  • Eolgol Ceceumaki = Tangkisan ke arah kepala
  • Bakat Momtong Bakat Magi = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
  • Bakat Momtong An Magi = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
  • An Magi = tangkisan dari arah luar.
  • Bina Magi an magi = tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas.
  • An palmok montong bakat magi = tangkisan ke arah lengan bawah
  • Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar ke dalam)
  • Momtong Bakkat Makki (tangkisan ke tengah dari dalam ke luar)
  • Sonnal Momtong Makki (tangkisan ke tengah dengan pisau tangan)
  • Batang Son Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak tangan)
  • Kawi Makki (tangkisan menggunting)
  • Sonnal Bitureo Makki (tangkisan melintir dengan satu pisau tangan)
  • Hecho Makki (tangkisan ganda ke luar)
  • Eotgoreo Arae Makki (tangkisan silang ke arah bawah)
  • Wesanteul Makki (tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar
WTF:
ITF:
ITA:
Umum:

Muay Thai Thai Boxing ( มวยไทย )

Muay Thai adalah seni bela diri tangan kosong kuno yang berasal dari Thailand. Seorang petarung Muay Thai melakukan serangan ke kepala, badan, dan kaki lawannya dengan menggunakan kepalan, sikut, lutut dan tulang kering. Pada dasarnya Muaythai mempunyai bentuk pukulan yang hampir sama dengan jenis pukulan tinju ala barat. Muay Thai pada masa sekarang juga popular dengan nama lain “ Thai Boxing “.

Sejarah

Thai Boxing sendiri memiliki sejarah yang panjang di Thailand, militer Thailand menggunakan bentuk modifikasi dari Thai Boxing yang disebut Lerdrit. Thai Boxing tradisional, seperti yang diajarkan sekarang, sedikit berbeda dari aslinya, menggunakan tendangan dan tinju dalam sebuah arena dan menggunakan sarung tinju seperti yang digunakan pada tinju di negara barat. Thai Boxing mengacu pada sebutan “seni delapan lengan” Thai Boxing dianggap sebagai pengembangan dari ilmu bela diri tradisional yang berasal dari Asia Tenggara. Muaythai adalah jenis beladiri yang pertama kali dipopulerkan di luar asia tenggara dari berbagai jenis bela diri tradisional yang terdapat di asia tenggara

Peneliti beladiri menyebutkan bahwa Muay Thai merupakan bagian dari keterampilan beladiri yang berasal dari Thailand yang bernama Krabi Krabong ( Beladiri militer yang menggunakan senjata ). Ketika tidak dipersenjatai para praktisi Krabi Krabong beralih ke tehik bertarung yang menggunakan kaki dan tehnik bantingan. Berkembang seiring dengan waktu maka terciptalah muay boran (aliran muay thai kuno). muay boran dibagi menjadi Muay ThaSao (Utara), Muay Thai Korat (Timur atau timur laut), Muay Thai Lobburee (daerah tengah) and Muay Thai Chaiya (Selatan).


Ada pepatah tentang Muay Thai Boran yang berbunyi "Tinju Korat, Kecerdasan Lobburee, Sikap Chaiya, kecepatan Thasao. (หมัดหนักโคราช ฉลาดลพบุรี ท่าดีไชยา ไวกว่าท่าเสา)".

Muay Korat menekankan pada kekuatan. Ada teknik yang disebut " Tinju pelempar Kerbau ", sebab menurut dugaan tehnik ini dapat mengalahkan seekor kerbau liar hanya dengan satu pukulan .

Muay Lobburee menekankan pada pergerakan yang lincah. Andalannya adalah pukulan lurus dan pukulan memutar.

Muay Chaiya menekankan pada pertahanan dan postur, seperti halnya lutut dan siku. Muay Thasao menekankan pada kecepatan, terutama pada tendangan. Oleh karena kecepatan mereka yang melebihi lainnya Muay Boran jenis ini disebut juga " Ling Lom" ( monyet angin atau Loris).

Thai Boxing saat ini menjadi olahraga beladiri yang sangat digemari dan tersebar di selurh penjuru dunia, sebagai olahraga kompetisi, seni beladiri dan bagi sebagian orang menjadi gaya hidup.


Metode

Muay Thai adalah metode beladiri yang tidak memerlukan senjata karena tubuh kita (tulang dan daging) adalah senjatanya. Didefinisikan seperti ini karena pada zaman dulu seorang tentara perang Thailand menggunakan senjata yang alami pada tubuh manusia, yang merupakan tiruan dari senjata peperangan, yang dapat diilustrasikan sebagai berikut :



TANGAN MEMUKUL seperti ANAK PANAH

LENGAN diumpamakan seperti PEDANG

SIKUT dan LUTUT digunakan seperti suatu KAMPAK peperangan

TULANG KERING KAKI dikondisikan untuk membentur seperti TONGKAT

bekerja seperti TOMBAK


Yang harus kita pahami yaitu mengenai pusat kekuatan manusia yang tak lain adalah perut, dan pada poin inilah aliran tenaga dimulai, dan dari sinilah tenaga mulai bergerak, mengitari tubuh dan menjalar keanggota badan lainnya. Jadi konsentrasi integrasi kekuatan, kecepatan dan koordinasi otot-otot merupakan inti dari segala teknik

Tentunya banyak keuntungan untuk Anda mempelajari Thai Boxing seperti stamina yang prima, pembakaran lemak, pembakaran kolesterol serta pembentukan tubuh dan yang paling penting, adalah untuk menjaga diri dengan bela diri ini.

Teknik Dasar

• Footwork

• Pukulan

Jab: pukulan lurus dengan menggunakan tangan kiri. Untuk Anda yang kidal pukulan dilakukan dengan menggunakan tangan kanan. Target pukulan jab adalah wajah dan tubuh bagian depan.

Strike: pukulan lurus dari arah belakang dengan tangan lain yang tidak digunakan saat pukulan jab. Jika pukulan jab Anda menggunakan tangan kiri, maka strike menggunakan tangan kanan Anda dan sebaliknya. Target pukulan strike sama dengan jab.

Hook: Pukulan menyamping, targetnya adalah wajah dan tubuh bagian samping.

Upper Cut: Pukulan dari bawah ke atas. Targetnya lebih banyak lagi, bisa tubuh bagian samping maupun depan. Selain itu, dagu juga menjadi target pukulan ini.

• Tendangan

Low Kick: tendangan kaki lurus ke depan setinggi pinggang. Target dari tendangan ini adalah bagian pinggang ke bawah.

Middle Kick: tendangan kaki lurus ke depan setinggi pinggang hingga ketiak. Target dari gerakan ini adalah tubuh bagian tengah.

High Kick: tendangan tinggi dengan target bagian kepala.

Push Kick: tendangan kaki yang gerakannya seperti mendorong. Gerakan ini bisa dilakukan lurus ke depan ataupun ke arah bawah dan atas.

• Sikutan

Vertical: gerakan dengan menggunakan sikut yang bergerak dari atas ke bawah.

Horizontal: serupa dengan gerakan sikut vertical namun gerakan sikut sejajar.

Smashing Elbow: gerakan dengan sikut yang menyerupai gaya smash.

Upper Cut Elbow: sama dengan pukulan upper cut namun fokus pada sikut. Sikut digerakan dari bawah ke atas.

• Dengkulan

Upper Cut Knee: lutut digerakkan dari bawah ke atas. Serupa dengan gerakan upper cut yang lain namun fokus dengan menggunakan lutut.

Hook Knee: hampir sama dengan pukulan hook tapi mengunakan lutut.

Circle Knee: gerakan lutut memutar yang disertai dengan bagian badan yang juga memutar. Target gerakan ini adalah iga dan paha bagian samping.




Teknik Lanjutan

• Serangan

• Clinch

Gerakan ini hanya digunakan saat pertandingan Muay Thai. Gerakannya adalah seperti merangkul lawan dari arah depan. Berguna untuk menyerang lawan dengan menggunakan dengkul.



• Teknik Kombinasi

• Sparring

Perlengkapan Tarung
  • Gloves (Sarung Tinju)
  • Mouth Guard (Pelindung Gigi)
  • Shorts (Celana)
  • Handswrap (Pembalut Tangan)

Peralatan Latihan
  • Heavy Bags (Sansak)
  • Haed Guard (Pelindung Kepala)
  • Shin Guard (Pelindung Kaki)
  • Muay Thai Pads (Pad Tendangan)
  • Belly Pads (Pad Tendangan Perut)
  • Low Kick Pads (Pad untuk tendangan Sapuan)
  • Muay Thai Jump Rope (Lompat tali untuk Muay Thai [lebih berat])


Program Latihan
  • Pemanasan / Stretching : 10 menit
  • Lari : 10 Km
  • Skipping (Lompat Tali) : 20 menit
  • Shadow Box & Drill : 20 menit
  • Memukul & Menendang Sansak : 30 menit
  • Clinch / sparring : 30 menit
Program ini untuk profesional, untuk pemula menyesuaikan

Sinematografi

2007, Bintang Ryan McCarthy dan Jake , Film : Never Back Down.

2004, Muay Thai boxer Asanee Suwan, Film Beautiful Boxer.

1971 Shaw Brothers Studio , Film: Duel of Fists.Ti Lung .

2005, Bintang Tony Jaa,film : Ong-Bak, The Protector, Born to Fight, dan Tom-Yum-Goong.

2006, Bintang Dida Diafat, film : Chok Dee.

1999, Bintang Jean Claude van Damme, film : Kickboxer.

2007, Muaythai Chaiya (Film wajib pecinta muaythai)

Links
  • Organisasi




  • Sasana / Club
Indonesia







Rules / Peraturan



Muay Thai saat ini tersebar luas dan dipertandingkan di berbagai negara di dunia. Terdapat peraturan dan regulasi yang berbeda bergantung terhadap di negara mana pertandingan diadakan dan di bawah organisasi apa pertandingan muaythai tersebut diselenggarakan. Bagaimanapun juga peraturan yang ada harus mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh World Muaythai Council, Sebuah badan muaythai internasional.

Dalam peraturan dasar Muay Thai, pertandingan berlangsung tidak lebih dari 5 ronde, setiap ronde berlangsung selama 3 menit , dengan masa istirahat dua menit antar ronde. dan tidak diperkenankan mengadakan ronde tambahan.

Petarung harus memakai sarung tinju, masing-masing beratnya tidak kurang dari 6 ons (172 gram). Sarung tinju tidak boleh diperas, diremas atau dilumatkan untuk mengubah bentuk aslinya.

Para petarung harus memakai celana yang berwarna (merah atau biru sesuai sudut mereka). Para petarung harus memakai pelindung kemaluan untuk melindungi alat vital, sementara penggunaan Gum shield tidak diwajibkan.

Petarung dilarang mengenakan kemeja atau sepatu, tapi tutup mata kaki diperbolehkan.

Mongkol (ikat kepala Muay Thai) dapat dipakai di kepala hanya selama ritual pra-pertarungan untuk melakukan penghormatan kepada leluhur guru Muay Thai, Mongkol harus dilepas sebelum pertarungan dimulai.

Logam atau peralatan lainnya yang dapat membahayakan lawan dilarang digunakan. Berikut adalah detil peraturan dan regulasi dari World Muaythai Council.


1. Ring / Arena





  1. Ring yang digunakan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
  2. Ukuran : Berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sebagai berikut :
  3. ring ukuran kecil (panjang setiap sisinya 20 Kaki / 6,1 meter); ring ukuran besar (panjang setiap sisinya 24 kaki / 7,3 meter), ukuran tersebut adalah ukuran ring diukur dari dalam tali ring.
  4. Lantai dan sudut: Harus dibangun dengan baik tanpa penghalang dan dengan ekstensi / penambahan luas minimum di luar ring sekurang-kurangnya 3 kaki (91 cm). Tinggi lantai ring minimum harus 4 kaki (1,22 meter) dengan maksimal 5 kaki (1,48 meter) dari lantai dasar bangunan. Tiang pojok harus memiliki diameter antara empat inci (10 cm) hingga lima inci (12,70cm) dengan ketinggian tiang 58 inci (1,47 meter) dari lantai ring. Keseluruhan tiang yang berjumlah empat buah harus dilapisi bantalan .
  5. Lantai ring : Lantai ring harus dilapisi oleh bantalan berupa karet, kain lembut, karet matras, atau bahan serupa dengan ketebalan minimum 1 inci (2,50 cm) dan maksimum 1,5 inci (3,7 cm). Bantalan harus sepenuhnya ditutupi oleh kain kanvas.
  6. Tali ring : terdiri dari 4 buah tali dengan diameter tali minimum 1,2 inci (3cm) dan diameter maksimum 2 inci (5cm), yang terbentang dan dihubungkan oleh 4 buah tiang. Jarak dari dasar ring hingga tali paling bawah adalah 46 cm, tali kedua 76 cm, tali ketiga 107 cm, dan tali paling atas 137 cm. Tali dilapisi oleh material lembut seperti vinil. Setiap tali di setiap sisi digabungkan oleh dua buah pemisah tali (rope divider) yang berdiameter 3-4 cm dan memiliki jarak yang sama antara satu dan yang lainnya.
  7. Tangga ring : Setiap ring harus memiliki paling sedikit tiga buah tangga, dengan lebar paling tidak 1,07 meter. Dua buah tangga diletakkan di sudut pemain, dan tangga ketiga diletakkan di sisi tengah untuk digunakan oleh dokter dan petugas lainnya.
  8. Kantong plastik : ditempatkan di sudut pemain untuk meletakkan sisa tisu, bandage dan sampah lainnya.


2: Asesoris Ring


Peralatan berikut ini diperlukan pada pinggir ring.
  1. Area istirahat pada kedua sudut.
  2. Dua botol air minum dan dua botol semprot. Botol jenis lain tidak diijinkan di pinggir gelanggang.
  3. Dua buah handuk.
  4. Dua mangkuk air.
  5. Meja dan kursi untuk pejabat.
  6. Lonceng.
  7. Satu atau dua buah stopwatch.
  8. Papan skor.
  9. Kotak untuk menyimpan papan skor.
  10. Satu set indikator ronde, tanda atau papan skor.
  11. Dua pasang sarung tinju cadangan.
  12. Satu set celana cadangan berwarna biru dan merah.
  13. Pelindung kemaluan dengan satu atau dua tali.
  14. Dua buah kamar ganti temporer dari kain berbentuk persegi empat sebagai tempat ganti pelindung kemaluan atau untuk penyesuaian .
  15. Tandu
  16. Gunting berujung tumpul.

3 : Sarung Tinju







1. Hanya sarung tinju yang sudah mendapatkan sertifikat dari World Muay Thai Council yang boleh digunakan dalam pertandingan muay thai.

2. Persyaratan sarung tinju:

Sarung tinju yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Pembagian Berat Berat Sarung Tinju

Mini Flyweight - Junior Featherweight 6 ons (132 gram)

Featherweight - Welterweight 8 ons (227 gram)

Junior Middleweight and upwards 10 ons (284 gram)


Berat dari kulit yang membungkus sarung tinju tidak boleh melebihi separuh dari berat total sarung tinju, busa atau bantalan sarung tinju juga harus selalu dalam kondisi prima, tali pengikat sarung tinju harus diikat rapi dibalik pergelangan.



4: Bandages (Handwraps)






Hanya bandage dengan bahan kain yang diperbolehkan, dengan ukuran 5 cm x 4,5 meter. Bandage berbahan plastic atau plester dilarang dipergunakan. Penggunaan tape berperekat, berukuran 2,5 cm x 2,5 meter hanya diperbolehkan untuk menutupi pergelangan tangan tidak boleh untuk menutupi buku jari.


5: Dress Code


A. Pakaian Petarung
  1. Hanya celana tinju yang dipakai, warna celana tergantung dari sudutnya, sudut merah celananya berwarna merah, merah jambu, merah marun, atau dengan strip berwarna merah, sedangkan sudut biru celananya berwarna biru, biru muda, atau hitam.
  2. Untuk menjamin keselamatan petarung, pelindung kemaluan harus digunakan dalam setiap pertandingan.
  3. Rambut gondrong dan jenggot tidak diperkenankan, kumis diperbolehkan selama panjang kumis tidak melebihi bibir.
  4. Mongkol harus digunakan ketika melakukan wai kru, yang dilakukan sebelum pertandingan dimulai.
  5. Bandage elastis diperbolehkan untuk digunakan pada tangan atau kaki untuk mencegah otot terkilir, tetapi penggunaan pelindung tulang kering, dll, tidak diperbolehkan.
  6. Material berbahan metal, perhiasan dan sejenisnya tidak diperbolehkan
  7. Penggunaan vaselin, dan sejenisnya yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan secara curang tidak diperbolehkan.
  8. Petarung diperbolehkan menggunakan bandage pada ankle untuk mencegah kaki dari terkilir.


B. pelanggaran terhadap dress code bisa berakibat diskualifikasi. Jika timbul masalah pada sarung tinju yang dikenakan, wasit bisa menghentikan pertandingan sementara untuk memberi waktu bagi petarung untuk melakukan pembenahan pada sarung tinju yang digunakan.





Weight Division / Pembagian Kelas



A. Pembagian Kelas



Category Weight (up to)
  • Super Heavyweight 209 lb+ (95 kg+)
  • Heavyweight 190 lb+ (86 kg+)
  • Cruiserweight 190 lb (86 kg)
  • Light Heavyweight 175 lb (79 kg)
  • Super Middleweight 168 lb (76 kg)
  • Middleweight 160 lb (73 kg)
  • Junior Middleweight 154 lb (70 kg)
  • Welterweight 147 lb (67 kg)
  • Junior Welterweight 140 lb (64 kg)
  • Lightweight 135 lb (61 kg)
  • Junior Lightweight 130 lb (59 kg)
  • Featherweight 126 lb (57 kg)
  • Junior Featherweight 122 lb (55 kg)
  • Bantamweight 118 lb (54 kg)
  • Junior Bantamweight 115 lb (52 kg)
  • Flyweight 112 lb (51 kg)
  • Junior Flyweight 108 lb (49 kg)
  • Mini Flyweight105 lb (48 kg)

B. Timbang Badan

1. Petinju ditimbang tanpa mengenakan pakaian, paling lambat 3 jam sebelum pertandingan

2. Jika terjadi kelebihan berat badan, bisa dilakukan penimbangan ulang

3. Selain timbang badan, petarung harus diperiksa dan dinyatakan layak tanding oleh dokter yang sudah ditunjuk.


7: Wai Kru and Round Definition





  1. Sebelum ronde pertama dimulai, petarung harus melakukan wai kru (ritual memberi hormat kepada pelatih), dengan diiringi oleh alat musik tradisional Thailand, yaitu : simbal, tom tom dan seruling.
  2. Pertandingan muaythai terdiri dari 5 ronde, dengan lama tiap rondenya 3 menit dan istirahat 2 menit antara setiap rondenya. Penghentian selama pertandingan, tidak dihitung sebagai bagian dari 3 menit waktu ronde.


8: Boxers / Petarung





Persyaratan petarung
  1. Tidak memiliki cacat fisik dan berusia paling tidak 15 tahun
  2. Memiliki berat badan minimal 45 kg
  3. Tidak termasuk golongan orang yang dilarang bertanding, seperti yang tertera pada panduan kesehatan dari world muaythai council.

Muaythai Thaiboxing

Rules / Peraturan (lanjutan)



9: Seconds (Pendamping).

Dua orang pendamping diizinkan untuk mendampingi petarung sesuai ketentuan sebagai berikut:
  1. Selama pertandingan, pendamping tidak diperbolehkan untuk menasihati, membantu atau memberi instruksi kepada petarung yang mereka dampingi. Setiap pelanggaran aturan oleh pendamping atau petarung bisa mengakibatkan diskualifikasi petarung.
  2. Pendamping tidak diizinkan untuk memberi isyarat ke pihak pihak yang berkepentingan, tentang kondisi petarungnya.
  3. Selama pertandingan, pendamping harus menempati area yang sudah disediakan. Sebelum setiap ronde dimulai pendamping akan menyingkirkan semua handuk, botol air, dll keluar dari daerah ring.
  4. Selama interval, pendamping akan memastikan bahwa petarung mereka sudah berpakaian dengan benar. Jika terjadi masalah pendamping akan segera memberitahu wasit.

10: Komite Pertandingan

A. Kualifikasi Anggota Komite .

1. Tidak memiliki cacat fisik dan berusia minimal 25 tahun

2. Memiliki sertifikat kesehatan dari world muaythai council

3. Memiliki sertifikat tentang pengalaman, kesehatan, umur dan pekerjaan

4. Telah disertifikasi oleh world muaythai council bahwa sudah memenuhi syarat.


B. Kualifikasi Wasit

1. Setiap wasit harus ditraining dan lulus uji oleh komite yang telah ditunjuk oleh world muaythai council dan sudah memiliki sertifikat serta telah terdaftar sebagai wasit.

2. Tidak boleh berusia lebih dari 60 tahun kecuali sudah mendapat persetujuan dari komite yang berwenang.

3. Harus segera mengundurkan diri atas perintah komite atau ketika tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai wasit.

C. Jumlah Juri dan Wasit

Panitia pertandingan terdiri dari 3 juri dan 1 wasit dengan seorang inspektur pertandingan yang bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya pertandingan.

Muay Thai Rules 11: The Referee






A. Tugas.

Tugas utama wasit adalah memastikan keselamatan petinju sebagai prioritas utamanya.

B. Tanggung Jawab Wasit.

Seragam wasit terdiri dari celana panjang dan kemeja berwarna biru, yang berlogo World Muay Thai Council dan mengenakan sepatu kanvas datar. Wasit tidak diperbolehkan mengenakan kacamata atau perhiasan.

Wasit harus memastikan hal hal berikut :

  1. Keadilan dalam menegakkan peraturan pertandingan untuk semua pihak.
  2. Tidak ada ketidaksopanan dalam tingkah laku atau cara berbicara baik kepada petarung maupun penonton.
  3. Pengawasan yang ketat terhadap pertandingan.
  4. Perlindungan terhadap petarung yang lebih lemah dari cedera serius.
  5. Inspeksi terhadap sarung tinju dan pelindung ankle.
  6. Memastikan kedua petarung saling berjabat tangan sebelum ronde pertama dan terakhir.
  7. Untuk pertandingan kejuaraan atau pertandingan mempertahankan gelar, wasit harus menjelaskan kepada para petinju dan pendamping mereka tentang peraturan dan regulasi yang digunakan dalam pertandingan dan hal ini harus dilakukan di ruang ganti, sebelum pertandingan itu dimulai.


    Tiga perintah verbal yang digunakan:

    "STOP" ketika memerintahkan para petarung untuk menghentikan pertandingan.


    "BREAK" ketika memerintahkan para petinju untuk saling memisahkan diri "FIGHT" ketika memerintahkan para petinju untuk melanjutkan pertandingan.

    Ketika para petinju diperintahkan untuk "BREAK", keduanya harus melangkah mundur satu langkah sebelum melanjutkan untuk bertanding.

  8. Wasit harus menggunakan tanda isyarat yang benar untuk memastikan petinju paham tentang pelanggaran yang telah dilakukan.
  9. Pada akhir pertandingan, wasit akan mengumpulkan lembar nilai dari masing-masing dari tiga juri dan menunjukkan pemenang kepada para penonton, dengan cara mengangkat tangan petarung yang menang. Lembar nilai kemudian akan diserahkan kepada inspektur pertandingan untuk verifikasi.
  10. Untuk pertandingan kejuaraan, wasit akan mengumpulkan scoresheets dari hakim di akhir setiap putaran, memeriksa dan menyerahkan mereka ke inspektur pertandingan untuk kemudian mengangkat tangan pemenang setelah hasil diumumkan.
  11. Jika diperlukan untuk menghentikan pertandingan atau menghukum seorang petarung, wasit harus segera memberi tahu alasannya ke inspektur pertandingan setelah membuat pengumuman.
  12. Jika terjadi insiden terhadap wasit yang mengakibatkan wasit tersebut tidak dapat melanjutkan tugasnya, juri senior akan bertindak sebagai penggantinya.
  13. Wasit dilarang untuk memberikan penghitungan secara lisan atau peringatan yang memberikan keuntungan yang tidak adil atau merugikan salah satu petarung.
  14. Wasit dilarang memberikan komentar atau berspekulasi pada setiap pertandingan kecuali mendapat persetujuan terlebih dahulu dari inspektur pertandingan.
  15. Semua wasit wajib menjalani inspeksi tahunan dan sertifikasi medis oleh dokter dari Dewan dan harus sehat secara fisik pada awal setiap pertandingan.
C. Tugas Wasit.
  1. Untuk menghentikan pertandingan dengan segera jika menganggap bahwa salah satu petarung secara signifikan lebih mendominasi atau lebih kuat dari yang lain.
  2. Untuk menghentikan pertandingan dengan segera ketika seorang petinju dalam kesulitan atau terluka.
  3. Untuk menghentikan pertandingan dengan segera jika ia menganggap bahwa salah satu atau kedua petarung ada yang berpura-pura atau tidak mencoba memberikan pertarungan terbaik mereka.
  4. Untuk menghentikan pertandingan atau memperingatkan para petinju karena melakukan pelanggaran atau melanggar aturan.
  5. Segera mendiskualifikasi petinju yang dengan sengaja melanggar aturan, melukai atau menunjukkan agresi apapun ke wasit.
  6. Untuk mendiskualifikasi petinju dan pendampingnya jika sengaja melanggar aturan atau tidak mengikuti instruksi wasit.
  7. Untuk mendiskualifikasi petarung yang dengan sengaja atau tanpa sengaja menyebabkan foul.
  8. Untuk menghentikan pertandingan jika ia menganggap bahwa petinju yang telah menerima hitungan, tidak mampu melanjutkan pertandingan secara efektif.
  9. Untuk melarang keuntungan untuk seorang petinju yang dengan sengaja melakukan pelanggaran dengan cara apapun.

12: Judges / Hakim


A. Tanggung Jawab Hakim

Hakim bertindak secara independent dalam melakukan penilaian

Tiap hakim duduk di sisi yang berbeda dan terpisah dengan penonton

Hakim harus berlaku netral, kecuali ketika pelanggaran peraturan terjadi dimana hakim mengacu pada keputusan wasit, hal ini dilakukan pada saat interval ronde

Pada tiap akhir ronde, hakim harus melengkapi skor untuk ronde tersebut

Hakim tidak diperkenankan meninggalkan tempat hingga pertandingan usai dan hasilnya sudah diumumkan

B.Seragam

Hakim harus menggunakan seragam sesuai ketentuan yang berlaku dari WMC


13.Keputusan Final

Pemimpin komite pertandingan dapat memberikan koreksi terhadap hasil final dengan kondisi:

  • Wasit melakukan penilaian yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku
  • Hakim terbukti melakukan penilaian yang mencurigakan

14 : Tugas Inspektur Pertandingan
  1. Menunjuk wasit dan juri
  2. Mengawasi dan meningkatkan kualitas wasit dan juri dan memastikan keselarasan antara peraturan dan penerapannya.
  3. Memastikan wasit dan juri melakukan tugasnya secara professional dan memberi masukan kepada world muaythai council jika ada ketidakaturan.
  4. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan promosi, dan melaporkannya kepada komite konsil.
  5. Membuat keputusan terhadap wasit dan juri.
  6. Memverifikasi lembar skor untuk memastikan bahwa :
    a. Skor diraih secara benar (tidak ada kecurangan).

    b. Nama petarung adalah benar.

    c. Pemenang yang sah sudah dicatat.

    d. Memastikan keabsahan lembar skor dan memeriksanya

    e. Mengumumkan hasilnya kepada penonton.
  7. Membuat keputusan jika wasit dan juri tidak dapat memberikan keputusan
  8. Melaporkan kepada komite konsil nama petarung yang melakukan pelanggaran dan menunjukkan performa yang buruk.
Muay Thai Rules 15: Time Keeper and Announcer

A. Lokasi Bangku.

Bangku untuk pencatat waktu dan announcer terletak didekat ring.

B. Tugas dan Tanggung jawab.

Pencatat waktu harus memastikan bahwa pencatatan waktu setiap ronde dan istirahat berlangsung presisi , pencatatan dilakukan dibawah instruksi wasit untuk mulai atau berhenti. Prosedur berikut ini digunakan untuk pencatatan waktu :
  1. Memberikan signal 5 detik sebelum pertandingan dimulai setiap rondenya, agar pendamping dapat segera meninggalkan ring
  2. Lonceng digunakan sebagai tanda mulai dan berhentinya setiap ronde
  3. Mengurangi waktu istirahat sesuai instruksi wasit
  4. Memastikan penghitungan waktu secara akurat menggunakan jam dan stopwatch
  5. Jika petarung menerima penghitungan selama ronde 1-4 dan waktu berakhir, lonceng harus segera dibunyikan setelah wasit selesai menghitung
  6. Pada ronde terakhir jika terjadi penghitungan, lonceng harus segera dibunyikan jika waktu sudah melebihi 3 menit, walaupun wasit masih melakukan penghitungan
C.Tugas Announcer

1. Menyebutkan nama , sudut, dan berat petarung sebelum pertandingan dan setelah petarung naik ring

2. Memerintahkan pendamping turun dari ring setelah lonceng berbunyi

3. Mengumumkan nomor ronde di awal dan akhir setiap rondenya

4. Mengumumkan pemenang dan sudutnya, ketika wasit mengangkat tangan sang pemenang

Karate

Karate (空 手 道) adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).


Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:
  1. Shotokan
  2. Goju-Ryu
  3. Shito-Ryu
  4. Wado-Ryu
Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.

Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu dan Uechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam "4 besar WKF".

Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".


Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:

  1. Kihon, yaitu latihan teknik-teknik dasar karate seperti teknik memukul, menendang dan menangkis.
  2. Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
  3. Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring.
Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olah raga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.



Teknik Karate

Teknik Karate terbagi menjadi tiga bagian utama : Kihon (teknik dasar), Kata(jurus) dan Kumite (pertarungan). Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata seperti tongkat (bo) dan ruyung (nunchaku).

Kihon

Kihon (基本:きほん, Kihon?) secara harfiah berarti dasar atau fondasi. Praktisi Karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite.

Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat). Pada tahap dan atau Sabuk Hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihon dengan baik.

Kata

Kata (型:かた) secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.

Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.

Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh : Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.


Kumite

Kumite (組手:くみて) secara harfiah berarti "pertemuan tangan". Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojo yang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari kumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.


Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan (sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.

Untuk aliran "kontak langsung" seperti Kyokushin, praktisi Karate sudah dibiasakan untuk melakukan kumite sejak sabuk biru strip. Praktisi Kyokushin diperkenankan untuk melancarkan tendangan dan pukulan sekuat tenaganya ke arah lawan bertanding.

Untuk aliran kombinasi seperti Wado-ryu, yang tekniknya terdiri atas kombinasi Karate dan Jujutsu, maka Kumite dibagi menjadi dua macam, yaitu Kumite untuk persiapan Shiai, yang dilatih hanya teknik-teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan, dan Goshinjutsu Kumite atau Kumite untuk beladiri, semua teknik dipergunakan, termasuk jurus-jurus Jujutsu seperti bantingan, kuncian, dan menyerang titik vital.

Pertandingan Karate

Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu :
  1. Kumite (perkelahian) putera dan puteri
  2. Kata (jurus) putera dan puteri

Kumite

Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.

Kata

Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan Kata pilihan atau Kata wajib dalam peraturan pertandingan.

Para peserta harus memperagakan Kata wajib. Bila lulus, peserta akan mengikuti babak selanjutnya dan dapat memperagakan Kata pilihan.

Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: Kata perorangan dan Kata beregu. Kata beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan Kata , para peserta diharuskan memperagakan aplikasi dari Kata (bunkai). Kata beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.

Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shito-ryu, dengan perincian sebagai berikut:

  • Shotokan : Kankudai dan Jion.
  • Wado-ryu : Seishan dan Chinto.
  • Goju-ryu : Saifa dan Seipai.
  • Shito-ryu: Seienchin dan Bassaidai.
Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan Kata sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar di atas.

Luas lapangan

  • Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi.
  • Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya.
Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas jogai dimana karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding efektif.

Peralatan dalam pertandingan karate

Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan karate

  1. Pakaian karate (karategi) untuk kontestan
  2. Pelindung tangan
  3. Pelindung tulang kering
  4. Ikat pinggang (Obi) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao
  5. Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:

    • Pelindung gusi (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)
    • Pelindung tubuh untuk kontestan putri
    • Pelindung selangkangan untuk kontestan putera
  6. Peluit untuk arbitrator/alat tulis
  7. Seragam wasit/juri

    • Baju putih
    • Celana abu-abu
    • Dasi merah
    • Sepatu karet hitam tanpa sol

  8. Papan nilai
  9. Administrasi pertandingan
  10. Lampu merah, hijau, kuning sebagai tanda waktu pertandingan dengan pencatat waktu (stop watch).
Tambahan: Khusus untuk Kyokushin, pelindung yang dipakai hanyalah pelindugn selangkangan untuk kontestan putra. Sedangkan pelindung yang lain tidak diperkenankan.

Falsafah Karate

Rakka (Bunga yang berguguran)
Ia adalah konsep bela diri atau pertahanan di dalam karate. Ia bermaksud setiap teknik pertahanan itu perlu dilakukan dengan bertenaga dan mantap agar dengan menggunakan satu teknik pun sudah cukup untuk membela diri sehingga diumpamakan jika teknik itu dilakukan ke atas pokok, maka semua bunga dari pokok tersebut akan jatuh berguguran. Contohnya jika ada orang menyerang dengan menumbuk muka, si pengamal karate boleh menggunakan teknik menangkis atas. Sekiranya tangkisan atas itu cukup kuat dan mantap, ia boleh mematahkan tangan yang menumbuk itu. Dengan itu tidak perlu lagi membuat serangan susulan pun sudah cukup untuk membela diri.

Mizu No Kokoro (Minda itu seperti air)
Konsep ini bermaksud bahwa untuk tujuan bela diri, minda (pikiran) perlulah dijaga dan dilatih agar selalu tenang. Apabila minda tenang, maka mudah untuk pengamal bela diri untuk mengelak atau menangkis serangan. Minda itu seumpama air di danau. Bila bulan mengambang, kita akan dapat melihat bayangan bulan dengan terang di danau yang tenang. Sekiranya dilontar batu kecil ke danautersebut, bayangan bulan di danau itu akan kabur.

Aliran Karate

Seperti telah disinggung diatas, ada banyak aliran Karate di Jepang, dan sebagian dari aliran-aliran tersebut sudah masuk ke Indonesia.

Adapun ciri khas dan latar belakang dari berbagai aliran Karate yang termasuk dalam "4 besar JKF" adalah sebagai berikut:

Shotokan

Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi, Kan dapat diartikan sebagai gedung/bangunan - sehingga shotokan dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan pelopor yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang. Aliran Shotokan merupakan akumulasi dan standardisasi dari berbagai perguruan karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu, yaitu satu gerakan dapat membunuh lawan. Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.

Goju-ryu

Goju memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan karate tradisional di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang. Dengan meningkatnya popularitas Karate di Jepang (setelah masuknya Shotokan ke Jepang), aliran Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Miyagi memperbarui banyak teknik-teknik aliran ini menjadi aliran Goju-ryu yang sekarang, sehingga banyak orang yang menganggap Chojun Miyagi sebagai pendiri Goju-ryu. Berpegang pada konsep bahwa "dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus bisa menerima dan membalas pukulan". Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, agar para praktisinya dapat memberikan pukulan yang dahsyat dan menerima pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu menggunakan tangkisan yang bersifat circular serta senang melakukan pertarungan jarak rapat.

Shito-ryu

Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain KATA, terbukti dari banyaknya KATA yang diajarkan di aliran Shito-ryu, yaitu ada 30 sampai 40 KATA, lebih banyak dari aliran lain. Namun yang tercatat di soke/di Jepang ada 111 kata beserta bunkainya. Sebagai perbandingan, Shotokan memiliki 25, Wado memiliki 17, Goju memiliki 12 KATA. Dalam pertarungan, ahli Karate Shito-ryu dapat menyesuaikan diri dengan kondisi, mereka bisa bertarung seperti Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat seperti Goju.

Wado-ryu

Wado-ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran beladiri Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu. DIdalam pertarungan, ahli Wado-ryu menggunakan prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan kadang-kadang menggunakan teknik Jujutsu seperti bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan. Akan tetapi, dalam pertandingan FORKI dan JKF, para praktisi Wado-ryu juga mampu menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa menggunakan jurus-jurus Jujutsu tersebut.

Sedangkan aliran Karate lain yang besar walaupun tidak termasuk dalam "4 besar JKF" antara lain adalah:

Kyokushin

Kyokushin tidak termasuk dalam 4 besar Japan Karatedo Federation. Akan tetapi, aliran ini sangat terkenal baik didalam maupun diluar Jepang, serta turut berjasa mempopulerkan Karate di seluruh dunia, terutama pada tahun 1970an. Aliran ini didirikan oleh Sosai Masutatsu Oyama. Nama Kyokushin mempunyai arti kebenaran tertinggi. Aliran ini menganut sistem Budo Karate, dimana praktisi-praktisinya dituntut untuk berani melakukan full-contact kumite, yakni tanpa pelindung, untuk mendalami arti yang sebenarnya dari seni bela diri karate serta melatih jiwa/semangat keprajuritan (budo), aliran ini juga sering dikenal sebagai salah satu aliran karate paling keras. Aliran ini menerapkan hyakunin kumite (kumite 100 orang) sebagai ujian tertinggi, dimana karateka diuji melakukan 100 kumite berturut-turut tanpa kalah. Sosai Oyama sendiri telah melakukan kumite 300 orang. Adalah umum bagi praktisi aliran ini untuk melakukan 5-10 kumite berturut-turut.

Shorin-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang asli berasal dari Okinawa. Didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada ajaran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate abad ke 19 yang juga adalah guru dari Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan Karate. Dapat dimaklumi bahwa gerakan Shorin-ryu banyak persamaannya dengan Shotokan. Perbedaan yang mencolok adalah bahwa Shorin-ryu juga mengajarkan bermacam-macam senjata, seperti Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.

Uechi-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang paling banyak menerima pengaruh dari beladiri China, karena pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung di provinsi Fujian di China. Oleh karena itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat mirip dengan Kungfu aliran Fujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih).

You might also like: