Wednesday, July 2, 2008

Penghargaan kepada Master Guro Glen Gardiner

Cacoy Doce Pares World Federation (CDP-WF) di bina oleh Grandmaster Ciriaco "Cacoy" Canete (Sabuk Hitam Dan 12)

CDP-WF adalah satu system stick fignting/pertarungan bertongkat jarak pendek dengan memakai media tongkat rotan sepanjang 71cm, Pertarungan jarak pendek tersebut dinamakan "Corto Kurbada" dan karakteristiknya adalah pukulan lengkung yang ditata dalam bentuk pertarungan sebenarnya.

GM Cacoy Canete juga memasukkan konsep Judo dan Jujutsu, yang dalam penerapannya dikenal sebagai "Eskrido"

Selain Single stick/tongkat tunggal, dalam system ini diajarkan double stick/tongkat ganda (pengki-pengki), stick dan pisau (espada y daga) dan aplikasi penggunaan tangan kosong dalam pertarungan (pangamot)

Pusat CDP-WF berlokasi di Jalan Padila 81a-C, Cebu City - Filipina, dimana ini adalah lokasi berdirinya System Doce Pares yang berdiri th 1932.

CDP-WF "Hall of Fame" March 2008

Akhir minggu pertama Maret 2008, adalah satu moment yang bersejarah bagi dunia FMA (Filipino Martial Arts), Ini adalah Hall of Fame CDP-WF yang pertama, berlokasi di Cebu-Filipina dimana ini adalah pusat dari menyebarnya System Doce Pares ke seluruh dunia, termasuk salah satunya adalah Indonesia.

CDP-WF "Hall of Fame" pertama ini secara tidak langsung adalah "Gath" akbar yang dihadiri oleh praktisi FMA dari beberapa negara, Australia, United States, Germany, New Zealand, Mexico, Indonesia and especially the Philippines.

Dan pada momen itu diberikan penghargaan kepada para praktisi Arnis-Eskrima yang dianggap mempunyai peran penting dalam kiprahnya di FMA khususnya CDP-WF.

Penghargaan untuk Master Guro Glen Gardiner

Master Guro Glen Gardiner sebagai pemrakarsa Arnis-Eskrima di Indonesia melalui CMAA (Combine Martial Arts Academy), mendapat penghargaan berupa "Excellence in the Promotion of Sport Eskrima", ini adalah terbilang satu peretasi yang gemilang yang dicapai oleh Master Guro Glen Gardiner, dimana dalam waktu yang singkat (sekitar 2 tahun) beliau sudah bisa menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah untuk acara tahunan Kejuaraan Dunia Arni-Eskrima CDP-WF pada tahun 2007 di Kuningan Jakarta, dan berhasil membawa harum nama Indonesia dimata Internasional dg membawa Indonesia menduduki peringkat Kedua dalam pengumpulan medali, setelah Australia.

Secara lengkap "Hall of Fame CDP-WF" :

Doce Pares “Legend” Award
Ciriaco “Cacoy” Cañete (Philippines)
Eulogio “Yoling” Cañete (posthumous)
Filemon “Momoy” Cañete (posthumous)

Lifetime Achievement Award
Martin Gardiner (Australia)
Dan Inosanto (USA)

Most Notable Doce Pares GM of the Year
Richard Bustillo (USA)

Most Notable Doce Pares Master of the Year
Ron Lew (USA)

Most Notable Eskrima Competitor of the Year
Men
Chuck Cañete (Philippines)
Ed Eyas (USA)
Anthony Kleeman (USA)
Jon Mac (Philippines)
Vince Palumbo (Australia)
Emery Puskas (USA)

Women
Vicki Simos (Australia)
Andrea Wheatley (Australia)

Excellence in the Promotion of Sport Eskrima
Glen Gardiner (Indonesia)
Dominic Lavalle (Australia)

Doce Pares School of the Year
Craig Bajraktarvic - Hayward (Australia)

Organization of the Year
Anton St. James (England)

Eskrimadore of the Year
John Moore (Australia)
Carlos Jantsez Patalinghug III (USA)

Law Enforcment Instuctor of the Year
Uwe Claussen (Germany)
Rob Davis (Australia)
Leigh Jenkins (New Zealand)

Exemplary Dedication to Doce Pares
David Amiccuni (USA)
Saturnino Arcilla (Philippines)
Narrie Babao (USA)
Mike Castro (USA)
Florencio Cautiverio Jr. (USA)
Wally Estropia (USA)
Manuel Fransisco Jr. (USA)
Steve Hacht (USA)
Lyndon Kemp (Australia)
Guy Kinanahan (USA)
Nonito Limchua (Philippines)
Maris Lukasevics (Australia)
Christopher Naislowski (Australia)
Jan Nycek (Poland)
Ken Pannell (USA)
Carlos Patalinghug Sr. (USA)
Christopher Petrilli (USA)
Angel Postigo (Mexico)
Kevin Seskis (Australia)
Ronnie Tapec (USA)

Most Valuable Master Instructor of the Year
Carlos Patalinghug Jr. (USA)

Most Valuable Instructor of the Year
Nestor Feria (USA)
Kevin Lumsden (USA)
Maria Esplana Patalinghug (USA)

Most Valuable Martial Arts Trainer of the Year
Rudolfo Alvarez (Mexico)
David Lumsden (USA)
Bruce Shinegawa (USA)
Zachary Whitson (USA)

Most Valuable Student of the Year
Tobias Ricker (Germany)
Steve Sarkisian (USA)
Dorota Skibinski (Australia)
Dian Tanaka (USA)

Outstanding Contribution in the Art of Eskrima/Arnis
Roland Dantes (Philippines)
Pat Mike (USA)
Juan Zubiri (Philippines)

Most Valuable FMA Journalist of the Year
Dave Carter (USA)
Steven Dowd (USA)
Aimee Giron (USA)
Chuck Martinez (USA)

Sumber: CDP-WF "Hall of Fame" (Bahasa Inggris)

Nostalgia: Kejuaraan Dunia Arnis-Eskrima CDP-WF 2007 di Kuningan Jakarta.

Persiapan 4 bulan, dg jadwal 8 jam latihan tiap hari, Kami semua adalah pemula di bidang Stick Fighting, bekalnya hanya tekad dan semangat yang tinggi dibawah asuhan Master Guro Glen Gardiner (Dan 6 Sabuk Hitam CDP-WF). Mas Irwan Hermawan melalui seleksi yang cukup ketat dan bersaing akhirnya mendapatkan jabatan Kapten Team.

Hari "H" pertandingan, kami semua cemas, mungkin ga melawan praktisi negara asing yang sudah berlatih bertahun2? tetapi semua kecemasan itu terjawab.




Team Indonesia berhasil menduduki Peringkat 2 (11 Medali Emas, 12 Medali Perak dan 12 Medali Perunggu) perolehan medali dibawah Team Australia (20 Medali Emas, 15 Medali Perak, 12 Medali Perunggu) dari 50 kelas yang dipertandingkan.

Pemula di Team Arnis Eskrima Indonesia 2007

Irwan Hermawan (2 Perak)- Kenjutsu TSKR / Cingkrik
Rizal Djohan (2 Perak / 1 Perunggu )- Dan 2 Sorinji Kempo
Dedi Putra (1 Perak / 1 Perunggu)- Dan 2 Aikido
Ainur Budiono (1 Emas) - Dan 1 Aikido
Agung Budiono (1 Emas /2 Perunggu)- Pencak Silat
Idi Tindianto (1 Perak) - Wushu/Anggota Kostrad
Hapes Munandar (1 Perunggu) - Pencak Silat
Tonny Harto (2 Emas) - Kalau ini "Dan" kawan2 ajah deh Tongue

Senior di Team Arnis Eskrima Indonesia 2007

Satu satunya cewe "asli" Indonesia di Team:
Maharani (2 Emas) - CMAA Senior / Boxer-Tarung Derajat

Ada beberapa lagi kawan dari Expatriat yang bertarung atas nama Indonesia:
Drew Lambert (1 Emas / 1 Perak) - CMAA Senior / Dan 1 CDP-WF
Garry Hogan (1 Perak) - CMAA Senior
Axel Tompe (1 Perunggu) - CMAA Senior
David Leech (2 Emas) - CMAA Senior
Ron Collins (1 Perunggu) - CMAA Senior
Mrs. Eva Tuft (1 Perunggu) - CMAA Senior / Dubes Kanada

Dan ada beberapa anak2 expat...
Jacob Kimmons
Are Tuft & Runar Tuft Bersaudara
Ryan Vernall
dkk

Sorry klo ada yang namanya ga kesebut atau kesalahan peringkat dalam basic beladiri bersangkutan...

Note:
- Trimakasih kepada Mas Irwan yang waktu itu mengajak saya bergabung dengan CMAA untuk kejuaraan dunia CDP-WF yang kebetulan diadakan di Indonesia.
- Trimakasih dan hormat yang dalam kepada Master Guro Glen Gardiner dimana pada akhirnya diijinkan untuk ikut menjadi anggota Team Arnis-Eskrima Indonesia 2007, dan berhasil menyumbangkan 2 Medali Emas.
- Trimakasih kepada semua sahabat CMAA buat semangatnyah!!
- Hidup Indonesia!!

Tuesday, July 1, 2008

World Arnis Eskrima Championship 2008: CMAA Goes 2 New Zealand !!

CMAA = Combined Martial Arts Academy
info: www.thecmaa.com

Berafiliasi dengan Cacoy Doce Pares World Federation (CDP-WF), Master Guro Glen Gardiner membuka non profit organization, dimana dana yg terkumpul digunakan untuk sewa tempat latihan dan dana transportasi dan akomodasi siswanya kalau bertarung diLN.

Event:
CMAA juga aktif dalam kegiatan sosial dan raising fund, Hari Rabu, 2 Juli 2008, besok jam 7 di Plaza 89 Kuningan Jakarta, CMAA mengadakan lelang untuk mengumpulkan dana dan sponsorship agar para siswa dapat berangkat tanding di acara World Arnis Championship 2008 di New Zealand.

Adapun beberapa anggota CMAA yg konfirm mendapat Sponsor penuh transportasi dan akomodasi adalah:
1. Harto
2. Maharani
3. Irwan
4. Budi
5. Dedi

Bagi rekan2 Sahabat Silat yang tertarik join silahkan datang dihari latihan:

Sabtu Pagi 8.00
Senin Malam 7.00
Selasa Malam 7.00

Tempat Latihan di Ruko Tetrapak Building lt 2 samping Ranch Market Buncit Jakarta Selatan.

Master Guro Glen Gardiner masih mencari bibit2 petarung Arnis-Eskrima yg akan dikirm tanding ke NZ.... apakah anda salah satunya?

Ingin tahu lebih detail? agar informasi tidak simpang siur untuk informasi lebih lanjut silahkan hub Master Guro Glen Gardiner di 0811811498 atau email glen@concorde-consulting.com
(hartcone)

Thursday, June 26, 2008

Real Fight: Beladiri Yang Benar-benar Terbaik ??

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan tentang real fight (pertarungan sebenarnya) , banyak yang mengatakan beladiri yang terbaik adalah beladiri yang bisa dibuat untuk real fight, loh? apakah ada style beladiri yang tidak bisa dibuat pertarungan yang sebenarnyah?

Bagi saya semua style beladiri sama bagusnya, tetapi yang berbeda adalah faktor pelaku, style MA itu hanya dasar2 secara keilmuan yang menuntun dalam kita belajar secara terarah, cuma memang ada penekanan2 tentunya, ada yang menekankan pada beladirinya, ada yang pada olahraga, kesehatan dll.

Basic saya Kuntao, Pencak Silat dan Eskrima, begitu ketemu Silat aliran lain, ketemu temen2 Aikido, temen2 Karate, Krav Maga, beladiri China dll, begitu banyak kesamaan teknik, mungkin bedanyah hanya pada detail2nya, toh manusia diciptakan tidak ada yang punya lebih dari 2 tangan, 2 kaki dan satu kepala....

Bagaimanapun apapun labelnyah, mau olahraga, kesehatan, atau beladiri murni, toh tetep melatih untuk memanfaatkan kelebihan kita sebagai manusia...

Yang suka diributkan pada beladiri adalah bisa ga untuk "real fight"?? Kesempatan untuk real fight itu berapa banyak sih? Apa kita belajar beladiri hanya untuk cari kemenangan? Kalau anda adalah orang jalanan/preman mungkin tiap hari harus was2 karena bakal ketemu Real Fight!! Orang2 yang berhubungan dg Army, Kepolisian, Satuan Pengamanan dll. ajah ga tiap hari perang.

Real fight adalah tanpa aturan, dan justru tanpa aturan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin, dan ini udah ga ada hubungannya dg style ilmu beladiri, apapun style beladirinya, kalau kita tau menggunakan cara kotor dan curang, kemudian mau melatihnyah disamping pelatihan yang inti, tentunya bisa kan? Atau kalau ada style yang klaim selalu menggunakan cara2 kotor, lha apa itu juga dilatih tiap hari yang kotor2 tersebut? Untuk beladiri sport, tinggal manusia yang menggunakannya mau tidak memakai cara kotor? kalau mau ya tentunya sudah menjadi tanpa rules.

Dan seandainya mau dikembalikan lagi pada difinisi Martial Arts sebagai ilmu perang, mana ada perang tanpa senjata?? ya silahkan dg pelatihan beladiri bersenjata: bisa pedang, pisau, stickfighting dll atau dalam keadaan terdesak bisa memanfaatkan semua yang ada disekitar kita sebagai senjata.

Sebaliknya begitu banyak juga style MA yang diklaim bisa buat real fight, tapi sekali lagi apakah langsung bisa dibuat real fight? masih banyak faktor kan? terpenting semua kembali bergantung pada manusia yang menjalankannya, mau dibawa kemana arts tersebut. (hartcone)

*artikel ini masih ada hubungannya dengan artikel Beladiri Yang Terbaik

Wednesday, June 25, 2008

Krav-Maga

Source:
- Krav Maga; The Original Israeli System of Self-Defense and Practical Fighting Skill, Author; Imi Sde-or and Eyal Yanilov
- Complete Krav Maga, Author; Darren Levine and John Whitman.

Krav-Maga (pronounced KRAHV muh-GAH, which means “Contact Combat” in Hebrew).

Imi Sde-or (Lichtenfeld), founder of Krav Maga, was born in 1910 n Budapest, which at the time was one of the centers of the Austro-Hungarian Empire. He grew up in Bratislava, the capital of Slovakia.

Samuel Lichtenfeld, Imi’s father was undoubtedly quite a unique figure, at age 13 he joined atravelling circus and for the next twenty years engaged in wrestling. After leaving the circus, Samuel Lichtenfeld moved to Bratislava (then known as Presburg). He later joined municipal police department where he rose to the position Chief Detective. During his year of service in this post Samuel gained a reputation as the officer who apprehended and brought t trial the highest number murders andviolent criminals.

As a child, Imi was trained by his father in various fields of physical education and sport, including gymnastics, and participated in the raining given to the group f detectives that Samuel Lichtenfeld taught regularly. With his father encouragement, Imi became active in wide range of sports, swimming, gymnastics, wrestling and boxing.In 1928 and 1929 Imi won the Slovakian Wrestling Championship and that year he also won Boxing Championship and also Gymnastic Championship.

Between 1939 and 1940 Imi took part in countless violent clashes and street fight with the anti-semitic thugs, both alone and with his group. He and his companions were oten confronted by angry crowds of hundreds and even thousands quarter; and sometimes t only was one or two hecklers again Imi or one of his friends, who had to be put in their place. Though space is insufficient to describe the myriad of incidents that occurred during that period, suffice it to say that they molded Imi’s mind and body turned him from sportsman into a determined hand-to-hand, practical fighter, It was these events that planted in him the seeds that later grew into the self-defense system that originated, Krav Maga.

In 1942 Imi joined Czech Legion under command of British Army during World War II, he served for about a year and a half. At that time several of Imi’s friends and former pupils were serving in the Hagana resistance, the pre-IDF (Israeli Defense Forces). They introduce Imi to General Itzchak Sadeh, Head of the Haganah, who immediately accepted him into the organization in light of his special talents in hand-to-hand combat. Bear in mind that before Imi joined Haganah organization, The organization already had self-defense and fighting system such as Kapap (Krav Panim el Panim) and Lotar since 1930's.

In 1948, coinciding wih the birth of the State of Israel and founding of the Israel Defense Forces, Imi became Chef Instructor for Krav Maga at The School of Combat Fitness. He served in the IDF for about 20 years, during which time he developed and refined his unique method for self-defense and hand-to-hand combat. Imi personally trained the top fighters of Israel’s special unit, and qualified many generations of Krav Maga instructors, for which he gained the recognition of Israeli’s most senior commanders.

In the early nineties, Grandmaster Imi expressed his wish to establish an International Krav Maga Federation, aiming to spread his special knowledge to people worldwide. Eventually founded, it was warmly welcomed by Imi, who viewed it as hi life’s dream coming true. In 1996 Imi awarded Eyal Yanilov, the originator and Head Instructor of the Federation, the ultimate rank of Master level 3/Expert level 8 for all his accomplishment.

Guiding Principles of Krav Maga system;
- Techniques should be movements based on natural instincts.
- Techniques must address the immediate danger.
- Technique must defend and counter attack simultaneously, shortest & direct way possible.
- One defense must work against a variety of attacks.
- The system should be made integrated with other movement.
- Strike correctly at any vulnerable point.
- Use any tool or object available nearby.
- Techniques must be accessible to the average person, not just athletes.
- Techniques must work from a position of disadvantage.
- Training must include the stress experienced in real attacks.
- Krav Maga strongly emphasizes the use of defense technique.
- In Krav Maga there are no rules.

Krav Maga is heavy on the “Martial” and not much into the “Art”. Krav Maga aren’t always pretty, but get the job done. Krav Maga prefer to describe as “Self-Defense” – “Defensive Tactics System” – a tactical and logical sound approach to dealing with violent confrontations.

"si vis pacem para bellum"
If you want peace, preapare for war

Tuesday, June 10, 2008

Latihan Gabungan Perguruan Pencak Silat se-Kota Batam

Sekitar 300 pesilat anak-anak, remaja dan dewasa dari berbagai perguruan pencak silat berkumpul di lapangan Engku Puteri Batam Centre kemarin Minggu (01/06/2008) jam 07.00 WIB. Dengan mengenakan pakaian seragam pencak silat masing-masing perguruan yang beraneka ragam, dengan kompak mereka bersama-sama melakukan stratching dan pemanasan yang dipandu oleh Ricky Mendoza, Ketua Bidang Pembinaan Atlet Pengcab Perisai Diri Batam. Kemudian seluruh pesilat jogging bersama dengan berbaris rapi berjalan menyusuri jalan raya di sekitar kawasan kantor Pemko Batam.


"Latihan gabungan ini kami agendakan untuk dilaksanakan sebulan sekali, yaitu setiap hari minggu pagi pada minggu pertama, dan ini adalah yang pertama kalinya. Kali ini yang hadir ada tujuh perguruan, yaitu Perisai Diri, Tapak Suci, Bintang Surya, Pagar Nusa, Himssi, Setia Hati Organisasi dan Talago Biru. Perguruan lainnya yang belum dapat bergabung kali ini, kami harapkan dapat bergabung dalam latihan gabungan bulan depan. Informasi yang kami dapatkan dari Pengcab IPSI Batam, di Kota Batam ini ada 24 perguruan pencak silat yang terdaftar secara resmi," papar Agus Winarno, Sekretaris Pengcab Perisai Diri Batam.


Setelah jalan bersama keliling Batam Centre, para pesilat mendapat pelatihan rangkaian teknik Jurus Tunggal Baku yang dipandu oleh Edi Priono, Ketua Umum Pengcab Bintang Surya Batam. Jurus Tunggal Baku ini merupakan gerakan wajib yang dipakai dalam pertandingan pencak silat kategori tunggal yang dahulu disebut kategori seni tunggal atau wiragana. Untuk tahap awal diberikan rangkaian gerak tangan kosong. Untuk tahap berikutnya nanti bagi pesilat yang berpotensi untuk menjadi atlet kategori tunggal akan diberikan juga rangkaian gerak bersenjata golok dan toya.


Kegiatan dilanjutkan dengan latih tanding bagi kader atlet yang dipandu oleh Rendra Topan, Sekretaris Pimda Tapak Suci Batam. Dalam latih tanding ini, pesilat berhadapan dengan pasangannya dari perguruan lain. Selain uji coba para atlet, latih tanding ini juga dijadikan sebagai sarana pembibitan atlet dalam rangka regenerasi dan kaderisasi atlet-atlet pencak silat yang diharapkan akan dapat menambah deretan prestasi Kota Batam di bidang olahraga, terutama untuk pesilat anak-anak dan remaja. Dari antusias para peserta yang hadir terlihat bahwa Kota Batam memiliki banyak potensi atlet yang perlu pembinaan lebih lanjut.


Seusai latihan, para pengurus dan pelatih dari berbagai perguruan pencak silat yang hadir berkumpul untuk mengadakan diskusi dan sarasehan. Salah satu hal yang menjadi pembahasan yaitu mengenai agenda latihan gabungan bulan depan. Setelah pertemuan pertama yang koordinatornya dari Perisai Diri ini, pertemuan bulan depan yang menjadi koordinator adalah Pagar Nusa.


"Selama ini biasanya para pesilat dari berbagai perguruan pencak silat bertemu dalam even pertandingan. Kami berinisiatif untuk mengumpulkan mereka bukan dalam nuansa persaingan jual beli pukulan di arena, tapi dalam nuansa kebersamaan dan persahabatan, yaitu dengan kegiatan latihan gabungan seperti ini," jelas Agus Winarno, Sekretaris Pengcab Perisai Diri Batam. Ide dan gagasan latihan bersama ini sebelumnya telah dicetuskan dalam pertemuan silaturahmi beberapa pengurus dan pelatih perguruan pencak silat di lingkungan Kota Batam yang diadakan di Sekretariat Pengcab Perisai Diri Batam pada tanggal 30 Maret 2008. Kemudian Agus menyampaikan rencana kegiatan ini secara informal dalam website Wakil Walikota Batam dan langsung mendapat respon positif. "Pak Ria Saptarika melalui website-nya merespon bahwa beliau mendukung kegiatan ini. Beliau setuju dan berpesan bahwa pencak silat harus dilestarikan. Dan sesuai saran dari beliau, agar tidak bentrok jadwal kegiatan di lapangan Engku Puteri, maka kami membuat surat pemberitahuan ke Bagian Umum Pemko Batam dan sudah mendapatkan surat izin," ujar Agus.


Menurut Agus, latihan gabungan seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana menjaga keharmonisan dan silaturahmi antar perguruan pencak silat sehingga menambah citra baik pencak silat sebagai olahraga seni beladiri warisan luhur budaya bangsa Indonesia. Selain itu diharapkan kegiatan ini dapat menarik minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai dan melestarikan pencak silat sebagai salah satu kekayaan budaya asli bangsa Indonesia. Di akhir acara, Agus kembali menginformasikan bahwa seluruh perguruan pencak silat di Kota Batam, terutama yang belum dapat hadir kali ini, dipersilahkan untuk bergabung dalam latihan gabungan selanjutnya.


Untuk melihat foto dokumentasi kegiatan ini silahkan klik di sini.

Monday, June 9, 2008

Denah Lokasi Khataman Akbar 2008

Denah Khataman Akbar 2008di Kotamadya Bekasi TimurGedung Balai Pelatihan Ketenagakerjaan (BPK) PEMERINTAH PROPINSI JAWA BARAT DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI Bekasi, 27 Juli 2008