Monday, March 31, 2008

Knife Fighting Konsep

- Knife fighter kadang tidak menampakkan bahwa dia memengang pisau, dg anggapan kalau dia pamer senjatanyah ini jadi konyol, lawan langsung ngacir, atau mempersiapkan diri dengan lebih bagus.

- Knife fighter akan selalu berusaha membuat tangan berpisau dekat dg badan, karena ini akan menyembunyikan range dan lengan tidak gampang di slash pisau lawan ataupun didissarming.

- Biasanyah mereka akan memakai Figure-8 dimana akan lebih menyulitkan lawan mendisarm atau menebak timing.

- Biasanya mereka lebih memakai stance boxing, dan betul2 memperhatikan anggota badan (tangan & kaki), mereka tau anggota badan yang terlalu didepan akan rawan terkena serangan.

- Dia selalu berdiri diluar range pisau lawan, sampai benar2 yakin untuk masuk ke daerah itu (saat lawan melakukan eksekusi)

- Knife fighter akan selalu ingat, jika merasa cukup untuk menjangkau lawan, sebaliknya juga cukup bisa untuk dijangkau.

- Serangan utama knife fighter bukan harus pada torso.

- Knife fighter punya cukup speed, dimana diperlukan banget untuk memperoleh timing yang tepat.

- Knife fighter bener2 mempunyai grip atau cara pegang pisau yang bagus. Grip yang salah akan menyebabkan pisau lepas saat terjadinyah slash.

- Knife fighter yang thrust dg grip yang salah, kemungkinan yang terjadi adalah pisau bisa tertinggal pada badan lawan. atau tangan dia sendiri terluka oleh mata pisau.

- Knife fighter tidak mululu menyerang dengan seranga yang mudah dipatahkan atau di block kemudia di counter, misalnyah sungkiti (#5) secara horizontal dan serangan ark dari secara rumpida downward (#1, #8, #11)

- Knife fighter mempunyai banyak tipuan untuk menghindarkan tangkapan lawan terhadap tangannya, bahkan mereka kadang malah membuat pancingan2 untuk ditangkap.


Note:
Semua hanyah "life style" bila anda lakukan beneran, anda siap2 berurusan dg hukum, atau masuk rumah masa depan 1m x 2m, dg hiasan batu nisan.

Membela diri dengan psikologi

Ijinkan saya berbagi sebuah kisah ...

Ini kisah nyata dari seorang pendekar di salah satu perguruan silat di Indonesia..

Waktu peristiwa ini terjadi beliau sedang berdinas di salah satu instansi listrik milik negara di Kalimantan.

Suatu waktu terjadi keributan yang dipicu oleh seorang supir truk..yang pada waktu itu dalam keseharian memang umum membekali diri dengan keris sebagai kawan dalam perjalanan.. Supir ini merasa tidak puas dan mendatangi kantor sang pendekar sambil ngamuk-ngamuk menantang staff dan karyawan yang ada dikantor itu.

Sang pendekar mencoba menengahi dan melerai keributan yang terjadi.. namun apanyana beliau malah ditantang dan dihina habis-habisan sehingga mau tidak mau harus meladeni supir kalap yang sudah gelap mata ini.. sebelum bertarung beliau minta ijin dulu kepada si supir untuk mengambil senjata dari kantornya supaya pertarungan berjalan adil dan disetujui oleh si supir...

Beliau masuk ke ruang atasannya dan meminjam penggaris plastik kepada atasannya.. Atasannya yang terheran-heran memberikan saja penggaris tersebut kepadanya.. dan semakin heran saja.. ternyata penggaris itu oleh sang pendekar malah dipatahkan sepertiga bagiannya.. sehingga membentuk ujung yang runcing seperti pisau

"loh.. ini bagaimana..? dipinjemin penggaris ko malah dipatahin..?" tanya siatasan..

"saya butuh penggaris ini buat ngelawan supir kurang ajar itu.. kalau toh sisupir mati saya ga akan kena penjara..wong saya beladiri pake penggaris thok.." kata sang pendekar sambil cengengesan..

Si atasan hanya bisa melongo menghadapi bawahannya yang sudah siap bertarung sampai mati itu..

Saat sang pendekar sudah berada diluar.. si supir melihat penggaris yang dibawanya dan menanyakan..apa gerangan yang sedang dia pegang..?

Sang pendekar menjawab.. "ini senjata saya.. kalo ternyata kamu nanti mati di tangan saya.. saya ga takut masuk bui.. karena cuma membeladiri dengan penggaris ini.."

Si supir yang mendengar gertakan sang pendekar kecut hatinya dan akhirnya melunak.. mengatakan bahwa dia sebetulnya hanya datang untuk menyelesaikan masalah administrasi dikantor tersebut.. dan akhirnya mau berdiskusi dengan jalan damai..

tidak ada yang mati.. tidak ada yang kalah.. semuanya menang..

Belajar beladiri tidak berarti harus mengalahkan.. belajar beladiri memiliki tujuan mencapai keselamatan bagi diri kita.. dengan berbagai cara.. salah satunya silaturahmi.. tutur sikap.. tata krama.. ketegasan.. jiwa ksatria dan jika diperlukan..pertarungan sampai mati.. namun jika mana pertarungan hanyalah menjadi bibit dendam dan kesengsaraan.. membuat hidup kita tidak tenang karena sering ditantang orang.. apakah ini yang kita inginkan..?

Inilah contoh beladiri yang sempurna.. dari seorang pendekar.. seorang ksatria.. ksatria Indonesia..

Salam

Saturday, March 29, 2008

Datuk di Filipina

Datu atau datto ialah gelar untuk ketua sesuatu kaum atau raja di Filipina sebelum dijajah oleh Spanyol. Gelar ini masih digunakan oleh keturunan mereka di Filipina. Kata "datu" ini berdasarkan perkataan "datuk", suatu gelar yang masih digunakan di Malaysia, Brunei dan Indonesia. Mitos kedatangan 10 orang "datu" dari pulau Borneo dirayakan setiap tahun di Perayaan "Binirayan" di Pulau Panay, yang pada zaman silam dikenali sebagai "Aninipay".

Dalam struktur masyarakat Muslim Filipina, Sultan merupakan kedudukan yang tertinggi, lemudian diikuti oleh datu. Kebesaran seorang datu diukur dari jumlah pengikutnya. Peranan datu adalah penting dalam masyarakat Muslim Filipina. Pada zaman silam, mereka mengetuai penyerangan ke kampung-kampung yang lain sebagai balas dendam (mempertahankan martabat) untuk kematian salah satu anggota suku atau jika ada pelanggaran kehormatan. Pada masa kini, datu masih berperanan sebagai ketua masyarakat Islam di Mindanao dan mentahbiskan hukum Shariat. Dukungan dari para datu ini adalah penting untuk menjalankan program-program kenegaraan pada masa kini di dalam masyarakat Islam di sana.

Lapu-Lapu (atau nama lainnya Kalifah Pulaka) (1491–1542), adalah seorang datu atau kepala suku Muslim dari pulau Maktan di Filipina. Ia dikenal sebagai orang Filipina pertama yang menentang pengaruh kolonial Spanyol, dan kini dianggap sebagai pahlawan nasional Filipina yang pertama juga dianggap sebagai Father of FMA.

Pada pagi hari tanggal 27 April 1521, Lapu-Lapu bersama rakyat pulau Maktan, dengan bersenjata tombak dan kampilan (sejenis parang) berperang menghadapi tentara Spanyol yang dipimpin oleh kapten Ferdinand Magellan. Dalam perang yang dikenal sebagai Perang Maktan tersebut, Magellan dan beberapa anak buahnya terbunuh.

Sebagai penghormatan atas keberaniannya, rakyat Cebuano mendirikan patung Lapu-Lapu dan mengganti nama kota Opon di Cebu menjadi Kota Lapu-Lapu.

Tuesday, March 25, 2008

Pertemuan Pelatih Se-Indonesia di Kediaman Pembina TS Jukong Bangkalan Madura

Kami dari Pelatih Cabang Bekasi dan Jakarta yang diwakili ( Bapak Karsono, Bapak Sjaffari, Muhammad Yusuf, Teguh Widjonarno, Bapak Buyung Dahra, Bapak Slamet, Bapak Kodir, Awaluddin, Bapak Tarly, dan 2 orang dari cabang Jakarta..admin lupa namanya ..hehee..:) maaf..berangkat dari Terminal Pulogadung Kira-kira jam 1-an gitu..deh..dan tiba di Madura kira2 jam 8 pagi dengan naik Bis Kramat Jati..

Basic Knife Defense - Last Resort Tactic

Basic Knife Defense – Last Resort Tactic

Salam kesatria dan salam pendekar!

Posting saya kali ini mengangkat seputar pertahanan diri tangan kosong melawan senjata tajam. Memang dalam posting saya yang sebelumnya saya sempat sharing bahwa habit sehari-hari pun dalam konteks self defense atau personal protection saya mengikuti prinsip Visa yaitu: ”Never leave home without it (firearm/ knife/ impact tool etc)”, namun adapun beberapa tempat yang tidak memungkinkannya akses ke tools tersebut dan sebagai metode last resort, adapun teknik-teknik tangan kosong yang harus digunakan untuk menetralisir bahaya yang ada.

Harap di ingat bahwa teknik tangan kosong secara prinsip dalam sebagian besar seni bela diri adalah teknik last resort yang secara teknis digunakan untuk menghentikan threat yang ada dan secara taktis melalui eksekusi teknik tersebut memberikan kita kesempatan untuk men deploy senjata kita sendiri atau senjata improvisasi (improvised weapon), atau merebut senjata lawan sehingga peluang survival atau menang kita bertambah.

Sebagai catatan tambahan perlu juga saya garis bawahi bahwa metode defense yang saya demonstrasikan di sini bersifat sangat dasar (basic) dan hanyalah satu atau dua alternatif sederhana dari sekian banyaknya teknik-teknik knife defense yang efektif khususnya dari aliran Silat, Kali atau FMA (Filipino Martial Arts). Oleh karena itu mengingat di forum ini cukup banyak ahli-ahli senjata jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi dan bertanya langsung kepada mereka dan meminta saran atau perspektif mereka seputar knife defense.

Akhir kata sebelum saya pamit saya akan berbagi dengan teman-teman beberapa fakta seputar knife defense yang saya kutip dari buku ”Staying Alive” karya James LF.

Salam kesatria dan salam pendekar!

98 percent of blade users are untrained in any fighting system, and 99 percent are untrained with the blade: Mengingat konfrontasi bersenjata (tajam) dalam konteks sehari-hari kemungkinan besar adalah individu yang mabuk (intoxicated), terbakar emosi (kalap) dan bukan seorang knife fighter. Insting alami memegang pisau dalam keadaan stress seperti yang disebutkan diatas umumnya adalah reverse grip dan juga umumnya angle of attack nya committed (wide) berbeda dengan expert knife fighters yang bergerak ”minim” untuk sengaja memposisikan atau memancing lawan ke posisi ”mati”

An overhand stab is five times more likely than other stabs to strike the head or face. – Insting alami seseorang dalam keadaan psikologis atau emosional yang stress adalah mengayunkan tangan dari arah atas ke bawah atau yang di dalam seni bela diri Filipina disebut sebagai angle satu. Menariknya setelah mempelajari metode Floro, umumnya jika seorang praktisi sudah mempunyai pengetahuan tentang angle of attack pisau; aplikasi defense justru lebih universal karena setiap serangan cukup di identifikasi dari angle of attack nya.

In reality, between five and 15 wounds are typical in incidents in which the reverse grip is used.- Jika anda memperhatikan baik-baik karakteristik luka tusukan yang terjadi di jalanan atau berita kriminal di kolom koran, hampir sebagian besar kasus tusukan adalah tusukan multiple yang bertubi-tubi atau berkali-kali. Suatu kondisi yang kerap terjadi karena tingkat emosi yang begitu tinggi dari pelaku sehingga daerah tusukannya sering sekali overlap pada daerah yang sama.

-ueno-



Monday, March 24, 2008

Photo Bersama Bapak Pembina

Pertemuan Seluruh Pelatih Tiga Serangkai se-indonesia di kediaman Bapak Pembina. Desa Jukong, Bangkalan Madura tanggal 22 - 23 Maret 2008.

Saturday, March 22, 2008

Afiliasi Stick Fighting Blitar Club


Ucapan Terima Kasih

Pada kesempatan ini, Kami Club Stick Fighting Blitar memanjatkan Puja dan Puji Syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami bisa mendapatkan afiliasi dengan Cacoy Doce Pares - Combined Martial Arts Academy Indonesia. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Grand Master Cacoy Canete.
2. Grand Master Glen Gardiner.
3. Grand Master Martin Gardiner.
4. Grand Master Vincent Palumbo.
5. Grand Master Anthony Kleeman.
6. Master Chuck Canete
7. Master John John Mac.
8. Master Bajraktarveric Hayward
9. Master Anton St James.
10. Master John Brindley.
11. Master Drew Lambert.
12. Rekan Irwan Hermawan.
13. Rekan Ainur Budiono.
14. Rekan Ajie Prasetyo.
15. Rekan Agung Budi Yono.
16. Segenap rekan CMAA Indonesia.
17. Segenap rekan Kaskuser Forum MA.
18. Segenap rekan Pecinta Seni Beladiri Blogspot.
19. Segenap rekan Multiply.

Dan kepada semua pihak yang turut andil dan berperan serta mendukung untuk semuanya bisa terwujud. Mohon maaf bila ada kata2 yang kurang berkenan, Semoga kehadiran Stick Fighting Club Blitar bisa meramaikan dam memajukan Olahraga Indonesia khususnya di bidang Beladiri.

Salam,

Ir. Tonny Soeharto

Arnis Eskrima Kali FMA (Filipino Martial Arts)