Saturday, July 26, 2008

Video Demo: Silat Taqwa Betawi

Salam pendekar dan salam kesatria

Berikut video demo Silat Taqwa Betawi yang memperagakan beberapa gerakan tangan kosong, konon beberapa gerakan yang digunakan untuk meng counter pedang samurai lahir dari pengalaman pendekar-pendekar Silat Taqwa Betawi yang sempat berhadapan dengan tentara Jepang semasa penjajahan. Adapun beberapa teknik senjata yang nanti saya coba post juga yaitu aplikasi sika vs pedang dan toya vs. pedang.

Harap di ingat bahwa gerakan-gerakan ini hanyalah demonstrasi untuk memperlihatkan konsep dan ide aliran Silat Taqwa Betawi, efektifitas teknik ini relatif berdasarkan keahlian praktisi, situasi dll.

P.S. : Di bagian akhir ada demonstrasi video gun disarm yang menggabungkan prinsip Krav Maga dan teknik patahan jari (finger manipulation) dan pergelangan Silat Taqwa Betawi, namun karena details tersebut tidak di zoom atau di close up maka selintas tidak terlihat. Di lain waktu Insya Allah akan saya coba post

Salam pendekar dan salam kesatria
Majulah Indonesiaku! Majulah pendekar bangsaku!

Ueno


Thursday, July 17, 2008

Susunan Acara Khataman Akbar'2008 di Bekasi

SUSUNAN ACARA KHATAMAN AKBAR'200827 JULI 2008 GEDUNG PELATIHAN DAN KETENAGAKERJAAN

Thursday, July 10, 2008

Kemungkinan Pelatihan FMA (Filipino Martial Arts): Arnis-Eskrima di Malang?

DH,

Salam... mengundang rekan2 yang berdomisili di Malang Jawa Timur...
Saya ada ijin untuk memberikan pelatihan CDP Arnis-Eskrima yang diterbitkan oleh Master Guro Glen Gardiner (dan 6 CDP-WF) CMAA Indonesia...

Afiliasi Stick Fighting Blitar Club

Bila ada yang berminat latihan Arnis-Eskrima dengan membuat Kelompok Belajar Stick Fighting di Malang Jawa Timur silahkan PM atau email saya: hartcone@yahoo.com

Syarat yang saya minta adalah:
- anggota kelompok minimal 5 orang
- bersedia mengikuti program dg serius
- menyediakan tempat yang cukup (1 tempat sajah)
- kehadiran saya adalah 1X seminggu
- hal2 yang lain bisa dibicarakan kemudian

Untuk keperluan ujian kenaikan tingkat secara resmi dan diakui secara Internasional dll, harus ada syarat keanggotaan yang nantinya terdaftar di CMAA Indonesia atau CDP-WF (Pusat: Cebu City, Filipina), Saya pernah berbicara dg Master Guro Glen Gardiner, beliau akan mengusahakan untuk bisa hadir dalam kelompok belajar yang ada minimal 4 bulan sekali.

Trimakasih atas perhatian semua sahabat...

Salam,
Tonny Harto
CDP-WF Stick Fighting World Championship 2007:
2 Gold Medals Men's Middleweight (SR-I)

Saturday, July 5, 2008

MAKNA DIBALIK NAMA BEDOG.

“Ih Den, ari lalaki lembur mah kamamana teh tara lesot bedog. Da bedog teh sami sareng calana” tembalna deui “ Mun lalaki lesot bedog, lain lalaki deui ngaranna” ( Kalau lelaki di kampung kemana-mana tidak pernah ketinggalan membawa golok. Golok itu sama dengan celana, katanya lagi, kalau lelaki tidak membawa golok itu bukan lelaki namanya). Itulah sepenggal dialog didalam buku Si Bedog Panjang karya Ki Umbara, terbit cetakan kedua tahun 1983 oleh penerbit Rachmat Cijulang, cetakan pertama terbit tahun 1967. Dari dialog tersebut bisa dimaknai pada waktu dulu bahwa bedog bukan saja sebagai alat praktis, tetapi juga punya makna simbolis, setidaknya sebagai simbol kejantanan.

Bedog (bahasa Sunda) sering diterjemahkan sebagai golok dalam bahasa Indonesia. Padahal didalam naskah Sunda kuno yaitu Sanghyang Siksakandang Karesian (1518) yang disebut adalah kata golok, sebagai sebuah nama senjata raja. Kata Bedog ditemukan didalam kamus bahasa Sunda-Inggris karya Joathan Rigg (1862) yang dijelaskan sebagai sebuah alat untuk memotong dan menetak, tetapi didalam naskah naskah Sunda kuno kata bedog tidak ditemukan hal ini ditandai dengan tidak adanya kata bedog didalam Kamus Bahasa Naskah dan Prasasti Sunda karya Elis Suryani dkk (2001). Nampaknya kata bedog lebih dikenal dikalangan rakyat, sedangkan kata golok dikalangan raja, walaupun artinya itu-itu juga. Disini mungkin terjadi desakralisasi fungsi golok yang tadinya sebagai alat perang raja, menjadi bedog sebagai alat praktis dikalangan rakyat biasa. Bedog adalah sebuah alat untuk memotong, menetak atau membacok berupa bilah logam besi atau baja yang salah satu sisinya diasah tajam, lebih besar dan kokoh dibanding pisau (terjemahan bebas dari beberapa kamus bahasa Sunda).

Bermacam-macam bentuk bedog, apabila diambil garis besarnya terdapat empat macam bentuk utama yaitu tonggong lempeng (punggung lurus), tonggong bentik (punggung agak melengkung), beuteung lempeng (bagian tajam, ada yang menyebut huntu, lurus) dan beuteung ngagayot ( bagian tajam melengkung) sedangkan yang lain merupakan varian dari bentuk utama. Bentuk punggung dibagi menjadi tiga yaitu nonggong munding (berbentuk seperti punggung kerbau), nonggong kuya ( seperti punggung kura-kura) dan punggung rata, sebagian punggung ada yang diberi jegongan (bagian ujung diberi cowak, seperti dibuat tajam). Jegongan ini disamping sebagai variasi dari bentuk punggung tetapi ada juga fungsi praktisnya yaitu untuk membelah kelapa tua yang telah dikupas bagian sabutnya.

Pada badan bilah bedog ada juga yang memakai ruruncang (lekukan memanjang ke arah ujung), ini bukan saja sebagai bentuk variasi tetapi ada juga yang menganggap sebagai jalan darah ketika bedog dipakai menyembelih binatang besar (kambing, kerbau atau sapi). Penampang bilah bedog biasanya disebut beuteung siraru, mengambil bentuk badan atau perut satwa bernama laron.

Supaya bedog enak dipakai dan aman tatkala dibawa, maka perlu diberi perah (gagang, pegangan) dan sarangka (sarung). Perahpun mempunyai nama dan bentuk yang cukup banyak termasuk ukiran hiasan yang beragam, sedangkan sarangka lebih mengikuti ke bentuk bedog. Antara bilah bedog, perah dan sarangka merupakan kesatuan yang utuh akan makna sebuah bedog.

Di daerah Kecamatan Cibingbing Kabupaten Kuningan, ada tradisi yang disebut bedog wali yaitu pada saat memberikan hantaran dari pengantin pria kepada pengantin wanita salah satu pengantar pria harus ada yang membawa bedog. Tentunya bedog yang dibawa bukan bedog yang telanjang (belum memakai perah dan tidak memakai sarangka), tetapi bedog yang lengkap, bergagang dan bersarung, pastinya juga dilipih bedog yang bagus.

Tujuannya selain untuk keperluan praktis tetapi juga mempunyai makna simbolis terutama bagi kedua mempelai, kata bedog katanya dari dibebed (diikat) supaya ngajedog (diam). Ini mengandung arti bagi kedua mempelai setelah menikah harus mengikatkan diri, jiwa maupun raga untuk satu tujuan yaitu kebahagiaan dunia maupun akhirat. Pernikahan itu tiada bedanya dengan peribahasa bedog manjing sarangka. Suatu perbuatan yang tidak elok apabila sudah menikah masih juga mencari sarangka lain, bilah bedog itulah laki-lakinya dan sarangka adalah perempuannya.

Masyarakat Sunda sangat erat hubungannya dengan alam sekitarnya, hal inipun tercermin dari memberikan nama pada bilah bedog dan perah. Nama berdasarkan tumbuhan atau bagian tumbuhan : Bilah : Sintung Bening, Paut Nyere, Salam Nunggal, Jambe Sapasi, Sogok Iwung, Kembang Kacang, Malapah Gedang, Janur, Gula Sabeulah, Beubeut Nyere, Sulangkar (Leea sambucina Willd).

Perah : Balingbing, Eluk Paku (pakis), Pendul, Kembang, Potongan Kai, Sopak Lodong, Jejengkolan.

Nama berdasarkan satwa : Bilah : Simeut Pelem, Buntut Lubang, Tambak(ang). Perah : Buhaya, Ekek, Soang Ngejat, Jawer Hayam, Cinghol (Ucing Nonghol), Pingping Hayam, Kucuit, Simeut Bako, Meong, Monyet/Lutung, Lauk Cai, Kuda Laut, Garuda, Mear, Lutung Moyan, Ceker Kidang.

Nama bilah yang berkaitan dengan pekerjaan : Pamilikan (pabilikan), Pamoroan, Pameuncitan atau Pamotongan, Sadap, Nyacag Daging, Soto.

Nama bilah karena bentuk : Betekok, Petok, Gayot, Bentelu. Masih didapat nama lain seperti untuk bilah Hambalan, Jonggol, Narimbang. Untuk perah : Wayang Arjuna, Kresna, Cepot, Semar.

Dari beberapa sumber ternyata nama bilah bedog bukan hanya nama tetapi ada makna simbolik disebalik nama tersebut, memang tidak setiap nama bilah bedog mengandung makna simbolik. Salam nunggal, umpamanya, nama ini dikaitkan dengan awal penyebaran agama Islam di Tatar Sunda. Hal ini bisa dibaca pada Wawacan Gagak Lumayung baris ke 340 karya MO Suratman, yang selesai ditulis pada akhir tahun 1956 “Sampurna Iman Islam, jaga ieu kubur janten lembur rame pisan, mugi-mugi sing tepi paneda kami, nelahna Salam Nunggal”. Kata salam didalam bahasa Sunda bisa diartikan sebagai nama pohon yang daunnya untuk penambah aroma sayuran, arti lain adalah doa untuk keselamatan, sedangkan nunggal dari kata dasar tunggal. Makna salam nunggal pada bedog adalah walaupun kita mempunyai atau membawa bedog, tetapi keselamatan tetap harus berserah diri kepada Yang Maha Tunggal, Allah Swt. Untuk itu menggunakan bedog harus mempunyai tujuan yang pasti, yang diridloi oleh Allah Swt. Salam Nunggal juga adalah nama sebuah desa di Leles Garut. Bentuk bedog salam nunggal berpunggung lurus begitu juga bagian yang tajam, diujung (congo) melengkung dari bagian yang tajam menyerupai seperempat bulatan ke arah punggung. Ukuran panjang dan lebar tidak ada ukuran baku hampir untuk semua jenis bedog, tergantung ketersediaan bahan tetapi tetap berbentuk harmonis antara panjang dan lebar.

Paut Nyere, bentuknya lebih berkesan panjang dan ramping, berpunggung lurus tetapi pada bagian yang tajam tirus meruncing ke arah congo, pada bagian belakang mendekati buntut (paksi atau pekis dalam istilah keris) sedikit lebih mengecil ke arah punggung dari bagian yang tajam. Nama bedog paut nyere kadang kadang tertukarkan dengan nama salam nunggal. Arti paut nyere pada dasarnya adalah menarik lidi dari sebuah ikatan, seperti menarik sebuah lidi dari ikatan sapu lidi. Semakin sering mencabut lidi dari ikatannya yang akan semakin melonggarkan sebuah ikatan, semakin tak bermakna ikatan tersebut. Bedog dan sarangka tiada bedanya dengan lidi dalam ikatan. Begitu semakin sering mencabut bedog, semakin memperlihatkan lemahnya penguasaan diri, apalagi mencabut bedog tanpa tujuan yang pasti. Bedog adalah senjata tajam akan bermanpaat apabila dipergunakan untuk kebaikan dan sebaliknya akan sangat berbahaya bila digunakan untuk kejahatan. Disinilah diperlukannya penguasaan diri dari setiap pemakainya.

Ujung Turun atau suka disebut Lubuk, punggung lurus bagian yang tajam juga lurus, dibagian ujung dari punggung membentuk seperempat bulat ke arah yang tajam, sebaliknya dengan salam nunggal. Didaerah Ciomas Banten lebih terkenal dengan nama Candung. Bentuk ini memberi peringatan kepada pemakainya bahwa semakin ke ujung kehidupan atau semakin tua harus semakin bijaksana, tiada bedanya dengan ilmu padi semakin berisi harus semakin menunduk. Menggunakan bedog harus dengan ilmunya, supaya tidak mencelakakan diri sendiri. Apabila dirasa tidak mampu jangan memaksakan diri, diujung kehidupan suatu saat akan terpaksa turun.

Makna simbolik ini tiada bedanya dengan makna simbolik perah, dimana bentuk perah pada dasarnya seperti eluk (lengkung tunduk mengarah bulat) dengan nama eluk paku atau jejengkolan atau jengkol sagendul, tiada bedanya dengan makna ilmu padi. Disamping makna simbolik ada fungsi praktis bentuk eluk, yaitu untuk penahan pada jari kelingking saat dipegang supaya tidak mudah terlepas disaat licin karena keringat.

Itulah sedikit makna tentang bedog dari makna yang pasti masih banyak dibelantara kearifan lokal. Bedog merupakan benda budaya warisan karuhun yang patut dihargai, hasil dari perenungan ide yang mengalir menjadi sebuah bentuk bernilai seni, filosofi dan teknologi, disitu ada unsur simbolis yang bisa dikuak, disamping sebagai benda pajangan. Dan itupun bisa menjadi bahan penelitian, menjadi objek keilmuan dan kebudayaan. Dari nama-nama bilah bedog ataupun perah yang terasa eksotis dan ada juga yang cenderung feminim. Sepertinya pemilihan nama itu disengaja untuk menghilangkan kesan menyeramkan akan ketajaman mata bedog, disini nampak bahwa urang Sunda lebih mengedepankan nilai estetis dan filosofis. Benda setajam bedog lebih bertujuan untuk keperluan defensif, ketimbang untuk ofensif. Bobot pangayon timbang taraju mangga nyanggakeun.

Oleh: MAMAT SASMITA
Sumber: Rumah Baca Buku Sunda

Wednesday, July 2, 2008

Penghargaan kepada Master Guro Glen Gardiner

Cacoy Doce Pares World Federation (CDP-WF) di bina oleh Grandmaster Ciriaco "Cacoy" Canete (Sabuk Hitam Dan 12)

CDP-WF adalah satu system stick fignting/pertarungan bertongkat jarak pendek dengan memakai media tongkat rotan sepanjang 71cm, Pertarungan jarak pendek tersebut dinamakan "Corto Kurbada" dan karakteristiknya adalah pukulan lengkung yang ditata dalam bentuk pertarungan sebenarnya.

GM Cacoy Canete juga memasukkan konsep Judo dan Jujutsu, yang dalam penerapannya dikenal sebagai "Eskrido"

Selain Single stick/tongkat tunggal, dalam system ini diajarkan double stick/tongkat ganda (pengki-pengki), stick dan pisau (espada y daga) dan aplikasi penggunaan tangan kosong dalam pertarungan (pangamot)

Pusat CDP-WF berlokasi di Jalan Padila 81a-C, Cebu City - Filipina, dimana ini adalah lokasi berdirinya System Doce Pares yang berdiri th 1932.

CDP-WF "Hall of Fame" March 2008

Akhir minggu pertama Maret 2008, adalah satu moment yang bersejarah bagi dunia FMA (Filipino Martial Arts), Ini adalah Hall of Fame CDP-WF yang pertama, berlokasi di Cebu-Filipina dimana ini adalah pusat dari menyebarnya System Doce Pares ke seluruh dunia, termasuk salah satunya adalah Indonesia.

CDP-WF "Hall of Fame" pertama ini secara tidak langsung adalah "Gath" akbar yang dihadiri oleh praktisi FMA dari beberapa negara, Australia, United States, Germany, New Zealand, Mexico, Indonesia and especially the Philippines.

Dan pada momen itu diberikan penghargaan kepada para praktisi Arnis-Eskrima yang dianggap mempunyai peran penting dalam kiprahnya di FMA khususnya CDP-WF.

Penghargaan untuk Master Guro Glen Gardiner

Master Guro Glen Gardiner sebagai pemrakarsa Arnis-Eskrima di Indonesia melalui CMAA (Combine Martial Arts Academy), mendapat penghargaan berupa "Excellence in the Promotion of Sport Eskrima", ini adalah terbilang satu peretasi yang gemilang yang dicapai oleh Master Guro Glen Gardiner, dimana dalam waktu yang singkat (sekitar 2 tahun) beliau sudah bisa menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah untuk acara tahunan Kejuaraan Dunia Arni-Eskrima CDP-WF pada tahun 2007 di Kuningan Jakarta, dan berhasil membawa harum nama Indonesia dimata Internasional dg membawa Indonesia menduduki peringkat Kedua dalam pengumpulan medali, setelah Australia.

Secara lengkap "Hall of Fame CDP-WF" :

Doce Pares “Legend” Award
Ciriaco “Cacoy” Cañete (Philippines)
Eulogio “Yoling” Cañete (posthumous)
Filemon “Momoy” Cañete (posthumous)

Lifetime Achievement Award
Martin Gardiner (Australia)
Dan Inosanto (USA)

Most Notable Doce Pares GM of the Year
Richard Bustillo (USA)

Most Notable Doce Pares Master of the Year
Ron Lew (USA)

Most Notable Eskrima Competitor of the Year
Men
Chuck Cañete (Philippines)
Ed Eyas (USA)
Anthony Kleeman (USA)
Jon Mac (Philippines)
Vince Palumbo (Australia)
Emery Puskas (USA)

Women
Vicki Simos (Australia)
Andrea Wheatley (Australia)

Excellence in the Promotion of Sport Eskrima
Glen Gardiner (Indonesia)
Dominic Lavalle (Australia)

Doce Pares School of the Year
Craig Bajraktarvic - Hayward (Australia)

Organization of the Year
Anton St. James (England)

Eskrimadore of the Year
John Moore (Australia)
Carlos Jantsez Patalinghug III (USA)

Law Enforcment Instuctor of the Year
Uwe Claussen (Germany)
Rob Davis (Australia)
Leigh Jenkins (New Zealand)

Exemplary Dedication to Doce Pares
David Amiccuni (USA)
Saturnino Arcilla (Philippines)
Narrie Babao (USA)
Mike Castro (USA)
Florencio Cautiverio Jr. (USA)
Wally Estropia (USA)
Manuel Fransisco Jr. (USA)
Steve Hacht (USA)
Lyndon Kemp (Australia)
Guy Kinanahan (USA)
Nonito Limchua (Philippines)
Maris Lukasevics (Australia)
Christopher Naislowski (Australia)
Jan Nycek (Poland)
Ken Pannell (USA)
Carlos Patalinghug Sr. (USA)
Christopher Petrilli (USA)
Angel Postigo (Mexico)
Kevin Seskis (Australia)
Ronnie Tapec (USA)

Most Valuable Master Instructor of the Year
Carlos Patalinghug Jr. (USA)

Most Valuable Instructor of the Year
Nestor Feria (USA)
Kevin Lumsden (USA)
Maria Esplana Patalinghug (USA)

Most Valuable Martial Arts Trainer of the Year
Rudolfo Alvarez (Mexico)
David Lumsden (USA)
Bruce Shinegawa (USA)
Zachary Whitson (USA)

Most Valuable Student of the Year
Tobias Ricker (Germany)
Steve Sarkisian (USA)
Dorota Skibinski (Australia)
Dian Tanaka (USA)

Outstanding Contribution in the Art of Eskrima/Arnis
Roland Dantes (Philippines)
Pat Mike (USA)
Juan Zubiri (Philippines)

Most Valuable FMA Journalist of the Year
Dave Carter (USA)
Steven Dowd (USA)
Aimee Giron (USA)
Chuck Martinez (USA)

Sumber: CDP-WF "Hall of Fame" (Bahasa Inggris)

Nostalgia: Kejuaraan Dunia Arnis-Eskrima CDP-WF 2007 di Kuningan Jakarta.

Persiapan 4 bulan, dg jadwal 8 jam latihan tiap hari, Kami semua adalah pemula di bidang Stick Fighting, bekalnya hanya tekad dan semangat yang tinggi dibawah asuhan Master Guro Glen Gardiner (Dan 6 Sabuk Hitam CDP-WF). Mas Irwan Hermawan melalui seleksi yang cukup ketat dan bersaing akhirnya mendapatkan jabatan Kapten Team.

Hari "H" pertandingan, kami semua cemas, mungkin ga melawan praktisi negara asing yang sudah berlatih bertahun2? tetapi semua kecemasan itu terjawab.




Team Indonesia berhasil menduduki Peringkat 2 (11 Medali Emas, 12 Medali Perak dan 12 Medali Perunggu) perolehan medali dibawah Team Australia (20 Medali Emas, 15 Medali Perak, 12 Medali Perunggu) dari 50 kelas yang dipertandingkan.

Pemula di Team Arnis Eskrima Indonesia 2007

Irwan Hermawan (2 Perak)- Kenjutsu TSKR / Cingkrik
Rizal Djohan (2 Perak / 1 Perunggu )- Dan 2 Sorinji Kempo
Dedi Putra (1 Perak / 1 Perunggu)- Dan 2 Aikido
Ainur Budiono (1 Emas) - Dan 1 Aikido
Agung Budiono (1 Emas /2 Perunggu)- Pencak Silat
Idi Tindianto (1 Perak) - Wushu/Anggota Kostrad
Hapes Munandar (1 Perunggu) - Pencak Silat
Tonny Harto (2 Emas) - Kalau ini "Dan" kawan2 ajah deh Tongue

Senior di Team Arnis Eskrima Indonesia 2007

Satu satunya cewe "asli" Indonesia di Team:
Maharani (2 Emas) - CMAA Senior / Boxer-Tarung Derajat

Ada beberapa lagi kawan dari Expatriat yang bertarung atas nama Indonesia:
Drew Lambert (1 Emas / 1 Perak) - CMAA Senior / Dan 1 CDP-WF
Garry Hogan (1 Perak) - CMAA Senior
Axel Tompe (1 Perunggu) - CMAA Senior
David Leech (2 Emas) - CMAA Senior
Ron Collins (1 Perunggu) - CMAA Senior
Mrs. Eva Tuft (1 Perunggu) - CMAA Senior / Dubes Kanada

Dan ada beberapa anak2 expat...
Jacob Kimmons
Are Tuft & Runar Tuft Bersaudara
Ryan Vernall
dkk

Sorry klo ada yang namanya ga kesebut atau kesalahan peringkat dalam basic beladiri bersangkutan...

Note:
- Trimakasih kepada Mas Irwan yang waktu itu mengajak saya bergabung dengan CMAA untuk kejuaraan dunia CDP-WF yang kebetulan diadakan di Indonesia.
- Trimakasih dan hormat yang dalam kepada Master Guro Glen Gardiner dimana pada akhirnya diijinkan untuk ikut menjadi anggota Team Arnis-Eskrima Indonesia 2007, dan berhasil menyumbangkan 2 Medali Emas.
- Trimakasih kepada semua sahabat CMAA buat semangatnyah!!
- Hidup Indonesia!!

Tuesday, July 1, 2008

World Arnis Eskrima Championship 2008: CMAA Goes 2 New Zealand !!

CMAA = Combined Martial Arts Academy
info: www.thecmaa.com

Berafiliasi dengan Cacoy Doce Pares World Federation (CDP-WF), Master Guro Glen Gardiner membuka non profit organization, dimana dana yg terkumpul digunakan untuk sewa tempat latihan dan dana transportasi dan akomodasi siswanya kalau bertarung diLN.

Event:
CMAA juga aktif dalam kegiatan sosial dan raising fund, Hari Rabu, 2 Juli 2008, besok jam 7 di Plaza 89 Kuningan Jakarta, CMAA mengadakan lelang untuk mengumpulkan dana dan sponsorship agar para siswa dapat berangkat tanding di acara World Arnis Championship 2008 di New Zealand.

Adapun beberapa anggota CMAA yg konfirm mendapat Sponsor penuh transportasi dan akomodasi adalah:
1. Harto
2. Maharani
3. Irwan
4. Budi
5. Dedi

Bagi rekan2 Sahabat Silat yang tertarik join silahkan datang dihari latihan:

Sabtu Pagi 8.00
Senin Malam 7.00
Selasa Malam 7.00

Tempat Latihan di Ruko Tetrapak Building lt 2 samping Ranch Market Buncit Jakarta Selatan.

Master Guro Glen Gardiner masih mencari bibit2 petarung Arnis-Eskrima yg akan dikirm tanding ke NZ.... apakah anda salah satunya?

Ingin tahu lebih detail? agar informasi tidak simpang siur untuk informasi lebih lanjut silahkan hub Master Guro Glen Gardiner di 0811811498 atau email glen@concorde-consulting.com
(hartcone)