Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Monday, October 8, 2012

7 Hal Bernamakan Indonesia di Dunia



Indonesia mungkin tak setenar Inggris atau Amerika. Tak sekaya Kuwait ataupun Cina. Namun di balik itu semua, Indonesia masih memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Suatu hal yang hanya dimiliki Indonesia dan tidak dimiliki negara lain. Hal-hal tentang Indonesia yang mendunia.

Tentunya, sebagai bangsa Indonesia, kita harus bangga akan negeri kita ini. Tanpa memandang segala macam kelebihan dan kekurangannya. Setelah dibuat salut oleh 7 Orang Indonesia Yang Mendunia, mungkin 7 Hal Bernamakan Indonesia di Dunia ini bisa membuat anda semakin cinta dan bangga akan Indonesia. Penasaran ? inilah dia 7 Hal Bernamakan Indonesia di Dunia ..

1. Kota 'Tempe' di Arizona, Amerika Serikat

Tempe adalah sebuah kota di Maricopa County, Arizona, Amerika Serikat, dengan populasi penduduk pada tahun 2008 sebanyak lebih dari 175.000. Kota yang terletak di bagian timur Lembah Phoenix Metropolitan Area ini, dibatasi oleh Phoenix dan Guadalupe di sebelah barat, Scottsdale di utara, Chandler di selatan, dan Mesa di sebelah timur. Dan Kota 'Tempe' ini merupakan lokasi kantor pusat dari perusahaan penerbangan Amerika US Airways Group serta memiliki kampus Arizona State tertua dan terbesar di Arizona.

2. Jl. R.A Kartini di Belanda

Di Belanda, ternyata terdapat sebuah jalan dan daerah yang bernamakan Raden Ajeng Kartini, pahlawan nasional yang dikenal sebagai pejuang hak-hak perempuan. Uniknya, tak hanya satu, namun ada beberapa kota di negeri kincir angin ini yang memiliki nama jalan R.A Kartini.

Antara lain di Utrecht, Jalan R.A Kartini atau Kartinistraat terletak di kawasan golongan menengah keatas, yakni kawasan dengan perumahan yang nyaman dan modern. Jalan utama Kartinistraat yang berbentuk huruf 'U' ini memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan jalan-jalan yang menggunakan nama tokoh perjuangan lokal lainnya, seperti Augusto Sandino, Steve Biko, Chez Geuvara, dan juga Agostinho Neto.

Di Venlo, Belanda Selatan, Jalan R.A Kartinistraat berbentuk huruf 'O'. Sementara di wilayah Amsterdam Zuidoost atau yang lebih dikenal dengan Bijlmer, Jalan Raden Adjeng Kartini ditulis lengkap. Dan yang paling menarik adalah mengamati letak Jalan Kartini di Haarlem. Disana Jalan Kartini berdekatan dengan Jalan Muhammad Hatta, Jalan Sutan Sutan Sjahrir dan langsung tembus ke Jalan Chris Soumokil, presiden kedua RMS atau Republik Maluku Selatan.

3. Taman Indonesia di Belgia

Taman Indonesia pertama di Eropa ini terletak di Parc Paradisio, Brugelette, Belgia. Taman yang diberi nama The Kingdom Of Ganesha ini adalah sebuah penghargaan dan kehormatan bagi bangsa Indonesia. Taman ini terwujud atas dasar kecintaan Eric Domb yang merupakan petinggi dari Parc Paradiso terhadap Indonesia, sehingga ia membuat taman seluas 5 hektar tersebut.

Komplek luas ini terdiri dari Puri Agung Shanti Buwana Bali, replika besar Candi Prambanan, bongkahan batu besar berderet ala Gunung Kawi di balik tembok candi, rumah Toraja, replika Candi Borobudur, rumah tradisional Nusa Tenggara Timur serta beragam patung dan bahkan kayu pohon besar yang telah menjadi fosil dari daerah Banten. Tak tanggung-tanggung, keseluruhan dari taman yang telah dibuka dan diresmikan pada 20 Mei 2009 ini dibangun oleh para seniman dan pekerja yang didatangkan khusus dari Bali dan Jawa Tengah.

4. Karel 'Pitak', Republik Ceko

Tak hanya tempat, jalan maupun kota saja yang bernamakan Indonesia di dunia, nama seorang pemain sepakbola asal republik Ceko pun dianugrahi nama unik yang terdapat dalam bahasa Indonesia yakni Karel 'Pitak'. Pitak merupakan julukan bagi seseorang yang memiliki bekas luka di sekitar kepala, sehingga menyebabkan kulit kepala terlihat dengan jelas. Tetapi berbeda dengan pemain tengah kelahiran 28 Januari 1980 ini, nama Karel 'Pitak' sudah diterimanya semenjak lahir, karena dibagian kanan bawah kepalanya terlihat jelas kulit kepalanya.

5. Fransisco 'Lima', Brazil

Hal yang bernamakan Indonesia di dunia berikutnya adalah nama dari gelandang defensif dari AS Roma. Tak jauh berbeda dengan Karel 'Pitak', mantan pesepakbola asal brazil ini pun juga dianugrahi nama Indonesia. Ia adalah Fransisco 'Lima'. Entah atas dasar apa ia dinamakan 'lima', tetapi yang pasti di masa kejayaannya, pria kelahiran 17 April 1971 ini ternyata juga bernomor punggung 5 (lima) sesuai dengan nama belakangnya. Entah kebetulan atau sengaja, yang jelas Fransisco 'Lima' adalah sosok pemain sepakbola yang memiliki kecepatan dan skill individu yang tidak diragukan lagi.

6. Sungai 'Gila' di Arizona, AS

Arizona, sebuah negara bagian yang terletak di daerah barat daya Amerika Serikat ini sangat terkenal dengan keindahan alamnya, diantaranya adalah gurun dan sungai. Uniknya, selain memiliki kota 'Tempe', Arizona pun juga memiliki sungai yang bernamakan Indonesia yakni Sungai 'Gila'. Sungai 'Gila' ini merupakan anak sungai dari Sungai Colorado yang terletak diantara New Mexico dan Arizona. Sungai ini memiliki panjang sekitar 650 mil atau lebih dari 1000 kilometer.

7. Jalan Ir. Soekarno di Maroko dan Pakistan

Tercatat ada 2 negara yang mengambil nama presiden pertama Indonesia ini sebagai nama jalan di negaranya yakni Maroko dan Pakistan. Di Maroko, nama Soekarno diabadikan menjadi nama Rue Soukarno. Selain nama Soekarno, di negara ini pun juga ada nama Jalan Jakarta. Kabarnya, Maroko terkesan dengan sosok Soekarno, sehingga peresmian jalan itu pun mengundang langsung Soekarno ke Maroko pada 2 Mei 1960 lalu untuk menggunting pita nama jalannya itu.

Selain di Maroko, nama Soekarno juga terkenal di Pakistan, setidaknya ada 2 tempat yang diberi nama Soekarno di Pakistan yaitu Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar, dan Soekarno Bazar di Lahore. Sama halnya dengan Maroko, Pakistan sangat segan kepada sosok Soekarno. Bahkan, hingga kini kalangan militer Pakistan masih ingat jasa Soekarno yang mengirim TNI Angkatan Laut (AL) berpatroli di laut selatan Pakistan saat konflik memanas antara Pakistan dan India di tahun 1965 lalu.

Itulah tadi 7 Hal Bernamakan Indonesia di Dunia. Nah, setelah melihat ke-7 fakta diatas, tidak ada alasan lagi untuk tidak cinta dan bangga akan Indonesia kan ? Aku bangga menjadi orang Indonesia !

Baca juga, 10 Kota Paling Besar di Indonesia

Tuesday, October 2, 2012

10 Mata Uang Tertua di Indonesia

1. Uang Syailendra (850 M)

Mata uang Indonesia dicetak pertama kali sekitar tahun 850/860 Masehi, yaitu pada masa kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah. Koin-koin tersebut dicetak dalam dua jenis bahan emas dan perak, mempunyai berat yang sama, dan mempunyai beberapa nominal :
* Masa (Ma), berat 2.40 gram; sama dengan 2 Atak atau 4 Kupang
* Atak, berat 1.20 gram; sama dengan ½ Masa, atau 2 Kupang
* Kupang (Ku), berat 0.60 gram; sama dengan ¼ Masa atau ½ Atak

Sebenarnya masih ada satuan yang lebih kecil lagi, yaitu ½ Kupang (0.30 gram) dan 1 Saga (0,119 gram).
Koin emas zaman Syailendra berbentuk kecil seperti kotak, dimana koin dengan satuan terbesar (Masa) berukuran 6 x 6/7 mm saja. Pada bagian depannya terdapat huruf Devanagari “Ta”. Di belakangnya terdapat incuse (lekukan ke dalam) yang dibagi dalam dua bagian, masing-masing terdapat semacam bulatan. Dalam bahasa numismatik, pola ini dinamakan “Sesame Seed”.
Sedangkan koin perak Masa mempunyai diameter antara 9-10 mm. Pada bagian muka dicetak huruf Devanagari “Ma” (singkatan dari Masa), dan di bagian belakangnya terdapat incuse dengan pola “Bunga Cendana”.

2. Uang Krishnala, Kerajaan Jenggala (1042-1130 M)

Pada zaman Daha dan Jenggala, uang-uang emas dan perak tetap dicetak dengan berat standar, walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya. Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi bundar, sedangkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung, dengan diameter antara 13-14 mm.

Pada waktu itu uang kepeng Cina datang begitu besar, sehingga saking banyaknya jumlah yang beredar, akhirnya dipakai secara “resmi” sebagai alat pembayaran, menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak.

3. Uang "Ma", (Abad ke-12)


Mata uang Jawa dari emas dan perak yang ditemukan kembali, termasuk di situs kota Majapahit, kebanyakan berupa uang “Ma”, (singkatan dari māsa) dalam huruf Nagari atau Siddham, kadang kala dalam huruf Jawa Kuno. Di samping itu beredar juga mata uang emas dan perak dengan satuan tahil, yang ditemukan kembali berupa uang emas dengan tulisan ta dalam huruf Nagari. Kedua jenis mata uang tersebut memiliki berat yang sama, yaitu antara 2,4 – 2,5 gram.

Selain itu masih ada beberapa mata uang emas dan perak berbentuk segiempat, ½ atau ¼ lingkaran, trapesium, segitiga, bahkan tak beraturan sama sekali. Uang ini terkesan dibuat apa adanya, berupa potongan-potongan logam kasar; yang dipentingkan di sini adalah sekedar cap yang menunjukkan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Tanda tera atau cap pada uang-uang tersebut berupa gambar sebuah jambangan dan tiga tangkai tumbuhan atau kuncup bunga (teratai?) dalam bidang lingkaran atau segiempat. Jika dikaitkan dengan kronik Cina dari zaman Dinasti Song (960 – 1279) yang memberitakan bahwa di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang, mungkin itulah yang dimaksud.

4. Uang Gobog Wayang, Kerajaan Majapahit (Abad k-13)

pada zaman Majapahit ini dikenal koin-koin yang disebut “Gobog Wayang”, dimana untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Thomas Raffles, dalam bukunya The History of Java. Bentuknya bulat dengan lubang tengah karena pengaruh dari koin cash dari Cina, ataupun koin-koin serupa yang berasal dari Cina atau Jepang. Koin gobog wayang adalah asli buatan lokal, namun tidak digunakan sebagai alat tukar. Sebenarnya koin-koin ini digunakan untuk persembahan di kuil-kuil seperti yang dilakukan di Cina ataupun di Jepang sehingga disebut sebagai koin-koin kuil. Setelah redup dan runtuhnya kerajaan Majapahit di Jawa Timur (1528), Banten di Jawa bagian barat muncul sebagai kota dagang yang semakin ramai.

5. Uang Dirham, Kerajaan Samudra Pasai (1297 M)

Mata uang emas dari Kerajaan Samudra Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad yang berkuasa sekitar 1297-1326. Mata uangnya disebut Dirham atau Mas, dan mempunyai standar berat 0,60 gram (berat standar Kupang). Namun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 Kupang atau 3 Saga). Uang Mas Pasai mempunyai diameter 10–11 mm, sedangkan yang setengah Mas berdiameter 6 mm. Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar “Malik az-Zahir” atau “Malik at-Tahir”.

6. Uang Kampua, Kerajaan Buton (Abad ke-14)


Uang yang sangat unik,yang dinamakan Kampua dengan bahan kain tenun ini merupakan satu-satunya yang pernah beredar di Indonesia. Menurut cerita rakyat Buton, Kampua pertamakali diperkenalkan oleh Bulawambona,yaitu Ratu kerajaan Buton yang kedua,yang memerintaha sekitar abad XIV. Setelah ratu meninggal,lalu diadakan suatu “pasar” sebagai tanda peringatan atas jasa-jasanya bagi kerajaan Buton. Pada pasar tersebut orang yang berjualan engambil tempat dengan mengelilingi makam Ratu Bulawambona. Setelah selesai berjualan,para pedagang memberikan suatu upetiyang ditaruh diatas makam tersebut,yang nantinya akan masuk ke kas kerajaan. Cara berjualan ini akhirnya menjadi suatu tradisi bagi masyarakat Buton,bahkan sampai dengan tahun 1940.

7. Uang Kasha Banten, Kesultanan Banten (Abad ke-15)

Mata-uang dari Kesultanan banten pertama kali dibuat sekitar 1550-1596 Masehi. Bentuk koin Banten mengambil pola dari koin cash Cina yaitu dengan lubang di tengah, dengan ciri khasnya 6 segi pada lubang tengahnya (heksagonal). Inskripsi pada bagian muka pada mulanya dalam bahasa Jawa: “Pangeran Ratu”. Namun setelah mengakarnya agama Islam di Banten, inskripsi diganti dalam bahasa Arab, “Pangeran Ratu Ing Banten”. Terdapat beberapa jenis mata-uang lainnya yang dicetak oleh Sultan-sultan Banten, baik dari tembaga ataupun dari timah, seperti yang ditemukan pada akhir-akhir ini.

8. Uang Jinggara, Kerajaan Gowa (Abad ke-16)

Di daerah Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, berdiri kerajaan Gowa dan Buton. Kerajaan Gowa pernah mengedarkan mata uang dan emas yang disebut jingara, salah satunya dikeluarkan atas nama Sultan Hasanuddin, raja Gowa yang memerintah dalam tahun 1653-1669. Di samping itu beredar juga uang dan bahan campuran timah dan tembaga, disebut kupa.

9. Uang Picis, Kesultanan Cirebon (1710 M)

Sultan yang memerintah kerajaan Cirebon pernah mengedarkan mata uang yang pembuatannya dipercayakan kepada seorang Cina. Uang timah yang amat tipis dan mudah pecah ini berlubang segi empat atau bundar di tengahnya, disebut picis, dibuat sekitar abad ke-17. Sekeliling lubang ada tulisan Cina atau tulisan berhuruf Latin berbunyi CHERIBON.

10. Uang Real Batu, Kesultanan Sumenep (1730 M)

Kerajaan Sumenep di Madura mengedarkan mata uang yang berasal dari uang-uang asing yang kemudian diberi cap bertulisan Arab berbunyi ‘sumanap’ sebagai tanda pengesahan. Uang kerajaan Sumenep yang berasal dari uang Spanyol disebut juga real batu karena bentuknya yang tidak beraturan. Dulunya uang perak ini banyak beredar di Mexico yang kemudian beredar juga di Filipina (jajahan Spanyol). Di negeri asalnya uang mi bernilai 8 Reales. Selain uang real Mexico, kerajaan Sumenep juga memanfaatkan uang gulden Belanda dan uang thaler Austria.

Baca juga: 10 Negara Dengan Mata Uang Berangka Tertinggi dan 5 Bank Paling Tua Di Dunia

Saturday, September 29, 2012

5 Alasan Kenapa Film 'Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI' Itu Bagus



Aaah sebelum kamu semua menguliahi kita mengenai betapa banyak kebohongan sejarah dalam film ini, sini kita bisikin dulu : KITA UDAH TAU. Dan artikel ini bukan hendak berpolitis atau gimana, tapi semata-mata memberikan apresiasi terhadap kerennya film ini. Karena sesungguhnya film ini digarap dengan detil yang mencengangkan. Bahkan bisa dibilang, sampai saat ini, film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI ini merupakan salah satu film terbaik dalam sejarah film Indonesia. Gak percaya? Nih alasannya:

1. Musik Latarnya.
Adalah Embie C Noor yang jadi music director film ini. Seperti sudah paham akan dibawa kemana arah film ini, maka latar belakang musik mencekam lah yang dipilih. Karena memang itu tujuan dari film propaganda ini, memberi kesan mengerikan dan kejam tentang PKI. Dari mulai awal film yang memperlihatkan bung Karno di istana Bogor aja musiknya sudah menyayat. Belum lagi narasi yang kaku dan dingin serta latar suara berita radio yang menceritakan rawannya situasi politik saat itu. Musiknya tuh gak ngagetin dan bikin berdebar-debar seperti film horor pada umumnya, tapi pelan dan menyayat, seakan mengiris kuping dan hati. Pengalaman MBDC dulu sih, kalau gak berani liat adegan kekejaman di film itu, kita tutup kuping pun tetep berasa seremnya.

2. Setting
Berpindah-pindah dari mulai istana bogor, rumah para panglima, TK Ade Irma, ruang-ruang sempit penuh asap rokok, tempat rapat-rapat gelap PKI, dan tentu saja lubang buaya. Selingan suasana masyarakat miskin yang sedang antri beras, coretan-coretan Manipol Usdek di tembok-tembok dan atap rumah, poster bung Karno, semuanya menggambarkan suasana tahun 60an dengan sangat akurat dan memberi kesan betapa mencekamnya situasi saat itu.

3. Alur Cerita
Durasi film yang hampir 4 jam ini sama sekali gak bertele-tele, malahan bikin kamu tegang terus karena setiap adegan memberi kesan penting dan genting. Ditambah lagi keharusan untuk mengetahui isi film dengan baik dan benar bagi para pegawai negeri dan anak sekolah, karena akan keluar di ujian, membuat pengalaman menonton film ini menjadi semakin mendebarkan. Adegan kekerasan dan kekejaman dalam film ini gak usah ditanya lagi betapa sadisnya. Ketika para jendral disiksa dengan latar belakang lagu genjer-genjer itu sungguh tak terlupakan atau ketika anak DI Panjaitan histeris membasuh mukanya dengan genangan darah ayahnya, dan tentu saja tertembaknya Ade Irma. Bombastis meneror sampai ke alam bawah sadar. Membuat siapapun yang mendengar kata PKI akan merinding.

4. Dialog
Ah siapa sih yang gak inget 'Darah itu merah, Jendral', 'Jawa adalah Kunci', 'Hari H, djam D', 'Bukan main wanginya minyak wangi jenderal. Begitu harum sehingga mengalahkan amis darah sendiri'. Merinding braaay. Dialognya sangat kuat, karena film ini adalah propaganda sejarah setiap kalimat dan fakta yang hendak diceritakan harus jelas. Sehingga penonton mengingat jelas setiap detil sejarah, nama-nama dan peristiwa yang hendak digaris bawahi dalam film ini. Semakin keren karena kamu sama sekali gak bosan menonton film ini, padahal sangat sarat dengan muatan sejarah dan propaganda.

5. Pemain
Film ini bisa dibilang film terbesar dalam sejarah film Indonesia, ada sekitar 10rb figuran dan 120 orang yang memerankan tokoh nyata. Sastrawan Ommar Kayam sebagai bung Karno, sastrawan dan wartawan Syubah Asa sebagai DN Aidit, Amaroso Katamsi jadi Soeharto, dan Wawan Wanisar jadi Pierre Tendean, ajudan Nasution yang tertembak menggantikan komandannya. Meskipun akting para pemainnya tidak ada yang terlalu istimewa, semacam akting berama-ramai gitu tipikal drama dokumenter, tapi justru kesan kaku dan dingin dari para pemainnya menambahkan nuansa serius dan mencekam dari film ini. Hii serem.

Ada berapa kali kata mencekam disebutkan diatas ya? Bisa dibilang film ini masuk kategori film Indonesia jadul yang membuat trauma. Bukan cuma trauma personal tapi juga trauma bangsa. Tsailah. Sebenernya ngapain sih MBDC tiba-tiba ngebahas ini? Ya gak papa sih, kangen aja. Kalo dulu kan nonton film ini dipaksa. Nah, sekarang kita bisa menilai film ini lebih dari sisi artistiknya, bukan dari segi propagandanya. Kapan terakhir kamu nonton film ini? Punya kesan-kesan sendiri setelah nonton film ini? Boleh lho dishare.

Baca juga, 5 Alasan Film G30S PKI di Hentikan

5 Alasan Film G30S PKI di Hentikan



Entah sudah berapa tahun Film Penghianatan G30S PKI tidak ditayangkan kembali oleh TVRI. Pada zamannya, film G30S PKI pasti diputar di akhir bulan September. Dan untuk beberapa kesempatan, Saya melihat dan menontonnya di televisi hitam putih milik tetangga. Bahkan murid-murid sekolah sebelah rumah saya tempo doeloe, sempat dianjurkan untuk ikut menonton film Penghianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia itu. Ada juga yang menyebut dengan istilah Gestok atau Gerakan Satu Oktober 1965.

Film-film bernuansa heroisme kepahlawanan perjuangan dan kejuangan lain seperti Serangan Fajar, Janur Kuning, Naga Bonar, Kereta Api Terakhir, Pasukan Berani Mati, Tjut Nya’ Dhien, Soerrabaja 1945, Lebak Membara, Komando Samber Nyawa dan lain sebagainya, juga tidak pernah lagi ditayangkan di TV swasta yang ada di Indonesia, atau ditayangkan, tapi saya ketinggalan menontonnya. Pada momen-momen tertentu, televise swasta lebih sering menayangkan Film Komedi ala Wakop Dono Kasino Indro, atau TPI yang sampai saat ini masih sering sekali menayangkan Film Rhoma Irama.

Setelah melakukan searching secukupnya, ternyata saya juga belum menemukan alasan yang tepat dibalik penghentian penayangan film Penghianatan G30S PKI tersebut. Alasan-alasan yang berserakan tersebut saya kumpukan jadi beberapa alasan berikut ini:

1. Film Penghianatan G30S PKI sudah tidak relevan lagi dengan kondisi zaman sekarang. Banyaknya kritik yang masuk –baik dari politisi, sejarawan maupun budayawan— terkait dengan kepentingan politik Rezim Soeharto di balik Film tersebut.

2. Materi dan isi Film Penghianatan G30S PKI sarat dengan nuansa kekerasan. Pengulangan demi pengulangan kekerasan melalui film ini menyebabkan memori masyartakat tidak tersentuh oleh misteri dibalik tragedi G30SPKI, bahkan sampai sekarang

3. Film Penghianatan G30S PKI tidak cukup untuk membangkitkan nasionalisme dan sikap-sikap kejuangan rakyat, karena justeru dijadikan media dan propaganda untuk melestarikan kekuasaan (saat itu) dengan brand image Soeharto

4. Film Penghianatan G30S PKI, baik langsung maupun tidak langsung, justeru bisa dianggap membuka peluang tumbuh berkembangnya ideologi komunis dan bibit bibit komunisme di Indonesia.

5. Film Penghianatan G30S PKI berhenti ditayangkan seiring dengan pamor TVRI yang memudar dan menurun dengan beralihnya pemirsa TV ke chanel-chanel televisi lain yang secara audio visual lebih enak ditonton, meski hanya sekedar menonton sinetron.

Kadang rindu juga untuk melihat kembali film tersebut. Tapi, biarlah, keputusan untuk menghentikan penayangan Film G30SPKI mungkin sudah tepat. Film yang menggambarkan sejarah pertumpahan darah tersebut telah dan akan menjadi bagian dari sejarah itu sendiri.

Baca juga, 7 Pahlawan Revolusi Korban G 30 S PKI

7 Pahlawan Revolusi Korban G 30 S PKI



Pahlawan revolusi merupakan gelar kepahlawanan yang diberikan kepada 7 orang pahlawan yang meninggal pada peristiwa G 30 S PKI ( 30 September 1965 ).

Berikut ini merupakan Biografi 7 pahlawan revolusi:

1. Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani

Lahir : Jenar, Purworejo, 19 Juni 1922
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Agama : Islam
Ayah : Sarjo bin Suharyo
Ibu : Murtini
Pendidikan Formal:
- HIS (setingkat S D) Bogor, tamat tahun 1935
- MULO (setingkat S M P) kelas B Afd. Bogor, tamat tahun 1938
- AMS (setingkat S M U) bagian B Afd. Jakarta, berhenti tahun 1940
Pendidikan Militer:
- Pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang
- Pendidikan Heiho di Magelang
- Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor
- Command and General Staf College di Fort Leaven Worth, Kansas, USA, tahun 1955
- Spesial Warfare Course di Inggris, tahun 1956
Jabatan terakhir : Menteri Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) sejak tahun 1962
Bintang Kehormatan:
- Bintang RI Kelas II
- Bintang Sakti
- Bintang Gerilya
- Bintang Sewindu Kemerdekaan I dan II
- Satyalancana Kesetyaan VII, XVI
- Satyalancana G:O.M. I dan VI
- Satyalancana Sapta Marga (PRRI)
- Satyalancana Irian Barat (Trikora)
- Ordenon Narodne Armije II Reda Yugoslavia (1958) dan lain-lain
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi

2. Letnan Jenderal Anumerta Suprapto

Lahir : Purwokerto, 20 Juni 1920
Agama : Islam.
Pendidikan Umum :
- MULO (setingkat SLTP)
- AMS (setingkat SMU) Bagian B di Yogyakarta, tamat tahun 1941
- Kursus Pusat Latihan Pemuda
- Latihan Keibodan, Seinendan, dan Syuisyintai
Pendidikan Tentara : Koninklijke Militaire Akademie di Bandung, tapi tidak sampai tamat.
Pengalaman Pekerjaan : Kantor Pendidikan Masyarakat
Karier Militer :
- Deputy II Menteri/ Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), Jakarta
- Deputy Kepala Staf Angkatan Darat untuk Wilayah Sumatera, Medan
- Staf Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta
- Staf Angkatan Darat, Jakarta
- Kepala Staf Tentara & Teritorium (T&T) IV/Diponegoro, Semarang
- Ajudan Panglima Besar Jenderal Sudirman
- Anggota Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meningga l: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta

3. Letnan Jenderal Anumerta M.T. Haryono

Lahir : Srabaya, 20 Januari 1924
Agama : Islam
Pendidikan Umum:
- ELS (setingkat Sekolah Dasar)
- HBS (setingkat Sekolah Menengah Umum)
- Ika Dai Gakko (Sekolah Kedokteran masa pendudukan Jepang)
Karier Militer:
- Deputy III Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad)
- Direktur Intendans Angkatan Darat
- Atase Militer RI di Negara Belanda (tahun 1950)
- Sekretaris Delegasi Militer Indonesia pada Konferensi Meja Bundar (KMB)
- Sekretaris Delegasi RI dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda
- Wakil Tetap pada Kementerian Pertahanan Urusan Gencatan Senjata
- Sekretaris Dewan Pertahanan Negara
- Bekerja di Kantor Penghubung
- Masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta

4. Letnan Jenderal Anumerta S. Parman

Lahir: Wonosobo, Jawa Tengah, 4 Agustus 1918
Agama: Islam
Pendidikan Umum Terakhir: Sekolah Tinggi Kedokteran (tidak tamat)
Pendidikan Lain: Kenpei Kasya Butai
Pendidikan Tentara: Military Police School, Amerika Serikat.
Pengalaman Pekerjaan: Jawatan Kenpeitai
Karier Militer:
- Tahun 1964, Asisten I Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad)
- Tahun 1959, Atase Militer RI di London
- Staf di Kementerian Pertahanan
- Maret tahun 1950, Kepala Staf G
- Desember tahun 1949 Kepala Staf Gubernur Militer Jakarta Raya.
- Tahun 1945, Kepala Staf Markas Besar Polisi Tentara (PT) di Yogyakarta
- Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Tanda Penghormatan: Pahlawan Revolusi
Meninggal: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan: Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta

5. Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo

Lahir : Kebumen, 23 Agustus 1922
Gugur : Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965
Agama : Islam
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Pendidikan:
- HIS di Semarang
- AMS tahun 1942 di Semarang
- Balai Pendidikan Pegawai Negeri di Jakarta.
Karir:
- Pegawai Menengah/III di Kabupaten Purworejo
- Kepala Organisasi Resimen II PT (Polisi Tentara) Purworejo dengan pangkat Kapten (1946)
- Kepala Staf CPMD Yogyakarta (1948-1949)
- Komandan Batalyon I CPM (1950)
- Danyon V CPM (1951)
- Kepala Staf MBPM (1954)
- Pamen diperbantukan SUAD I dengan pangkat Letkol (1955-1956)
- Asisten ATMIL di London (1956)
- Pendidikan Kursus “C” Seskoad (1960)
- 1961 naik pangkat menjadi Kolonel dan menjabat sebagai IRKEHAD dan tahun 1964 naik pangkat menjadi Brigjen

6. Mayor Jenderal Anumerta Donald Isac Panjaitan

Lahir : Balige, Tapanuli, 9 Juni 1925
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Agama : Kristen
Pendidikan Formal:
- Sekolah Dasar
- Sekolah Menengah Pertama
- Sekolah Menengah Atas
Pendidkan Militer : Latihan Gyugun
Pendidikan Lain:
- Kursus Militer Atase (Milat), tahun 1956
- Associated Command and General Staff College, di Amerika Serikat
Karier Militer:
- Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), tahun 1962
- Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat
- Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) II/Sriwijaya di Palembang
- Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan
- Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).
- Kepala Staf Umum IV (Supplay) Komandemen Tentara Sumatera
- Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng di Bukittinggi, tahun 1948
- Komandan Batalyon Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
- Anggota Gyugun Pekanbaru, Riau
Prestasi :
- Salah seorang pembentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
- Membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Cina (RRC) untuk PKI
Tanda Kehormatan : Pahlawan Revolusi

7. Kapten Peiere Andreas Tendean

Lahir : Jakarta, 21 Februari 1939
Agama : protestan
Pendidikan Umum :
- SD di Magelang
- SMP B
- SMA B
pendidikan Militer : ATEKAD
Karier Militer :
- ikut dalam operasi Sapta Marga di Sumatera Utara. Beliau dilantik sebagai Letda Czi tahun 1962
- Danton Yon Zipur 2/Dam II Bukit Barisan
- Pendidikan Intelijen tahun 1963
- pernah menyusup ke Malaysia masa Dwikora sewaktu bertugas di DIPIAD
- 965 diangkat sebagai Ajudan Menko Hankam/Kasab Jenderal TNI A.H. Nasution ketika pangkatnya masih Letda, kemudian naik menjadi Lettu.
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meninggal: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta

Kalian gugur karena suatu mimpi dan nafsu. Mimpi dan nafsu akan kehidupan dan kesejahteraan lebih baik, yang ingin dicapai dengan cara yang buruk. Kalian menjadi tameng akan nafsu itu. Kalian adalah benteng terdepan mempertahankan Pancasila. Semoga kalian tidak menangis di alam sana, melihat keadaan Pancasila yang telah kalian pertahankan terlihat kurus dengan kepakan sayapnya yang begitu lemah. Apapun itu kalian telah berusaha dengan jiwa dan raga walaupun hasil yang diharapkan tidak seperti yang dibayangkan.

Untuk Pahlawan Revolusi Demi Pancasila.

Baca juga, Fakta Dibalik Peristiwa G 30 S PKI

Fakta Dibalik Peristiwa G 30 S PKI

Ada seorang ahli sejarah yang sempat meneliti tentang kejadian yang menimpa bangsa kita di tahun 1965, mengatakan bahwa di tahun 1965, di Indonesia hanya ada satu Jendral dan dia adalah Mayjen TNI Soeharto. Menurutku ahli sejarah itu juga termakan image yang sengaja dibuat Soeharto bahwa dia adalah orang yang paling berjasa atas dibubarkannya Partai yang kini dianggap sebagai partai terlarang di negeri kita.

Soeharto adalah seorang prajurit TNI berpangkat cukup tinggi dan juga memegang salah satu jabatan penting dalam jajaran TNI sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad). Pada masa kepemimpinan Ir. Soekarno, Soeharto adalah seorang perwira tinggi yang tidak terlalu diperhitungkan. Itu juga menjadi penyebab tidak terteranya nama Soeharto dalam daftar 7 jendral yang menjadi target pembunuhan dalam pemberontakan PKI.


7 Jendral yang menjadi target operasi PKI (Baris pertama kiri-kanan) Jendral TNI Anumerta Ahmad Yani, Letjen TNI Anumerta MT Haryono, Letjen TNI Anumerta S Parman, Letjen TNI Anumerta Suprapto. (Baris kedua Kiri-kanan) Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen TNI Anumerta DI Panjaitan, Kapten Czi Anumerta Pierre Tendean

Apa mungkin Soekarno lupa pada jasa Soeharto yang menjadi arsitek Serangan Umum 1 Maret atas Kota Yogya yang berhasil menguasai Kota Yogya selama 6 jam yang kala itu dikuasai oleh Belanda? Ataukah Soekarno mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi.

Pada tahun 1965 tepatnya pada tanggal 30 September 1965, sebuah pemberontakan terjadi atas keutuhan Pancasila (itu kata rezim Orde Baru) namun berhasil ditumpas sampai ke akar-akarnya oleh seorang perwira tinggi bernama Soeharto. Sebuah cerita isapan jempol.

Kisah Sebenarnya

Ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar, ada sebuah film yang wajib ditonton oleh semua siswa sekolah dasar di suluruh tanah air. Film itu adalah “Pemberontakan G 30 S PKI”. Aku juga sebagai salah seorang siswa SD ikut menonton film tersebut. Hal ini sangat aku sesali sekarang karena ternyata film itu tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi. Fakta telah diputarbalikkan oleh seorang yang juga diperankan dalam film tersebut.

Kalau anda sempat menonton film tersebut dan mendengar kata “Resolusi Dewan Jendral” yang sempat beberapa kali disebutkan dalam film tersebut, hal itu benar adanya. Resolusi Dewan Jendral memang ada. Beberapa orang Jendral pada saat itu sedang merencanakan untuk menggulingkan kekuasaan Soekarno dan mengambil alih kekuasaan.

Para pemimpin PKI kala itu cukup resah dengan adanya isu tentang resolusi Dewan Jendral. Mereka khawatir jika para jendral berhasil, maka posisi mereka berada di ujung tanduk. Untuk itu mereka harus bergerak cepat, berpacu dengan waktu untuk menumpas para jendral yang terlibat dalam Resolusi Dewan Jendral, sebelum para jedral mendahuluinya.

Rakyat yang kala itu masih bodoh dicekcoki dengan pernyataan-pernyataan pedas tentang seberapa menyeramkan dan menyakitkannya sebuah pemberontakan. PKI terus menyebarkan doktrin bahwa pemberontakan itu identik dengan kekejaman. Rakyat akan semakin terkepung dalam kesengsaraan. Doktrin yang dilontarkan PKI itu terhadap rakyat itu pada akhirnya berhasil membakar darah rakyat yang kala itu tengah dirundung duka yang mendalam dan berkepanjangan akibat dari ketidak stabilan perekonomian di sebuah negara yang masih muda ini. Akhirnya PKI mendapat restu dari rakyat yang telah didoktrinnya untuk menumpas para jendral yang terlibat dalam Resolusi Dewan Jendral.

PKI sendiri mempunyai kepentingan dalam penumpasan ini. PKI adalah pendukung terkuat Soekarno, dan Soekarno adalah pendukung terkuat PKI demi sebuah image bagi dunia internasional bahwa Indonesia tidak mudah dimasuki pengaruh Amerika Serikat. Memang Sokarno lebih menyukai politik sosialis demokratik seperti yang diajarkan Uni Soviet kepada dunia kala itu yaitu pemerataan.

Karena PKI takut kehilangan dukungan dari presiden, maka PKI harus secepatnya menumpas Dewan Jendral sebelum Dewan Jendral menggulingkan Soekarno. Maka direncanakanlah sebuah aksi untuk menumpas Dewan Jendral. Akhirnya para pemimpin PKI sepakat tanggal yang tepat untuk melakukan aksi adalah pada tanggal 30 September. >

Para pimimpin PKI melakukan rapat tentang aksi yang bakal mereka lakukan. Sedikitpun mereka tidak menyinggung nama Soeharto karena memang Soeharto kala itu bukan siapa-siapa. Dia tidak lain hanyalah seorang prajurit TNI berpangkat tinggi yang tidak diperhitungkan dan tidak penting sama sekali.

Disisi lain, Soeharto sendiri juga mengetahui tentang adanya resolusi Dewan Jendral dan mengetahui bahwa PKI akan melancarkan aksi untuk menumpasnya. Namun dia hanya diam. Soeharto juga memiliki kepentingan jika PKI berhasil. Kepentingan Soeharto sebenarnya adalah agar dia mulai dianggap penting dan kembali diperhitungkan di kancah percaturan negeri ini sehingga dia bisa mendapat jabatan yang lebih penting dari jabatan yang dia pegang saat itu. Dia biarkan PKI melakukan aksinya dengan membunuh para perwira tinggi TNI yang memang memegang jabatan penting di negara. Dengan demikian akan semakin berkurang saingan bagi Soeharto untuk meraih jabatan yang lebih tinggi dan lebih penting dari sekedar panglima Kostrad.

Tanggal 30 September pukul 4 pagi, diculiklah 7 jendral yang menjadi target operasi PKI. Mereka dibawa ke lubang buaya dan diserahkan kepada masa pendukung PKI yang telah berkumpul di sana sejak sore hari tanggal 29 September untuk diadili dengan cara mereka. Massa dibebaskan melakukan apa saja sesuka hati mereka kepada para jendral yang akan menambah kesengsaraan bagi rakyat tersebut. Massa yang berkumpul di lubang buaya berpesta pora sebelum akhirnya menyiksa hingga mati para jendral tersebut.

Sunday, February 26, 2012

10 Pasukan Khusus yang Dimiliki Indonesia

Berikut ini adalah 10 jenis pasukan elit yang dimiliki pemerintah kita Indonesia, masing - masing pasukan punya kelebihan dan keterampilan khusus, baik untuk bertahan ataupun untuk kesuksesan misi, simak berikut ini dan tentukan favorit anda:

1. Korps Brimob

Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.

2. Densus 88 Antiteror

Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom

3.Batalyon Raider

Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan. Kemampuan tersebut adalah:

1. Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.
2. Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.
3. Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).

4. Kostrad Tontaipur

Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan satuan elite Kostrad terbaru, diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Setelah latihan secara intensif selama lima bulan, 97 pasukan yang diseleksi dari Brigade Infantri 9 dan Brigade Infantri 13 Kostrad menjadi prajurit-prajurit pertama satuan elite ini.

Sesuai kualifikasinya, Tontaipur akan diterjunkan untuk misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran-sasaran penting. Diantara perlengkapan yang dibawa, mereka akan dibekali senapan serbu khusus berikut teropong bidik malam (NVG, night vision goggle). Tiap personel Tontaipur ini memiliki kemampuan operasi sekaligus di tiga matra, yakni di darat, laut, dan udara. Uji coba pertama bagi Tontaipur adalah operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

5. Phaskhas TNI-AU

Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Dalam operasinya, tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).

6. Kopaska TNI-AL

Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.

Detasemen Jala Mangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL.

7. Kopassus TNI-AD

Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.

8. Sat Gultor 81 Kopassus

Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personil maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan.

9.Indonesian Customs

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai disingkat DJBC atau bea cukai adalah nama dari sebuah instansi pemerintah yang melayani masyarakat di bidang kepabeanan dan cukai. Seiring dengan globalisasi bea dan cukai mengenakan istilah CUSTOMS, dipersenjatai untuk menangkal masuk nya barang-barang larangan ke Indonesia!

10.Pasukan khusus yang sering nongol di tipi !!

Pasukan Khusus ...... Bongkar - Bongkar
Gaya nya melebihi pasukan elit di atas!


Baca juga: 10 Pasukan Elite Terhebat Sepanjang Masa

Sumber: http://arhamvhy.blogspot.com/2012/02/10-pasukan-khusus-yang-dimiliki.html